Penguatan Kelembagaan Hilir Migas sebagai Ujung Tombak Industrialisasi dan Peningkatan Daya Saing Nasional*


Persoalan hangat yang selama ini mendominasi diskursus dunia minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia adalah cost recovery, lifting, pro-kontra rezim kontrak yang berlaku sekarang (production sharing contract), dan model tata kelola (“dua kaki” atau “tiga kaki”). Persoalan-persoalan itu menunjukkan bias hulu, karena memang istilah-istilah itu dipakai dalam kegiatan hulu migas. Padahal, produksi minyak mengalami…

Kontroversi Larangan Ekspor Bauksit


Kantor berita ternama Reuters menurunkan berita berjudul “Russia’s leading role in the Indonesian mining revolution.” perusahaan metal raksasa Rusia, United Company Rusal and Norilsk Nickel, melakukan kampanye lobi (lobbying campaign) selama enam bulan pada tahun 2014.  Mereka sesumbar: “We will only invest billions of dollars in smelters if you ban bauxite and nickel ore exports.” Berita…

Riak Pembubaran Petral


Pada hari Selasa sore, 19/05/2015) saya diundang Berita Satu TV mengisi acara DBS (Don Bosco Selamun) “To The Point” bertajuk Riak Pembubaran Petral. Acara ini direkam dan tayang malam harinya. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pengasuh acara yang juga pemimpin redaksi Berita Satu TV itu sangat lugas, betul-betul to the point. Rekaman berlangsung lancar. Cuplikan wawancara bisa diunduh di…

Pembubaran Petral Ibarat Bakar Sarang Tawon


KOMPAS.COM, Minggu, 17 Mei 2015 | 21:51 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Keputusan pemerintah membubarkan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dinilai layaknya membakar sarang tawon. Pasca-pembubaran itu, kata pengamat ekonomi Faisal Basri, orang-orang di Petral mulai menyebar ke berbagai lini. Bahkan, ada yang masuk ke lingkaran satu Presiden Joko Widodo. “Ini ibarat sarang tawon kita bakar.…

Concerns over Jakarta’s policy changes


Concerns over Jakarta’s policy changes Wahyudi SoeriaatmadjaThe Straits Times Saturday, May 16, 2015 Mr Faisal Basri, head of Indonesia’s reform team for the oil and gas sector, has said that expiring oil and gas concession contracts should be given to state-owned oil company PT Pertamina to manage, except in cases of reciprocity.  0  0  0 0…

Presiden Minta Petral Diaudit


Presiden Minta Petral Diaudit Dalam Tiga Bulan, Pertamina Menghemat 22 Juta Dollar AS Kompas, Minggu, 17 Mei 2015, hal.1 dan 15. JAKARTA, KOMPAS — Untuk mengungkap beragam tuduhan penyimpangan impor minyak mentah dan anggaran negara selama Pertamina Energy Trading Ltd berdiri, Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan audit atau penyelidikan…

Rekomendasi Final Tim Reformasi Tata Kelola Migas: Memperkokoh Kelembagaan Sektor Migas Indonesia


Pengantar: Tim Reformasi Tata Kelola Migas telah menyelesaikan rekomendasi final di ujung masa tugasnya dan telah memaparkan kepada publik pada 13 Mei 2015. Di dalam Laporan itu tercantum pula tiga rekomendasi yang telah dihasilkan Tim, tercantum dalam Lampiran 2, Lampiran 3, dan Lampiran 4. Laporan dalam bentuk pdf  bisa diunduh di Rekomendasi_final. Semoga bermanfaat. Terima…

Keganjilan Bisnis LPG*


Subsidi bahan bahan minyak (BBM) dipangkas, subsidi LPG 3 kg semakin membengkak. Tahun 2015 APBN mengalokasikan subsidi LPG 3 kg sebesar Rp 28,3 triliun. Pertumbuhan konsumsi LPG 3 kg cukup tinggi, yakni 15 persen per tahun. Untuk mengantisipasi kelangkaan, pemerintah menaikkan subsidi LPG 3 kg menjadi 5,766 juta ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2014 sebesar…

Ketimpangan Ekonomi Antar Pulau


Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2015 sebesar 4,7 persen, turun cukup tajam dibandingkan dengan triwulan IV-2015 maupun keseluruhan tahun 2014 sebesar 5,0 persen. Kinerja paling buruk dialami Kalimantan yang pada triwulan I-2015 hanya tumbuh 1,1 persen. Penurunannya pun paling tajam dibandingkan pertumbuhan tahun 2014 sebesar 3,2 persen. Berarti merosot sebesar 210 basis poin. Terburuk kedua adalah…

Trend Pertumbuhan Terus Melambat


Laju pertumbuhan ekonomi yang terus melambat harus diwaspadai. Kecenderungan perlambatan terjadi sejak empat tahun lalu atau triwulan I-2011. Kemerosotan mencapai titik terendah sebesar 4,71 persen pada triwulan I-2015. Inilah angka pertumbuhan terendah dalam lima setangah tahun terakhir. Saatnya untuk introspeksi desain kebijakan makroekonomi. Kebijakan moneter dan fiscal harus padu, jangan saling mengeliminasikan. Kedua kebijakan itu…