Indonesia Menuju Negara Corporatocracy?


Demi investasi, apa saja sudah ┬ádan akan diberikan oleh pemerintah. Pertama, Tak cukup dengan tax holiday┬ásampai selama 20 tahun dan super tax deductable, melainkan pemerintah juga akan menurunkan tarif PPh Badan secara bertahap dari 25 persen yang berlaku dewasa ini menjadi 22 persen pada tahun 2021 dan 2022, lalu menjadi 20 persen mulai tahun 2023.…

Pekerja Informal Meningkat: Pertanda Apa?


Walaupun pertumbuhan ekonomi sejak 2012 mengalami trend melemah, tingkat pengangguran terbuka justru menurun. Sebaliknya, pada kurun waktu 2002-05 pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi tingkat pengangguran terbuka juga naik. Sejak 2006, tingkat pengangguran cenderung turun menjauh dari fluktuasi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan  ekonomi yang semakin digerakkan oleh sektor jasa (non-tradable) ternyata menghasilkan lebih banyak pekerja informal. Tekanan di…

Mendeteksi Akar Ekonomi dari Radikalisme dan Disharmoni Sosial


Pemerintah mengklaim selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK berhasil mengurangi tingkat ketimpangan sebagaimana tercermin dari penurunan nisbah Gini (Gini ratio). Bahkan pada Maret 2016, nisbah gini sudah turun di bawah 0,4, yang berarti tingkat ketimpangan tergolong baik. Nisbah gini antara 0,4 sampai 0,5 masuk kategori ketimpangan sedang; dan di atas 0,5 tergolong ketimpangan buruk. ┬čKecenderungan ketimpangan…

Implikasi Transformasi Perekonomian Indonesia yang Terlalu Dini


Struktur perekonomian mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pengalaman banyak negara menunjukkan pada tahapan awal pembangunan, sektor pertanian dan/atau sektor primer mendominasi perekonomian. Jika transformasi berlangsung lancar, pertumbuhan sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya lewat peningkatan produktivitas. Sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan teknologi, peranan sektor pertanian/sektor primer mengalami penurunan. Sektor sekunder,…

Mau Pacu Produktivitas? Benahi Ketenagakerjaan


Perubahan struktur perekonomian yang tidak mengikuti pola normal akan membawa konsekuensi pada struktur ketenagakerjaan. Penurunan peranan sektor pertanian dalam produk domestik bruto (PDB) yang tidak diiringi oleh akselerasi industrialisasi membuat pilihan pekerja semakin sangat terbatas, nyaris kecil pindah dari pekerja informal menjadi pekerja formal mengigat tingkat pendidikan mereka sangat rendah. Sektor pertanian lambat laun bertransformasi…

Petani dan Buruh Tani Menciut, Pindah Kemana?


Jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian terus menurun, dari 39,22 juta pada tahun 2013 menjadi 38,97 juta pada tahun 2014 dan turun lagi menjadi 37,75 juta pada tahun 2015. Usia rerata petani semakin tua. Generasi muda merosot minatnya menjadi petani. Lembaga pendidikan tinggi pertanian memperluas bidang studi ke nonpertanian. Sarjana sekolah pertanian semakin banyak…

Fenomena Too Poor to be Unemployed dan Memacu Produktivitas Mereka


Pada tulisan sebelumnya (Profil Pendidikan Penganggur yang “Aneh”) terlihat angka pengangguran paling rendah adalah pada kelompok pendidikan SD ke bawah, menyusul kemudian kelompok tamatan sekolah menengah pertama. Sebaliknya, kedua kelompok terbawah inilah yang merupakan mayoritas pekerja walaupun porsinya terus menurun. Pada tahun 2013, porsi pekerja tamatan sekolah menengah pertama ke bawah sebesar 66 persen. Pada…

Profil Pendidikan Penganggur yang “Aneh”


Pada Agustus 2015 angka pengangguran mencapai 6,18 persen, naik dibandingkan Agustus 2014 sebesar 5,94 persen. Dibandingkan dengan Februari 2015 pun naik, demikian pula jika dibandingkan Februari 2015 dengan Februari 2014, masing-masing 5,81 persen dan 5,70 persen. Untuk mengurangi bias karena faktor musiman, perbandingan sebaiknya dilakukan dengan bulan yang sama. Angka pengangguran tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan…