Mengapa Pembangunan Infrastruktur Bakal Bermasalah?


infra-lead

Presiden Joko Widodo benar bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat terlambat, sehingga tidak bisa ditunda. Bukan hanya infrastruktur, melainkan hampir dalam segala bidang kita tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Indeks pembangunan manusia (human development index) Indonesia di urutan ke-113, tertinggal dibandingkan China (90), Thailand (87), dan Malaysia (59). Indonesia sedikit lebih baik ketimbang Vietnam (115) dan Filipina (116).

Kemampuan murid sekolah menengah dalam penguasan matematika, science, dan membaca (reading) berdasarkan survei PISA oleh OECD sangat mengkhawatirkan, berada di kelompok 10 terbawah dari 72 negara partisipan..

pisa

Kesiapan Indonesia memasuki era digital masih jauh dari memadai. Kemacetan di “udara” semakin parah.

Bonus demografi berbalik menjadi beban demografi. Nisbah ketergantungan (berapa banyak penduduk usia kerja menanggung penduduk bukan usia kerja) yang terus menurun merupakan kesempatan emas untuk memacu produktivitas perekonomian dan peningkatan kesejahteraan penduduk, sehingga berpotensi menjadikan Indonesia sebagai negara maju ketika merayakan seabad kemerdekaan pada 2045.

Sayangnya, ketika merayakan seabad kemerdekaan nanti, bangsa ini bakal diwarisi jutaan pendudu usia muda tidak produktif yang sekarang berusia di bawah lima tahun (balita). Kekurangan gizi pada balita sangat serius. Salah satu akibatnya adalah 37,2 persen balita memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya atau pendek atau stunting. Indikasi lain tercermin dari 19,6 persen balita memiliki berat badan yang tidak sesuai dengan usianya. Sebanyak 10,2 persen bayi lahir dengan berat badan rendah, di bawah 2.500 gram.

Kementerian Kesehatan memiliki data lengkap balita, by name by address, yang berpotensi menghambat derap maju Indonesia. Namun boom waktu ini tidak menjadi perhatian utama, kalah “gemerlap” dengan pembangunan infrastruktur. Apa artinya kita memiliki kelengkapan infrastruktur jika kita gagal menyelamatkan nasib jutaan balita dari ancaman kemanusiaan. Bukankah yang kita bangun adalah manusianya. Selamatkan dulu tunas-tunas bangsa, baru kita lengkapi dengan fasilitas penunjangnya.

***

Betul bahwa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo belanja pemerintah lebih berkualitas. Presiden Joko Widodo patut mendapat acungan jempol karena berani memangkas subsidi energi, terutama subsidi BBM, secara radikal sebesar 66,2 persen, sehingga rutusan triliun rupiah uang rakyat dialihkan untuk tujuan yang lebih produktif. Pada tahun 2015 mendadak sontak anggaran untuk infrastruktur naik tajam sebesar 123,4 persen. Anggaran untuk menguatan sumber daya manusia juga naik tajam, masing-masing untuk kesehatan naik 83,2 persen dan untuk pendidikan naik 27,4 persen.

Kenaikan tajam alokasi belanja untuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa naik tajam karena pemangkasan tajam subsidi energi.

belanja

Setelah itu, pembangunan infrastruktur tetap gencar, ditopang oleh kenaikan alokasi anggaran yang tetap tinggi. Sementara itu alokasi dana untuk kesehatan dan pendidikan naik ala kadarnya, bahkan pada tahun 2017 tertahan sebagaimana terlihat dari garis berwarna merah dan hitam yang datar.

Dari mana datangnya dana untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang masif itu? Padahal penerimaan negara dari pajak seret. Pertumbuhan penerimaan pajak yang menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Pajak justru menunjukkan kecenderungan menurun. Puncaknya adalah pada Januari-September 2017 yang mengalami penurunan atau pertumbuhan negatif dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu.

tax-growth

Nisbah pajak pun turun dari waktu ke waktu. Padahal nisbah pajak Indonesia masih tergolong rendah, tapi sudah kehabisan tenaga.

nisbah-pajaklow

Sektor industri yang merupakan penyumbang terbesar dalam penerimaan pajak justru mengalami penurunan pertumbuhan sehingga memperlemah basis pajak.

indusmfg

Hendak mengandalkan pembiayaan dari perbankan dalam negeri? Kemampuan perbankan kita amat terbatas.

kredit

Hendak menambah utang pemerintah dengan mengeluarkan obligasi atau Surat Utang Negara (SUN)? Undang-undang Keuangan Negara membatasi defisit maksimum hanya 3 persen.

