Buyback Saham Sama Saja dengan Menggarami Laut


Menteri BUMN memerintahkan BUMN yang melantai di bursa melakukan buyback sahamnya (lihat berita bertajuk “Pemerintah Akan “Buyback” Saham BUMN Rp 10 Triliun Besok – Kompas.com http://kom.ps/AFtKlw). Informasi yang saya peroleh dari kalangan istana, tidak ada pembicaraan resmi di antara para menteri ekonomi dan Presiden tentang langkah Menteri BUMN ini. Apakah langkah itu merupakan inisiatif Rini sendiri? Entahlah.

Lebih parah lagi kalau mengunakan dana pensiun seperti tertera di berita @cnnindonesia: “Buyback Saham, Menteri Rini Minta BUMN Gunakan Dana Pensiun”  (http://cnn.id/74489). Uang dana pensiun bukan milik pemerintah atau BUMN. Uang pensiun adalah milik peserta dan hanya dikelola semata-mata untuk kepentingan anggota/peserta. Pengelola dana pensiun bertindak hanya untuk kepentingan terbaik anggotanya. Jika dana pensiun membeli saham, keputusannya dilakukan secara profesional oleh pengelola dana pensiun itu dengan pertimbangan matang demi hasil terbaik bagi peserta. Itu merupakan fiduciary duty dari pengelola dana pesiun.

Mengapa buyback dalam keadaan gonjang-ganjing ekonomi dunia ibarat menggarami lautan? Tengok saja kondisi pasar saham dunia pada akhir April 2015. Hampir semua negara maju dan emerging markets menikmati imbal hasil positif dalam dollar AS.

aapril

Namun, setelah gejolak besar di China, ketika indeks saham Shanghai melorot 8,5 persen, harga saham di hampir seluruh dunia pun berguguran. China yang bergelimangan dana tak kuasa menahan kemerosotan harga sahamnya. Jika pada akhir April indeks saham China (SSEA) paling perkasa di dunia, pada 26 Agustus menderita pertumbuhan negatif 12,4 pesen. Hanya segelintir negara yang mencatatkan pertumbuhan positif.

Posisi Indonesia di kedua titik waktu itu berada di kelompok terburuk bersama dengan Yunani, Turki, dan Brazil.

aaugustHari Kamis (27/8), indeks saham Indonesia mengalami rebound cukup tinggi, yakni 193 poin atau 4,6 persen. Apakah kenaikan ini karena buyback? Tanpa buyback pun, indeks saham kita bakal cenderung menguat sebagaimana terjadi di hampir semua pasar saham dunia. Indeks Shanghai naik 5,34 persen, Hang Seng naik 3,6 persen, Jerman DAX naik 3,18 persen, dan Prancis CAC 40 naik 3,49 persen.

Dalam kondisi pertumbuhan melambat dan laju investasi sangat rendah, sangat bijak kalau dana BUMN digunakan untuk investasi. Kalau BUMN memiliki dana valuta asing, segerakan tukar ke rupiah.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Ekonomi Internasional, Financial Sector, News, Public Policy, Salah Kaprah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s