Gentayangan


contravener.com

Gentayangan

Hidup tetapi sekedar jasad

Berotak tetapi kehilangan akal sehat

Berucap tetapi bertolak makna

Tersenyum tetapi untuk meluapkan dendam

*

Tidak menerangi

Apalagi mencerahkan

Kelam hatimu

Kusam parasmu

*

Gerombolan teriakkan jargon bagai buih

Gelorakan kebencian

Di tengah kerumunan pucat pasi

Yang kehilangan asa

*

Di seberang sana

Anak-anak bernyanyi

Menebar asa

Dengan percaya diri

*

Harimu bukan hariku

Ku tak mau menatap ke belakang

Karena itu adalah jejakmu

Ku ingin masa depan

*

Himpunan yang berserakan

Membentuk barisan

Siap menjelajah

Merenggut masa depan

*

Selangkah demi selangkah

Merajut harapan

Penuh kasabaran

Menjejakkan kaki di bumi

***

Tak lagi ku kenali


Bukan karena tidak sepaham dengan seseorang lantas kita memusuhinya.

Bukan karena tidak sekeyakinan dengan seseorang kita memperlakukannya dengan tidak adil.

Bukan karena seseorang pernah mencerca lantas kita menistanya dan memupuk dendam.

Bukan karena seseorang memusuhi kita lantas kita tidak menyapanya.

Nilai-nilai kemanusiaan melampaui perbedaan pandangan politik.

Nilai-nilai demokrasi melampaui kepentingann partai.

Prinsip melampaui pilihan politik

Kebenaran di atas siasat.

Persaingan politik sejatinya untuk membuat negara lebih baik, bukan untuk memecah belah.

Pertarungan politik adalah penawaran gagasan-gagasan baru, bukan penajaman perbedaan yang menyuburkan sekat-sekat.

Pemilihan umum adalah untuk menghadirkan kontrak politik baru bagi kemajuan bangsa.

Kampanye bukan mengumbar janji palsu.

***

Bayang-bayang itu timbul tenggelam.

Kadang menyembul nyata tapi kerap bersembunyi dalam ego.

Ke arah mana kaki ini hendak dilangkahkan.

Kala tempat berteduh tidak lagi menghadirkan kesejukan.

Tetapi

Asa harus terus dibentangkan

Kekuatan berserakan harus dihimpun

Semangat harus terus digelorakan

Bagi perubahan yang menyejahterakan

Jakarta, 16 September 2018

Transformasi


republika.co.id dari AP Photo:Hassan Ammar
Republika.co.id dari AP Photo / Hassan Ammar
arafah
Kompas.com dari AFT Photo / Fayez Nureldine

Dua helai kain putih membalut tubuh

Seperti itu pula kala jasad menyatu dengan tanah

Bersih dari harta benda dan perhiasan

Memanjatkan doa dan ampunan

Lemparilah nafsu duniawi

Lumatkan iri dan dengki

Usirlah sifat kikir dan kufur nikmat

Benamkan sombong dan keangkuhan

Merdeka Bukan untuk Suka-suka


Mari raih kemenangan

Melawan para koruptor

Melawan para pendukung koruptor

Tidak berteman dengan koruptor

Kobarkan perang

Menentang perilaku korup

Yang membuat orang miskin semakin papa

Yang membuat kaum tak berdaya kian terpinggirkan

Yang membuat Negeri kian dibelit utang

Koruptor tak kunjung jera

Menari di tengah derita rakyat

Koruptor hidup berfoya-foya

Sementara petani terkikis daya belinya

Koruptor melarikan hasil jarahannya ke luar negeri

Membuat wajah perekonomian pucat pasi

Hanya ada satu kata

LAWAN

Hanya ada satu tekad

BASMI

Setelah Fitri Kembali


Mari raih kemenangan

Melawan para koruptor

Melawan para pendukung koruptor

Tidak berteman dengan koruptor

Kobarkan perang

Menentang perilaku korup

Yang membuat orang miskin semakin papa

Yang membuat kaum tak berdaya kian terpinggirkan

Yang membuat Negeri kian dibelit utang

Koruptor tak kunjung jera

Menari di tengah derita rakyat

Koruptor hidup berfoya-foya

Sementara petani terkikis daya belinya

Koruptor melarikan hasil jarahannya ke luar negeri

Membuat wajah perekonomian pucat pasi

Hanya ada satu kata

LAWAN

Hanya ada satu tekad

BASMI

Kupu Kupu Hitam Berkedok Hitam


kupu2

Hitam kelam warnanya // Kenakan topeng hitam pula // Tak berani tampilkan sosok seutuhnya

Ia hinggap sejenak merapikan posisi topengnya // Seraya menghirup sari pati bunga hingga kering melayu // Tak seorang pun tahu, pikirnya

Mengembara di kebun bunga // Mencari lembayung gemulai // Hitam tetap hitam

Dari kejauhan ia melihat rangkaian melati pancarkan pesona // Melati putih sibakkan diri, tak rela disentuh // Muak dengan keangkuhannya

Semerbak melati tak kuasa menyingkirkan bau anyir kupu kupu hitam // Karena terbiasa di kerumunan lalat // Karena yang ia tahu hanya memangsa bangkai

***

Selepas Berpuasa


Lapar dan dahaga sebulan penuh

Mengingatkan derita kaum papa

Memperkokoh kesadaran dan solidaritas

Bagi sesama yang kekurangan

Lahirkan kebahagiaan hakiki

Ketika bisa membahagiakan orang banyak

Blog di WordPress.com.

Atas ↑