Sang Kelana


Ia mengepakkan kedua sayapnya berkelana di alam bebas. Sesekali ia menukik ke sungai melepas dahaga, syukur-syukur ada ikan di permukaan sekedar untuk mengisi perut yang kosong. Ia tak pernah menimbun makanan, apalagi menyiapkannya untuk anak-cucu tujuh turunan. Kapan pun hendak melepas penat, ia bebas memilih dahan yang dihinggapi. Tak terbayangnya olehnya hidup di sangkar, walau sangkar emas sekalipun.

Praktek Pemburuan Rente


Impor migas kerap kali disoroti sebagai biang kerok kenaikan defisit transaksi berjalan Indonesia di tahun 2018. Tapi ternyata ada banyak hal menarik yang terjadi di balik menciutnya surplus di transaksi nonmigas.

Kenaikan impor beberapa komoditas seperti beras, gula, dan garam membawa banyak pertanyaan. Tanpa ada kenaikan permintaan yang besar, kenaikan impor dalam jumlah besar itu patut diduga sebagai praktik perdagangan yang menumpuk keuntungan super besar. 

https://tv.kontan.co.id/video/kEAfhNu95r8?&ch=

Ngobrol Santai: Vonis Utang Indonesia


Senin siang, 28 Januari 2018, saya diundang pada acara #PangeranMingguan yang diasuh oleh Bung Pangeran Siahaan. Rekaman berlangsung di Slatan Coffee Tea Chocolate di kawasan Kemang.

Perbincangan tidak seseram judulnya. Dibahas pula soal pertumbuhan ekonomi, impor, dan banyak lagi.

Silakan tengok di www.youtube.com

https://www.youtube.com/watch?v=faBHAWYx1cI&feature=youtu.be


Berikut pengantar asumsi.co:

Ekonomi, diibaratkan Faisal Basri sama dengan tubuh manusia. Setiap bagiannya memiliki manfaat masing-masing. Begitu pula dengan setiap bagian dalam perekonomian. Jadi, siapa yang menjadi “aliran darah” di perek

onomian? Siapa yang menjadi “jantung” di perekonomian? Siapa yang menjadi “racun” dalam bidang perekonomian?

Ahli ekonomi ini pun mengeluarkan pernyataan-pernyataan mengenai keadaan ekonomi Indonesia sekarang. Lagi, ia menggunakan perumpanaan untuk menggambarkan keadaan ekonomi dengan obat. Kedaan ekonomi Indonesia tidak bisa diobati dengan aspirin. “Pahit di awal,” begitu katanya.

Selamat datang di kelas ekonomi Pangeran, Mingguan kali ini!

Indonesia di Tengah Arus Populisme Dunia


Acara bertajuk “Kebangkitan Populisme” yang digelar dalam rangka ulang tahun Indonesian Democracy Monitor (inDEMO) ke-17 dan peringatan 43 tahun peristiwa Malari berlangsung pada 15 Januari 2017 di Balai Kartini. Presentasi ringkas saya bisa dilihat di  youtube: Indonesia di Tengah Arus Populisme Dunia.

Tidak semua bahan yang saya siapkan sempat dipaparkan karena keterbatasan waktu. Insya Allah dalam waktu dekat akan saya tuangkan versi yang lebih lengkap dalam bentuk tulisan di blog ini.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