Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kembali Terkoreksi


world
Source: theday.co.uk

Selasa kemarin (9/10), International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2018 dan 2019 masing-masing dari 3,9 persen yang tercantum dalam World Economic Outlook update Juli 2018 menjadi 3,7 persen dalam World Economic Outlook (WEO) terbaru. Sekalipun prospek pertumbuhan ekonomi dunia mendatar, namun tetap lebih tinggi ketimbang pertumbuhan selama kurun waktu 2012-2016. Hampir semua kawasan mengalami koreksi ke bawah. Pertumbuhan volume perdagangan dunia juga turut terkoreksi cukup dalam dari 4,8 persen menjadi 4,2 persen untuk 2018 dan dari 4,5 persen tahun 2019 menjadi 4,0 persen untuk tahun 2019. Koreksi yang cukup tajam ini tak pelak lagi akibat perang dagang AS-China.

Screen Shot 2018-10-10 at 01.15.35

IMF juga mengoreksi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen untuk tahun 2018. Koreksi lebih tajam dilakukan untuk tahun 2019 yaitu dari 5,5 persen menjadi 5,1 persen. Trend pertumbuhan mendatar ini sama dengan trend pertumbuhan ekonomi dunia.

Screen Shot 2018-10-10 at 01.14.59

Proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk Malaysia juga mengalami koreksi relatif tajam. Sebaliknya, prospek pertumbuhan Thailand lebih baik, terutama untuk 2018. Sedangkan untuk Filipina dan Vietnam hanya mengalami koreksi tipis.

Dari perbandingan di atas tampak bahwa sekalipun prospek pertumbuhan dunia melemah dan banyak tantangan muncul silih berganti, dampaknnya terhadap setiap negara berbeda-beda, bahkan ada yang positif. Faktor penentunya adalah daya tahan setiap negara. Salah satu unsur dari daya tahan itu adalah kondisi transaksi berjalan. Thailand, Malaysia, dan Vietnam lebih tangguh karena menikmati surplus transaksi berjalan. Faktor ini kita belum punya.

5 Comments

  1. Pak saya mau tanya simpel saja sama bapak yg ekonom. Kenapa Amerika Serikat yg penduduknya SDMnya masuk 10 besar dunia dgn ekonom Yahudi terbaik dunia kenapa cuma tumbuh 4%? Kedua kenapa India dan Cina yg jumlah penduduknya 1 Milyar dan terutama Cina yg SDMnya no 43 dan punya kekuatan ekonomi no 4 dan 2 dunia cuma tumbuh 6-7%? Padahal kalau jumlah penduduk banyak apalagi punya kekuatan ekonomi itu seharusnya tumbuh di atas 10% dong. Di samping itu karena perang dagang AS-Cina yg pada ribut cari pekerjaan jg mempengaruhi ekonomi dunia. Ketiga RI itu lagi shifting pak, dari consumption driven economy jadi production driven economy. Tentu ada learning curvenya. Dan RI gak mau cuma jadi pabrik. Kalau pabrik maka rakyat Indonesia harus siap jual diri semurah2nya bersaing dgn Vietnam

  2. Malaysia itu punya SDM pak. Vietnam karena mau di bayar murah jadi babu. Indonesia era SBY gak di sipain utk shifting dari consumption driven economy ke production driven economy jika harga SDA jatuh. Mau makan apa penduduk RI jika SDA jatuh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.