Monthly Archives: June 2015

Sunyi dan Sepi


Ramai tapi sepi diri Terang tapi tak menerangi Bersama tapi saling diam Bermata tapi tak melihat Berilmu tapi tak beramal Berkaki tapi tak melangkah Bertangan tapi tak berbuat Bermulut tapi tak berkata benar Bertelinga tapi tak mau mendengar Berhidung tapi … Continue reading

Posted in Humaniora | Leave a comment

The Sound of Silence


Lirik lagu “The Sound of Silence” sangat menyentuh. Paul Simon menuliskannya beberapa bulan antara tahun 1963-1964 ketika berusia 22 tahun. Penulis lagu dan penyanyi dengan tinggi 1,55 meter yang lahir 13 Oktober 1941 di Newark, New Jersey, boleh jadi menulis … Continue reading

Posted in Humaniora | 3 Comments

Ancaman Ketahanan Pangan


Sejak tahun 2007 Indonesia memasuki era baru, era defisit produk pertanian. Impor produk pertanian lebih besar ketimbang ekspor produk pertanian. Pemburukan sektor pangan kita tercermin dari kemerosotan peringkat global food security index, dari urutan ke-64 (2012) menjadi ke-66 (2013) dan ke-72 … Continue reading

Posted in Agriculture, Development | 4 Comments

Sesat Pikir Pembebasan PPnBM


Rasanya tak ada seorang pun pergi ke Singapura hanya untuk membeli tas Louis Vuitton atau sadel kuda, atau arloji mewah atau minyak wangi ternama yang harganya tergolong mahal itu. Hendak mengerdilkan Singapura dengan mengajak warga Indonesia membeli barang-barang mewah itu di … Continue reading

Posted in Public Policy, Salah Kaprah, Sesat Pikir | 1 Comment

Sisi Positif Pembebasan PPnBM


Ketentuan pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) atas sejumlah barang seperti parfum, sadel kuda, peralatan golf, dan tas Louis Vuitton menimbulkan reaksi pedas. Kebijakan itu dipandang sangat memanjakan kelas atas. Semakin miris kalau bertujuan mendongkrak daya beli kelas atas karena … Continue reading

Posted in Industri, Makroekonomi, Public Policy | 2 Comments

Secara Teknis, Rupiah Harusnya Tak Separah Sekarang


Nilai tukar rupiah kembali terperosok ke tingkat terendah pada hari Rabu (17/6) lalu, yaitu Rp 13.367 per dollar AS. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menganggap pelemahan rupiah akibat kondisi penguatan dolar AS atau yang sering disebut dengan ‘super dollar’. Karena banyak mata uang … Continue reading

Posted in Ekonomi Internasional, Financial Sector, Makroekonomi | 20 Comments

Benarkah Daya Beli Masyarakat Merosot?


Sedemikian khawatirnya pemerintah terhadap sinyalemen kemerosotan daya beli masyarakat (private consumption) sampai-sampai menghapuskan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sebesar 40 persen atas barang-barang bermerek, dari parfum, sadel kuda, peralatan golf, hingga tas Louis Vuitton. Daya beli dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat dan … Continue reading

Posted in Makroekonomi, Salah Kaprah, Sesat Pikir | 14 Comments