Jadi, agar tidak merusak stabilitas makroekonomi, satu-satunya jalan adalah dengan diet, yakni memangkas belanja infrastruktur. Jika tidak, ini akibatnya.

implikasi

Semoga ada di lingkaran dalam Istana yang bisa meyakinkan Presiden agar segera bertindak.

 

 

 

Government Criticized for Tardiness in Revitalizing Old Sugar Factories


  • Stefani RibkaThe Jakarta Post

Jakarta | Thu, September 28, 2017 | 12:29 pm

Government criticized for tardiness in revitalizing old sugar factoriesUniversity of Indonesia economist Faisal Basri (from right), Indonesian Employers Association (Apindo) public policy chairman Danang Giriwardana, Refined Sugar Industry Users Forum coordinator Dwiatmoko Setiono and Apindo executive director Agung Pambudhi speak at a discussion titled ‘Sugar Auction: Solution or Distortion?’ in Jakarta on Sept. 27. (JP/Stefani Ribka)

The government is being criticized by some for its tardiness in revitalizing 53 state-owned sugar factories with low productivity.

The country’s lackluster sugar industry has led to a reliance on sugar imports.

“The slow revitalization is the root problem in the sugar industry today,” said University of Indonesia economist Faisal Basri in Jakarta recently.

“The government needs to solve the root of the problem. Our sugar factories aren’t efficient because they are very old,” he said during a discussion on sugar issues organized by the Indonesian Employers Association.

Most of the sugar factories in Indonesia were established during the Dutch colonial era in 1930s, when Indonesia was the world’s second largest sugar exporter.

Now, it is the world’s fifth largest sugar importer, Trademap data shows.

The old factories lead to high production costs that push up sugar prices, Faisal said, adding that the household sugar price in Indonesia was set at Rp 12,500 per kg, higher than the Rp 7,000 per kg and Rp 6,500 per kg in Malaysia and Thailand, respectively.

The State-Owned Enterprises Ministry claims the revitalization process is happening, with Rp 4.6 trillion set aside from the budget to renovate factories.

“[The government allocates] trillions of rupiah [to revitalize them every year] but we don’t know where all of the money goes,” Faisal said. Indonesia has 66 factories that produce household sugar, 53 of which are owned by the state. (bbn)

Source: http://www.thejakartapost.com/news/2017/09/28/government-criticized-for-tardiness-in-revitalizing-old-sugar-factories.html

 

Pengapuran Tulang Kaki Akibatkan Tak Bisa Berlari Kencang: Gejala Dini Deindustrialisasi


playbuzz.com
playbuzz.com

Kestabilan makroekonomi yang terjaga tidak otomatis mengindikasikan seluruh organ tubuh perekonomian berfungsi baik. Bisa saja inflasi (suhu tubuh) rendah, suku bunga (tekanan darah) menurun, nilai tukar rupiah (detak jantung) “anteng” (volatilitas rendah), dan sebagainya, mengahasilkan pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Terbukti, hasil pemeriksaan dengan MRI (magnetic resonance imaging) menemukan ada organ tubuh yang tidak berfungsi normal. Di tulang kaki terjadi pengapuran yang menyebabkan kaki tidak bisa leluasa mengayun, apalagi berlari kencang. Ternyata, pengapuran tidak hanya dialami orang berusia lanjut. Indonesia yang masih tergolong belia pun terkena pengapuran. Tes dengan menggunakan X-ray maupun CT scan tak mampu mengidentifikasi pengapuran itu, apalagi sekedar dari pengukuran suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung.

