Lautlah yang Mempersatukan Indonesia


“Untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai yang merupakan National Building bagi negara Indonesia, maka negara dapat menjadi kuat jika dapat menguasai lautan. Untuk menguasai lautan kita harus menguasai armada yang seimbang.” (Ir. Soekarno dalam National Maritime Convention I (NMC), 1963) Dengan gugusan 17.000 pulau lebih dan hamparan lautan yang sekitar…

Merangkai Negara-Bangsa Indonesia yang Maju, Demokratis, dan Berkeadilan


Ketika membaca judul tulisan R. William Liddle “Marx atau Machiavelli? Menuju Demokrasi Bermutu di Indonesia dan Amerika Serikat,” serta merta saya teringat percakapan dengan mendiang Nurcholish Madjid (Cak Nur). Beberapa kali Cak Nur mengutarakan bahwa para founding fathers, bapak-bapak pendiri negeri ini, banyak terilhami oleh sejarah pembentukan Amerika Serikat. Cak Nur memberikan contoh Pembukaan Undang-Undang…

Negeri Serba Bukan


Apakah ideologi negara kita? Bukan free fight liberalism dan bukan juga etatisme. Jadi apa? Entahlah, tak pernah jelas sosoknya, sehingga menimbulkan perdebatan tak jelas titik pijaknya. Kerancuan juga terlihat dalam hal bentuk negara. Kita menyatakan diri sebagai negara kesatuan. Sedemikian sakralnya NKRI sampai-sampai tercantum ketentuan di Pasal 37 ayat (5): “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan…

Ekonomi Terjangkit Anemia Akut


Tubuh terjangkit anemia jika kekurangan darah, atau lebih spesifik lagi kekurangan sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) di dalam sel darah merah) di bawah normal. Orang yang terjangkit anemia mengalami penurunan kondisi tubuh seperti mudah lelah, kurang bergairah, dan mudah ngantuk. Sirkulasi darah menjadi tidak optimal. jantung, yang berfungsi menyedot dan memonpakan…

Berlin


Kukecup keningnya berkali-kali. Kubelai rambut  ikalnya yang mulai memutih keperakan Kubisikkan perasaan hati dengan getaran jiwa Kupeluk sangat erat tubuhnya seakan lama tak bertemu *** Cuaca cerah dan udara sejuk mengiringi kami menyusuri sungai Spree, Berlin. Taman-taman kota di pinggir sungai disesaki warga yang berjemur menikmati sinar matahari, namun tak memancarkan terik. Padahal sudah pukul 19:00,…

Momen-momen Mengesankan dengan Amien Rais


Di Era Gemuruh Reformasi Mas Amien Rais dan saya berasal dari dunia yang berbeda. Latar belakang pendidikan Mas Amien adalah ilmu politik sedangkan saya ilmu ekonomi. Selain mengajar, Mas Amien adalah tokoh Muhammadiyah, sedangkan saya tak berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan mana pun walau kerap terlibat dalam beragam kegiatan lembaga swadaya masyarakat. Mungkin karena itu kami…

Sesat Pikir MP3EI: Peran Negara


“……. Untuk itu dibutuhkan perubahan pola pikir (mindset) yang didasari oleh semangat “Not Business As Usual”.” (MP3EI, hal. 20) “Perubahan pola pikir paling mendasar adalah pemahaman bahwa pembangunan ekonomi membutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD dan Swasta (dalam semangat Indonesia Incorporated). Perlu dipahami juga kemampuan pemerintah melalui ABPN dan APBD dalam pembiayaan pembangunan sangat terbatas. Di…

Sesat Pikir MP3EI: Motor Pembangunan


“Struktur ekonomi Indonesia saat ini masih terfokus pada pertanian dan industri yang mengekstraksi dan mengumpulkan hasil alam. Industri yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk, proses produksi dan distribusi di dalam negeri masih terbatas.” (MP3EI, hal. 19) Pemahaman di atas tidak ditopang oleh data. Dalam satu dasawarsa terakhir pertumbuhan sektor pertanian dan industri hampir selalu…

Sesat Pikir MP3EI: Apa Lagi yang Hendak Diliberalisasikan?


Dokumen MP3EI (Manterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden nomor 32 tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025. MP3EI banyak membahas tentang konektivitas. Penguatan konektivitas nasional ditempuh untuk “mempersiapkan diri mencapai target integrasi bidang logistik ASEAN pada tahun 2013 dan integrasi pasar tunggal ASEAN tahun 2015, sedangkan dalam konteks global…

Asa


Di balik perdu, menyembul harum melati. Di antara dedurian, merekah mawar warna-warni. Di balik amarah, menyeruak rindu. Semua hadir dengan makna *** Yang tak tampak, belum tentu tak akan terlihat. Katakan belum, bukan tidak Jangan katakan tak mungkin Jangan pula humbar kata pasti *** Lakoni Hadapi Syukuri Ikhlas