Penantian Panjang Meraih Status Investment Grade dari S&P


New York Travel Pictures

metro.co.uk

Hari ini (19 Mei 2017), Standard & Poor’s (S&P) menaikkan long-term sovereign credit rating Indonesia satu notch dari BB+ menjadi BBB-. Dengan kenaikan peringkat oleh S&P itu, maka Indonesia telah lengkap menyandang status investment grade yang diberikan oleh kelima perusahaan pemeringkat internasional. Alasan kenaikan peringkat oleh S&P bisa dilihat di sini. Dalam pandangan S&P, faktor terpenting peningkatan peringkat adalah langkah-langkah efektif pemerintah dalam mengelola belanja dan penerimaan untuk menstabilkan keuangan negara.

ratingStatus investment grade (BBB-) terakhir kali diberikan oleh S&P pada 10 Oktober 1997. Jadi, Indonesia membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk kembali menyandang status investment grade. Lembaga pemeringkat lain sudah lebih dulu memberikan status investment grade kepada Indonesia. Moody’s melakukannya pada 18 Januari 2012.   Pengakuan dari Fitch diperoleh pada 15 Desember 2011. Yang pertama kali memberikan status investment grade pasca krisis adalah Japan Credit Rating Agency, yaitu pada 13 Juli 2010. Sedangkan pemeringat dari Jepang lainnya (Rating and Investment) mengumumkan status investment grade untuk Indonesia pada 18 Oktober 2012.

Pasar saham serta merta merespon pengumuman S&P. Indeks harga saham gabungan hari ini mendadak sontak naik 146,4 poin menjadi 5.791,9 atau kenaikan sebesar 2,6 persen). Pencapaian itu sekaligus merupakan rekor tertinggi baru.

index

Berdasarkan kurs Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat dari Rp 13.405 per satu dollar AS pada pembukaan perdagangan menjadi Rp 13.320 per dollar AS pada penutupan perdagangan hari ini.

Dengan membaiknya transaksi perdagangan luar negeri dan peningkatan cadangan devisa sebesar 11,8 miliar dollar AS dalam lima bulan terakhir, nilai tukar rupiah berpotensi terus menguat. Apalagi jika aliran modal masuk semakin deras pasca pengumuman S&P.

Mempertahankan status investment grade boleh jadi lebih sulit ketimbang meraihnya. Tantangan besar yang harus dihadapi ialah mengamankan penerimaan pajak. Sejauh ini penerimaan pajak belum cukup menggembirakan. Ada baiknya sedia payung sebelum hujan, yakni dengan mengendalikan belanja modal. Kalau perlu menunda beberapa proyek infrastruktur yang tidak terlalu mendesak.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Fiscal Policy, Makroekonomi. Bookmark the permalink.

3 Responses to Penantian Panjang Meraih Status Investment Grade dari S&P

  1. Yunita says:

    Di tengah ruwetnya isu-isu tentang politik dan sara.. Ada berita baik yang diterima oleh kita semua pada Harkitnas 2017 ini, yakni kenaikan peringkat dari S&P seperti yg Bapak bahas di atas dan perolehan opini WTP atas pemerintah oleh BPK-RI. Salut dengan Indonesia khususnya kemenkeu. Salam.

  2. Pingback: APBN dan Utang: Lebih Baik Tingkatkan Kewaspadaan dan Redam Ambisi Jangka Pendek | faisal basri

  3. Pingback: Sejumlah Kebijakan Pemerintah Justru Melemahkan Sendi-sendi Perekonomian | faisal basri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s