Kedua kaki bisa diibaratkan sebagai sektor industri manufaktur dalam perekonomian. Negara-negara yang menjalani tahapan pembangunan dengan mulus menjadi negara maju pada umumnya melewati tahapan industrialisasi yang matang.

Di awal pembangunan, sektor pertanian mendominasi perekonomian. Ketergantungan pada alam dan tenaga kerja tidak bisa membuat sektor pertanian sebagai motor pertumbuhan terus menerus. Tuntutan modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas petani menyebabkan sektor ini mengurangi jumlah pekerja. Oleh karena itu harus ada sektor yang menampung kelebihan tenaga kerja di sektor pertanian. Sehingga, industrialisasi menjadi keharusan.

Industrialisasi dan modernisasi pertanian berlangsung seirama, Pertama, industrialisasi memungkinkan komoditas pertanian diolah lebih lanjut untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi. Kedua, sektor industri menghasilkan beragam produk manufaktur yang dibutuhkan petani sejalan dengan peningkatan pendapatan mereka dan tuntutan peningkatan produktivitas. Petani butuh pacul, linggis, alat pengering, mesin penggiling, traktor, dan berbagai kebutuhan rumahtangga. Petani mampu menyerap produk manufaktur karena kenaikan daya beli sebagai hasil dari peningkatan produktivitas berkelanjutan.

Kelebihan tenaga kerja di sektor pertanian beransur-angsur beralih ke sektor industri, sehingga semakin banyak penduduk yang bekerja di sektor industri. Di negara yang penduduknya banyak, pasar domestik menjadi andalan, sedangkan di negara kecil industrialisasi berorientasi pada pasar luar negara (export oriented).

Indonesia memulai industrialisasi dengan kombinasi orientasi pasar dalam negeri dan orientasi ekspor. Opsi kedua sempat dominan karena pertimbangan keterbatasan daya beli petani akibat pembangunan pertanian belum mencapai titik optimum dan tidak berkelanjutan.

Diselipi dengan unsur pragmatisme, sektor industri manufaktur Indonesia tumbuh pesat pada awal pemerintahan Orde Baru (1968-71) dengan pertumbuhan rerata setahun 11,6 persen. Industri manufaktur mulai menonjol peranannya sebagai motor pertumbuhan. Pada kurun waktu yang sama pertumbuhan ekonomi rerata setahun mencapai 8,1 persen.

Akselerasi industrialisasi selanjutnya terjadi pada periode 1974-81 yang menghasilkan pertumbuhan 14,2 persen per tahun. Pertumbuhan ekonomi pada kuwun waktu yang sama mencapai 7,5 persen. Dengan demikian pertumbuhan industri manufaktur hampir dua kali lipat dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Pada paruh pertama 1980-an, banyak tantangan menghadang. Kemerosotan harga minyak dunia dan krisis Pertamina menginterupsi gerak maju industri manufatur. Namun, mulai 1985 kembali bangkit, bahkan akreselerasi industri berlangsung paling panjang (1985-96) dengan mencetak pertumbuhan 10,7 persen per tahun. Selama 1974-81 dan 1985-96, pertumbuhan industri manufaktur selalu lebih tinggi dari pertumbuhan PDB, bahkan sempat dua kali lipat lebih.

Pasca krisis 1998 pertumbuhan manufaktur meredup, tetapi masih kerap lebih tinggi dari pertumbuhan PDB. Sejak 2005 industri manufaktur mamasuki era baru:  pertumbuhannya selalu lebih rendah dari pertumbuhan PDB, dengan pengecualian tahun 2011.

mfg-gdp

Perlambatan laju industri manufaktur terjadi tatkala industrialisasi belum mencapai titik matang. Di tengah jalan muncul ambisi melakukan lompatan dengan menerapkan perlindungan berlebihan. Fondasi yang belum kokoh dan dana terbatas ditambah dengan praktek pemburuan rente yang masif turut memperparah krisis 1998.

