Pertumbuhan Ekonomi Merosot


Berita-berita belakangan ini yang menunjukkan kegiatan ekonomi melesu di hampir semua sektor terkonfirmasi. Data pertumbuhan ekonomi triwulan I-2015 hanya 4,71 persen, merosot dari triwulan IV-2014 sebesar 5,02 persen. Perkiraan bahwa kinerja ekonomi triwulan IV-2014 mencapai titik terendah ternyata tidak menjadi kenyataan. Kecenderungan perlambatan berlanjut.

Dari 17 sektor dalam produk domestik bruto (PDB), 13 sektor mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Semua sektor penghasil barang (pertanian, pertambangan, dan industri manufaktur) mengalami kemerosotan pertumbuhan. Sementara itu, dari 14 sektor jasa, hanya empat yang tumbuh lebih tinggi, yaitu Informasi dan komunikasi, Keuangan dan asuransi, Real estat, serta Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Namun, secara keseluruhan, pertumbuhan sektor jasa naik tipis bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2014, yakni masing-masing 6,3 persen dan 6,2 persen.

growth-sektor

Ada yang ganjil jika kita menelaah lebih jauh kinerja perekonomian pada triwulan I-2015. Biasanya pertumbuhan sektor penghasil barang (tradable sector) dan sektor jasa (non-tradable sector) bergerak dengan arah bersamaan, sama-sama naik atau sama-sama turun. Namun, pada triwulan I-2015, sektor tradable merosot cukup tajam, sedangkan sektor non-tradable tetap naik. Bisa dikatakan penurunan pertumbuhan ekonomi disertai oleh kemerosotan kualitas pertumbuhan. Sektor jasa yang pertumbuhannya naik sangat sedikit menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja formal. Tak heran jika angka pengangguran pun meningkat pada Februari 2015 (5,81 persen) dibandingkan dengan Februari 2014 (5,70 persen).

tradable

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun tipis. Penurunan konsumsi privat secara keseluruhan lebih buruk karena non-profit private consumption mengalami pertumbuhan negatif. Konsumsi pemerintah masih lemah dan investasi juga belum menunjukkan peningkatan signifikan.

growth-exp

 

2 Comments

  1. Pak, banyak opini yg mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhann GDP Q1 disebabkan oleh perlambatan ekonomi global. Apakah elok jika memang hanya melihat masalah dr luar saja? Selain itu bagaimanakah cara utk menstimulasi pertumbuhan GDP utk kuartal selanjutnya? (dengan harga dan permintaan komoditi yg lesu seperti ini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.