PortalKBR.com

Written by  , Mon,26 May 2014 | 16:20

KBR, Jakarta – Ekonom Faisal Basri menjelaskan ada satu hal yang membuat Negara harus menyelamatkan Bank Century di 2008. Sebab Indonesia tidak menerapkan Blanket Guarantee atau penjaminan penuh pada nasabah bank.

Hal ini disampaikan Faisal Basri pada saat menjadi saksi ahli dalam sidang kasus dugaan korupsi Bank Century di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/5). Dirinya menegaskan jika pada keadaan krisis pemerintah wajib menerapkan blanket guarantee atau penjaminan penuh tersebut.

Penjaminan penuh tersebut dapat menghindari adanya perpindahan secara besar-besaran nasabah bank ke bank besar yang menyebabkan bank kecil kolaps.

“Kan urgensinya situasi tidak normal harus ada penanganan istimewa dalam situasi krisis pakai protokol krisis dan dalam keadaan normal ya tidak diperlukan. (saudara ahlio saya tertarik dengan pernyataan anda dengan menyelamatkan bank bobrok, apakah di dunia perbankan itu harus diselamatkan bank bonbrok itu?). Ada, blanket guarantee kita hancurkan yang bobrok itu,” kata Faisal di Tipikor.

Faisal Basri menambahkan ancaman krisis global pada tahun 2008 mengancam perekonomian Indonesia pada saat itu, termasuk bank-bank kecil yang berada di Indonesia.

Seperti diketahui, Faisal Basri menjadi saksi ahli dalam sidang kasus dugaan korupsi Bank Century yang menjerat bekas Deputi Gubernur Bank Indonedia BI Budi Mulya. Jaksa Penuntut Umum KPK juga menghadirkan tiga saksi ahli ekonomi yaitu Ichsan Noor, Hendri dan Kwik Kian Gie.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Diunduh dari: http://portalkbr.com/berita/nasional/3259590_4202.html