Sumbangan industri manufaktur baru mencapai 29 persen pada 2001 tetapi sudah mencapai titik puncak dan setelah itu mengalami trend penurunan hingga kini hanya 20,4 persen. Negara-negara Asia Timur & Pasifik baru mengalami penurunan setelah mencapai 37,8 persen dan data terakhir masih 28 persen. China mencapai puncak pada aras 40,1 persen dan kini masih 29,7 persen. Korea yang telah menjema sebagai negara industri maju mencapai titik puncak pada aras 31 persen dan setelah turun sedikit hingga sekarang masih cukup tinggi di aras 29,7 persen. Malaysia dan Thailand mencapai titik tertinggi hampir sama, masing-masing 30,9 persen dan 31,1 persen. Brazil, yang penduduknya lebih banyak dari Indonesia, sumbangan industri manufakturnya terhadap PDB mencapai puncak sebesar 34,6 persen, namun mengalami kemerosotan yang relatif cepat menjadi hanya 11,7 persen pada 2016. Brazil sempat mengalami lost decade dan belakangan ini mengalami penurunan pendapatan per kapita dalam dollar AS yang relatif tajam selama tiga tahun terakhir.

share

Dibandingkan dengan kebanyakan negara dalam kelompok Emerging markets, penurunan sumbangan industri manufaktur dalam PDB di Indonesia berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, sektor jasa menyeruak relatif cepat dan sudah melampaui 50 persen PDB sejak 2010. Pada semester pertama 2017, peranan sektor jasa sudah mencapai 58,2 persen. Indonesia telah menjelma sebagai negara jasa. Sebagai perbandingan, sampai 2015, sektor jasa di China masih seimbang dengan sektor barang, padahal China jauh lebih maju dari Indonesia.

structure

Apakah kinerja industrialisasi yang terseok-seok menyebabkan Indonesia semakin tertinggal dalam memajukan kesejahteraan rakyatnya sebagaimana terlihat pada indikator pendapatan nasional bruto per kapita baik berdasarkan nilai dollar berlaku maupun  paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) ataupun dengan menggunakan indikator PDB per kapita.

12

3

Bolehlah sebagai pelipur lara kita membandingkan ukuran PDB nominal yang menempatkan Indonesia di urutan ke-16 dunia, sehingga kita menjadi satu-satunya negara ASEAN yang masuk sebagai anggota G-20. [Pada Sea Games baru-baru ini di Malaysia, perolehan medali Indonesia di urutan kelima, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.] PDB Indonesia pada 2016 senilai 932 miliar dollar AS, lebih tinggi ketimbang bekas penjajah Belanda, Swiss, dan Saudi Arabia.

Lebih mencolok lagi kalau menggunakan PDB berdasarkan PPP yang mendudukkan Indonesia di posisi ke-8 dunia dengan nilai 3 triliun dollar AS pada tahun 2016. Posisi Indonesia itu lebih tinggi dibandingkan dengan Inggris, Prancis, dan Italia.

 

 

 

 

 

Kestabilan Makroekonomi Membaik, tetapi Pertumbuhan Melemah


thedailystar.net
thedailystar.net from Getty Images

Berbagai indikator ekonomi jangka menunjukkan perbaikan cukup berarti. Amat jarang perbaikan terjadi secara serentak. Laju inflasi menurun hingga di bawah empat persen. Suku bunga acuan Bank Indonesia di era BI rate dan penggantinya (BI 7-day repo rate) sudah sembilan kali diturunkan sejak Januari 2015, yang membuat suku bunga kredit berangsur-angsur turun walaupun belum serendah keinginan pemerintah dan dunia usaha.

Nilai tukar rupiah tergolong sangat stabil. Volatilitas rupiah turun tajam selama empat triwulan berturut-turut, mencapai aras terendah dalam empat tahun terakhir ke aras 2,53 persen pada Mei 2017 dari 16 persen pada 2013. Lihat Bloomberg.

infbirate

 

Cadangan devisa bertambah 16,3 miliar dollar AS dalam delapan bulan terakhir dan mengukir rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 127,8 miliar dollar AS pada akhir Juli 2017.

dev

Ekspor (free on board atau fob) pada Januari-Juli tumbuh dua digit, mengakhiri penurunan terus menerus selama lima tahun sebelumnya (2012-12016)

xpor

Indeks harga saham gabungan sudah 19 kali mengukir rekor baru sejak 17 Maret 2017. Pada penutupan bursa akhir minggu lalu sebelum libur panjang (29/8) indeks saham bertengger di aras 5.888,212, dengan pertumbuhan year-on-year 9,6 persen dan year-to-date 11,2 persen.

