Penulis: faisal basri

Indonesia Turun Kelas, Kembali ke Lower-Middle Income


Indonesia baru saja naik kelas tahun 2019 dari negara berpendapatan menengah-bawah menjadi negara berpendapatan menengah-atas. Karena baru naik kelas, tentu saja posisi Indonesia masih dekat ke batas bawah, hanya selisih 5 dollar AS. Indikator yang dipakai adalah gross national income (GNI) per capita. Tiba-tiba pandemi menerjang, sehingga tahun 2020 mendadak sontak turun kelas, kembali dengan

Lanjutkan membaca

Gerakan Mahasiswa dan Pengkhianatan Kaum Intelektual


Pada Jumat, 2 Juli 2021, Narasi Institute menyelenggarakan Zoominari Kebijakan Publik bertajuk persis dengan judul postingan ini. Tajuk ini diangkat dengan latar belakang pemanggilan Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, dan sejumlah pengurus lainnya sebagaimana tertera dalam surat panggilan kepada mereka. Peristiwa itu lantas menguakkan kondisi UI secara umum belakangan ini. Diskusi dari awal hingga

Lanjutkan membaca

Kontroversi di Seputar RUU Ketentuan Umum Perpajakan, Khususnya tentang Pajak Pertambahan Nilai


Pada 1 Juli 2021, saya diundang oleh Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi (PATAKA) dalam webinar bertajuk “Dampak RUU KUP terhadap Industri Strategis Nasional.” Kalangan pengusaha perunggasan resah RUU ini bakal berdampak pada usaha mereka mengingat produk mereka tergolong sembako yang selama ini tidak dikenakan PPN. Pembahasan saya bisa diaksed di Youtube pada menit 50:00.

Lanjutkan membaca

Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi


Pada 19 Agustus mendatang LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) berusia setengah abad. Untuk terus memperluas pemahaman publik terkait isu demokrasi terkini di Indonesia yang tengah mengalami tren kemunduran, LP3ES menyelenggarakan Forum 100 Ilmuwan Sosial dan Politik dalam bentuk webinar mingguan yang diikuti dengan penulisan buku. Saya diundang untuk menjadi salah satu

Lanjutkan membaca

Manisnya Impor Gula, Dapat “Rente” Bisa Puluhan Triliun


Sejak zaman Kolonial hingga tahun 1967, Indonesia merupakan negara pengekspor gula, bahkan sempat sebagai pengekspor gula terpandang, nomor dua setelah Kuba. Bertahun-tahun gula menjadi sumber penerimaan ekspor terbesar bagi penjajah Belanda. Sentra produksi utama adalah Jawa Timur di sepanjang Sungai Brantas. Kini Jawa Timur masih tetap dominan, menyumbang sekitar separuh dari produksi gula nasional. Ironinya,

Lanjutkan membaca

Setahun Pandemi COVID-19: Cerminan Pemerintah Mengelola Perekonomian


Sudah genap setahun wabah COVID-19 secara resmi melanda Indonesia dan jumlah kasus terkonfirmasi telah menembus satu juta warga sejak 26 Januari 2021, namun tak kunjung hadir strategi untuk memerangi dan menjinakkannya. Padahal, perang melawan pandemi jauh lebih pelik ketimbang perang konvensional. Negara-negara maju dengan kemampuan persenjataan paling canggih sekalipun sempat limbung dibuatnya. Dalam peperangan konvensional

Lanjutkan membaca

Hitam Kian Pekat


Ketika bicara sekedar bibir bergerak Lidahnya kelu hadirkan kata-kata dari lubuk hati Janji sekedar diucap Tindakan bertolak belakang * Ketika kesadaran tak membuahkan tindakan Dikerangkeng oleh hulubalang berbulu landak Yang senantiasa menjilat-jilat bokong majikannya Mengelu-elukan kesesatan. *** Jakarta, 16 Maret 2021

Mau Impor Beras Besar-besaran Lagi: Pemburuan Rente Lagi, Rente Lagi


[Diperbarui dan ditambahkan pada 17 Maret 2021 ⏱06:29] Tak ada halilintar, tak ada guruh, tiba-tiba pemerintah hendak mengimpor beras dalam jumlah cukup besar tahun ini–satu juta ton, separuhnya untuk meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) dan separuh lagi untuk memenuhi kebutuhan Bulog. Rencana impor beras itu dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian minggu lalu. Bahkan Menteri

Lanjutkan membaca

Artidjo Alkostar: Kisah Teladan yang Tak Ada Duanya


Catatan: Dua tahun lalu, Haris Munandar dan saya menerbitkan buku berjudul “Kisah-kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa.” Dua puluh tiga tokoh bangsa kami kisahkan. Satu-satunya tokoh yang masih hidup kala itu adalah DR. Artidjo Alkostar. Sungguh hampir mustahil menemukan sosok pajabat tinggi sesederhana beliau. Kalimat terakhir kami dalam buku itu: “Panjang umur, Pak Hakim.” Ternyata Sang

Lanjutkan membaca

Hampa


Berjalan di atas awan Bayang-bayang bumi terlihat sesekali Wajah rembulan gelap pekat * Tatkala mentari menampakkan sosoknya  Menyapa dengan kemilaunya Awan bergegas menyingkir * Pemimpi kehilangan pijakan Seketika melayang-layang Terhempas di tengah samudera tak berbatas. * Ditelan ombak bergelung-gelung Sirna tak berbekas *** Jakarta, 6 Januari 2021