Trend Pertumbuhan Terus Melambat


Laju pertumbuhan ekonomi yang terus melambat harus diwaspadai. Kecenderungan perlambatan terjadi sejak empat tahun lalu atau triwulan I-2011. Kemerosotan mencapai titik terendah sebesar 4,71 persen pada triwulan I-2015. Inilah angka pertumbuhan terendah dalam lima setangah tahun terakhir.

growth-turun

Saatnya untuk introspeksi desain kebijakan makroekonomi. Kebijakan moneter dan fiscal harus padu, jangan saling mengeliminasikan. Kedua kebijakan itu juga harus serasa dengan perencanaan. Sepiawai apa pun kedua kebijakan itu tidak akan mampu mewujudkan perencanaan yang mengawang atau tidak membumi. Ingat, dalam kenyataan kita menghadapi banyak kendala. Tidak bias tiba-tiba take off kalau tidak cukup energy. landasannya harus cukup panjang dan mulus.

Denga kendala yang cukup banyak dan mendasar sehingga tidak bisa dienyahkan dalam jangka pendek, pesawat yang kita gunakan untuk terbang tidak bias yang besar sekelas Airbus A380 yang dapat mengangkut banyak penumpang.

1 Comment

  1. Dalam pendapat saya, ekonomi melambat memang sudah disadari (direncanakan) pemerintah-walaupun belum tentu menyadari segala konsekuensinya-. Dengan dicabut/dikuranginya berbagai subsidi (BBM, gas, listrik) maka sebagian besar masyarakat (konsumen) akan selektif/menahan konsumsi, kemudian para produsen akan berkurang penjualannya karena diet konsumen tadi sehingga sektor barang bahkan melambat pertumbuhannya dan bahkan menurun.
    Sedangkan sektor jasa terutama keuangan kemungkinan masih akan tumbuh sampai juni karena kebutuhan penyusunan laporan keuangan, perpajakan, dan pembagian deviden.
    Dengan mengurangi segala subsidi kemungkinan pemerintah berupaya membuat ‘celah kebebasan fiskal’ untuk dapat dialokasikan kepada percepatan infrastruktur (kereta api, pelabuhan, dan jalan) dan sanitasi (lihat Avoids the traps dan agenda MDG’s Oleh world bank).
    Namun, pemerintah terlihat kurang berhitung dalam mengharapkan bahwa konsumsi masyarakat akan meningkat (mengakhiri diet untuk sementara) pada saat tahun ajaran baru dan puasa serta lebaran (Juni-Juli) sebab hal tersebut seperti berjudi akan selera/ preferensi konsumsi masyarakat, berkiblat pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Sebab konsumsi masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya meningkat pada momen-momen diatas karena masyarakat sudah mempersiapkan (saving) pada masa awal tahun dan tidak ada penguranngan subsidi dari pemerintah atau kenaikan harga-harga. jika masa sekarang saya ragu apakah masyarakat telah menabung untuk konsumsi besar pada momen-momen diatas ataukah tidak sempat menabung karena subsidi dikurangi, harga kebutuhan naik (saat ini dan mungkin minyak goreng dan gula juga akan dinaikkan oleh pemerintah menjelang puasa/lebaran) dan lagipula apakah masyarakat tidak mampu tidak keburu ‘mati’ sebelum infrastruktur tersebut jadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s