Walaupun menunjukkan kinerja positif dengan hampir 20 kali pemecahan rekor hanya dalam lima bulan, imbal hasil saham di Indonesia dalam dollar AS ternyata tercecer di pasar saham global, khususnya di Emerging markets. 

Pada posisi Rabu minggu lalu (30/8), imbal hasil saham Indonesia year-to-date dalam dollar AS hanya 12 persen, tak sampai separuh dari Emerging markets yang mencapai 25,4 persen.

em

Ketika memeriksa kesehatan, suster biasanya terlebih dahulu mengukur suhu tubuh, tekanan darah, dan, kalau perlu, detak jantung. Melihat hasil yang semuanya baik, dokter lantas bertanya kepada pasien: “Keluhan apa yang bapak/ibu rasakan?” Pasien menjawab: “Dok, kalau semuanya baik, mengapa saya sering lemas dan terkadang pusing?”

Keluhan kerap lemas bisa diibaratkan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Di tengah kondisi makroekonomi yang stabil dan membaik, mengapa keseimbangan perekonomian menurun? Sudah memasuki tahun keempat pertumbuhan ekonomi tidak beringsut dari aras 5 persen.

5%

Dokter memutuskan untuk melalukan pemeriksaan lebih lanjut. Pasien diminta menempuh pemeriksaan darah lengkap dan serangkaian pemeriksaan dengan alat canggih untuk mengetahui bagian tubuh mana yang mengalami gangguan.

Kita tunggu hasil pemeriksaan dan analisis dokter.

Kinerja Perikanan di Era Presiden Jokowi


kapal_tenggelam
Penenggelaman kapal asing ilegal di perairan Batam, 20 Oktober 2015.

Sudah puluhan tahun, ribuan kapal ikan asing ilegal amat leluasa menguras kekayaan laut Indonesia. Armada kapal asing itu bahu membahu dengan mafia kelas kakap di dalam negeri yang juga melakukan praktek kotor mengeruk ikan di perairan Indonesia.

Tidak hanya mencuri ikan, mereka juga melakukan berbagai macam tindakan melawan hukum, seperti praktek perbudakan dan atau human trafficking, penyelundupan ke dalam negeri dan ke luar negeri, pemalsuan berbagai dokumen kapal, pelanggaran hukum laut, memasukkan narkoba dan minuman keras, serta menikmati solar bersubsidi dan menjualnya ke luar negeri.

Kerugian akibat praktek illegal, unreported, and unregulated fishing (IUU Fishing) diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah. Sejak awal Presiden sangat lantang hendak menumpas perampok kekayaan laut kita.

Sebagai negara maritim, batapa ironis kalau peranan sektor perikanan di Indonesia sangat kecil. Namun dengan komitmen tinggi menjaga kedaulatan tumpah darah Indonesia dan penegakan hukum tanpa pandang bulu, peranan sektor perikanan lambat laun tapi pasti terus meningkat.

perikanan-share

Peningkatan sumbangan subsektor perikanan tentu saja terwujud karena kekayaan laut kita berhasil lebih banyak kita manfaatkan sendiri, sebaliknya perampokan ikan oleh kapal-kapal asing bisa kita tekan dengan signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan tajam stok ikan nasional dari 7,3 juta ton tahun 2013 menjadi 9,9 juta ton tahun 2015 dan naik lagi menjadi 12,5 juta ton tahun 2016.

Peningkatan kita terjadi karena laju pertumbuhan subsektor perikanan selalu lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional (produk domestik bruto) dan jika dibandingkan dengan semua sektor penghasil barang (tradable sectors). Pertumbuhan subsektor perikanan juga selalu jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan sektor induknya (pertanian).

growth_perikanan

Rakyat pun menikmati sebagaimana terlihat dari kenaikan konsumsi ikan per kapita. Peningkatan itu terjadi merata di seantero negeri, dari Sumatera sampai Papua.

