Kategori: Ekonomi Politik

76 Tahun Merdeka: Utang Kian Membubung dan Mencekik


Nota Keuangan dan RAPBN 2022 yang disampaikan Presiden kepada DPR pada 16 Agustus lalu menjadi sajian pahit dalam menyongsong hari kemerdekaan ke-76. Dalam naskah itu tertera pada akhir tahun 2022 utang pemerintah pusat akan mencapai Rp8,11 kuadriliun. Ini berarti kenaikan luar biasa dibandingkan pada akhir pemerintahan SBY-JK sebesar Rp2,61 kuadriliun atau kenaikan lebih dari tiga

Lanjutkan membaca

Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi


Catatan: Tulisan ini adalah versi draft yang diserahkan kepada LP3ES yang menerbitkan kumpulan pemikiran berjudul Demokrasi Tanpa Demos yang baru saja terbit. *** DEMOKRASI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Faisal Basri “… I wish to assert a much more fundamental role for institutions in societies; they are the underlying determinant of the long-run performance of economies.”  (Douglass C.

Lanjutkan membaca

Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi


Pada 19 Agustus mendatang LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) berusia setengah abad. Untuk terus memperluas pemahaman publik terkait isu demokrasi terkini di Indonesia yang tengah mengalami tren kemunduran, LP3ES menyelenggarakan Forum 100 Ilmuwan Sosial dan Politik dalam bentuk webinar mingguan yang diikuti dengan penulisan buku. Saya diundang untuk menjadi salah satu

Lanjutkan membaca

Manisnya Impor Gula, Dapat “Rente” Bisa Puluhan Triliun


Sejak zaman Kolonial hingga tahun 1967, Indonesia merupakan negara pengekspor gula, bahkan sempat sebagai pengekspor gula terpandang, nomor dua setelah Kuba. Bertahun-tahun gula menjadi sumber penerimaan ekspor terbesar bagi penjajah Belanda. Sentra produksi utama adalah Jawa Timur di sepanjang Sungai Brantas. Kini Jawa Timur masih tetap dominan, menyumbang sekitar separuh dari produksi gula nasional. Ironinya,

Lanjutkan membaca

Mau Impor Beras Besar-besaran Lagi: Pemburuan Rente Lagi, Rente Lagi


[Diperbarui dan ditambahkan pada 17 Maret 2021 ⏱06:29] Tak ada halilintar, tak ada guruh, tiba-tiba pemerintah hendak mengimpor beras dalam jumlah cukup besar tahun ini–satu juta ton, separuhnya untuk meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) dan separuh lagi untuk memenuhi kebutuhan Bulog. Rencana impor beras itu dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian minggu lalu. Bahkan Menteri

Lanjutkan membaca

Sesat Pikir Program Biodiesel


Gatot A. Putra dan saya melakukan kajian tentang dampak makroekonomi Program Biodiesel. Kami menghitung dampak program ini terhadap transaksi perdagangan luar negeri Indonesia (ekspor dan impor), dampak fiskal (pajak ekspor atau bea keluar, bea sawit, dan subsidi), serta kebutuhan tambahan lahan jika pogram ini diterapkan secara penuh. Kajian kami menyimpulkan program biodiesel jauh lebih banyak

Lanjutkan membaca

Ekonomi Politik Kebijakan Perekonomian Indonesia (Audio)


Pengantar: Book Dialogue feat. Faisal Basri: Terobosan Baru atas Perlambatan Ekonomi Sejarah perekonomian Indonesia memang dinamis dan menarik. Meski sudah merdeka sejak 1945, kita baru membangun di era kabinet Djuanda pada tahun 1957. Kemudian, momentum pembangunan berpuntir sampai tahun 1998. Namun, kelembagaan politik tidak diperkuat dan kita jatuh di tahun 1998. Indonesia sudah bangkit, namun

Lanjutkan membaca

Saatnya Ada Panglima Perang Purnawaktu Taklukkan Wabah COVID-19


Menghadapi wabah COVID-19 bisa dianalogikan dengan perang. Dalam peperangan, niscaya ada panglima perang yang mendedikasikan segenap jiwa dan raganya melawan musuh tanpa dibebani pekerjaan lain. Dalam perang butuh mobilisasi prajurit dan logistik a la perang, bukan dengan cara-cara biasa dalam keadaan normal. Untuk kebutuhan perang, segala sumber daya yang ada didedikasikan untuk perang. Kapasitas pabrik

Lanjutkan membaca

Presiden Dibohongi Mentah-mentah


“Biji nikel telah bisa diolah menjadi ferro nikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium. Hal ini  akan memperbaiki defisit transaksi berjalan kita, meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil. Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia,  dan produsen teknologi

Lanjutkan membaca
35 komentar

Saatnya Bangun Ekonomi dengan Otak, Ga Cuma Otot


Cokro TV | Ekonomi Politik Faisal Basri | Episode 20 Sejak kemerdekaan Indonesia, tingkat produktivitas Indonesia belumlah mengalami peningkatan yang optimal. Salah satunya disebabkan karena kurangnya sentuhan teknologi dan pengembangan riset. Mengapa itu penting? Simak penjelasan lengkap Faisal Basri di Ekonomi Politik Faisal Basri hanya di Cokro TV. —Redaksi Cokro TV