Selama belasan tahun saldo perdagangan (ekspor minus impor) ikan Indonesia lebih rendah dari Thailand dan Vietnam. Gencarnya tindakan peneggelaman kapal asing ilegal–yang tampaknya cukup efektif menimbulkan efek jera–memberikan hasil nyata. Pada tahun 2015, surplus perdagangan ikan Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN. Padahal, pada tahun yang sama, Indonesia terus mengalami defisit pangan, dan defisit itu meningkat pada 2016.

food deficit

Untuk menjaga kesinambungan sumber daya laut kita, pemerintah melarang penggunaan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan. Nelayan-nelayan kecil lebih mudah menangkap ikan. Ikan yang mereka tangkap lebih dekat dari pantai dan ukurannya lebih besar.

Yang lebih penting lagi, kesejahteraan petani cenderung meningkat. Salah satu indikator peningkatan kesejahteraan nelayan perikanan tangkap adalah nilai tukarnya, yaitu perbandingan harga hasil tangkapan dengan harga berbagai kebutuhan yang dibeli oleh nelayan.

Di era pemerintahan Jokowi, nilai tukar nelayan perikanan tangkap menunjukkan tren peningkatan yang berkelanjutan, lebih cepat dibandingkan dengan nilai tukar nelayan secara keseluruhan. Kenyataan ini kontras dengan nasib petani pangan yang selama pemerintahan Jokowi nilai tukarnya mengalami kemerosotan dan berfluktuasi tajam.

ntnt

Jika visi maritim Presiden Jokowi dilaksanakan secara konsisten, sektor kelautan dan perikanan niscaya berpotensi memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan bangsa. Lautan kita secara alamiah sudah merupakan jalan tol gratis tanpa hambatan, tidak perlu aspal, semen, dan besi untuk mewujudkanny. Laut juga mampu menjadi sumber protein utama mengimbangi peran daging sapi yang harganya tak kunjung turun secara berarti dari tingkat yang relatif tinggi dan daging ayam serta telur yang harganya kerap berfluktuasi.

Sudah barang tentu ada segelintir orang atau pengusaha perikanan yang terkulai akibat tindakan tegas pemerintah dan penegakan hukum tanpa pandang. Ada ratusan kapal besar yang terbiasa mengeruk kekayaan laut kita secara ugal-ugalan. Ratusan kapal besar itu dimiliki oleh hanya puluhan orang atau perusahaan. Mereke berteriak lantang menggunakan mulut dan kekuatan orang atau pihak lain. Di masa lalu mereka menikmati keuntungan luar biasa besar. Dengan kekuatan uang mereka bisa bermanuver untuk menyingkirkan penghalang-penghalang mereka. Mereka sekarang mulai unjuk kekuatan menyerang balik.

Waspada. Waspada. Waspada.

Berjayalah Indonesiaku. Jalesveva jayamahe.

 

 

 

 

 

Quiz Produk Makanan dan Minuman


c2Jika mengunjungi pasar swalayan atau minimarket, kita dengan mudah menemui kuaci yang diolah dari biji bunga matahari dengan kemasan berbahasa Indonesia. Susuri rak demi rak, kita akan menemukan beragam cemilan. Untuk jenis kacang-kacangan, berjejer produk Garuda dan Dua Kelinci. Keduanya merupakan unggulan di pasar. Persaingan di antara keduanya sangat tajam. Iklannya kerap muncul di televisi, terutama pada siaran langsung olahraga.

Beberapa merek lain mulai unjuk gigi. Di antaranya dengan merek ChaCheer, sama dengan merek kuaci. Silakan terka dari mana asal kuaci dan kacang tanah itu. Yang pasti, bahan baku kuaci dan kacang tanah tersedia cukup melimpah di Tanah Air.

c23

Jawab: buatan China.

Jenis kacang-kacangan yang lebih beragam hadir dengan merek Tong Garden. Hampir semua jenis kacang yang tertera di gambar tersedia di Indonesia. Kita merupakan negara produsen jambu mente terkemuka di dunia. Di mana lokasi pabrik Tong Garden?

tg

Jawab: di Malaysia.

Produk kacang-kacangan bermerek Camel tidak kalah beraneka dengan kemasan yang lebih menarik. Ada mente, kacang kulit, kacang kupas atau kacang asin, dan kacang campur serta kacang camour buah. Diolah di mana gerangan produk kacang-kacangan Camel itu?

camel

Jawab: manufacted in Singapore.

Jika masih punya waktu luang, jangan lewatkan menengok lemari berpendingin yang berisi beraneka produk minuman dalam kemasan. Tengok jejeran kopidingin. Saya menemukan produk bermerek Mr. Brown. Dari mana Brown berasal?

brown

Jawab: dari Taiwan.

Bergeser ke lemari berpendingin yang berdekatan. Kita leluasa memilih berbagai jenis minuman. Tiga jenis minuman botol plastik yang cukup eksotik di bawah dibuat dimana?

taiwan

Jawab: di Taiwan.

Masih banyak lagi produk sejenis dari sejumlah merek yang lebih beraneka. Ada keluaran Nestle, ada pula yang bermerek dagang FOCO. Nestle memiliki pabrik di berbagai negara. Yang di bawah ini, baik Nestle dan FOCO berasal dari negara yang sama. Negara mana?

fo

Jawab: Thailand.

Kumpulan produk terakhir berikut mungkin sudah lebih kerap dijumpai dan sudah cukup lama beredar serta lebihluas jangkauan pasarnya. Minuman dalam kaleng bermerek Yeos berasal dari tempat yang sama dengan dua produk lainnya. Buatan manakah ketiga produk itu?

mal

Jawab: buatan Malaysia.

Komponen utama hampir semua produk minuman dalam kemasan itu adalah air dan gula. Kita sejatinya memiliki keunggulan absolut atau keunggulan komparatif.

Untuk cemilan sepertikacang kulit, apa modal yang dimiliki Singapura? Tidak ada yang menanam kacang tanah di sana. Lahan dan buruhnya mahal.

Ada yang berminat menguakkan misteri ini?

Penjualan Otomotif Naik, Pick Up dan Truk Masih Terus Menurun


FUSO_Trucks
centraltt.com

Penjualan kendaraan bermotor roda-4 ke atas tahun 2016 kembali meningkat setelah selama dua tahun berturut-turut sebelumnya mencatatkan pertumbuhan negatif. Pada periode 2007-2013 pertumbuhan penjualan otomotif sangat pesat, 23,6 persen rata-rata setahun. Salah satu penyebab penurunan penjualan otomotif selama 2014-2015 adalah kebijakan Bank Indonesia menaikkan LTV (loan-to-value ratio).

Peningkatan penjualan otomotif terbantu oleh kenaikan tajam penjualan LCGC dan tipe 4X2 yang sebetulnya lebih banyak berfungsi sebagai kendaraan penumpang. Kedua jenis kendaraan penumpang ini menggerus pangsa sedan.

car_sales_composition

Tidak seperti kendaraan penumpang, kendaraan komersial jenis pick up dan truk masih saja meneruskan kecenderungan menurun hingga 2016. Penjualan pick up dan truk mencapai angka tertinggi tahun 2013.

trucks

Penyebab penurunan penjualan pick up dan truk antara lain adalah penurunan ekspor dan impor barang selama lima tahun berturut-turut (2012-2016). Penurunan ekspor terutama disebabkan oleh kemerosotan ekspor komoditas primer seperti batubara, karet, timah, dan minyak sawit.

Kemerosotan kendaraan angkutan terkonfirmasi pula dari pola pertumbuhan produk domestik bruto. Sektor-sektor yang tumbuh pesat adalah sektor jasa, sedangkan sektor barang (pertanian, pertambangan, industri manufaktur) hampir selalu lebih rendah dari pertumbuhan PDB. Sektor tradable ini hanya tumbuh sekitar separuh dari pertumbuhan sektor non-tradable (jasa).

Ada tanda-tanda tahun 2017 penjualan kendaraan komersial, termasuk pick up dan truk, berpotensi naik kembali sejalan dengan peningkatan ekspor yang cukup pesat selama dua bulan terakhir (Januari-Februari).

Blog at WordPress.com.

Up ↑