faisal basri
wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat
Kategori: Salah Kaprah
-
Catatan kecil Faisal Basri: Katakanlah kebenaran walau hanya sebiji sawi. Selasa, 08 September 2015, 09:56 WIB REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta penerapan sistem token pulsa listrik dikaji lantaran ketersediaan yang minim dan harga yang yang lebih mahal karena biaya administrasi. “Saat mereka beli pulsa Rp 100 ribu, listriknya hanya Rp…
-
Catatan Faisal Basri: Masalah sudah terang benderang. Tidak ada komentar lagi. Speechless. Silakan pembaca yang menilai.*** Selasa, 8 September 2015 | 20:07 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli bersikeras bahwa pendapatnya benar soal dugaan mafia voucher pulsa listrik. Dia pun meminta ekonom Faisal Basri lebih baik mengurus hal lain, seperti Pelindo, daripada…
-
Saya terkaget-kaget membaca berita di Kompas.com: “Rizal Ramli Sebut Ada “Provider” Setengah Mafia di Pulsa Listrik” (http://kom.ps/AFtSdD). Ini ucapan Pak Menko yang diduga keliru: “Mereka membeli pulsa Rp 100.000, ternyata listriknya hanya Rp 73.000. Kejam sekali, 27 persen kesedot oleh provider yang setengah mafia,” kata Rizal saat konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9/2015). Entah dari…
-
Kalau lancar, Jakarta-Bandung bisa ditempuh paling lama 2 jam lewat jalan tol Cipularang. Pilihannya pun banyak. Bisa dengan kendaraan pribadi, travel seperti Cititrans atau Baraya atau Cipaganti dan banyak lagi, dan bus. Titik awal dan titik akhir sangat banyak. Mau dari Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Kartika Chandra, SCBD, Bintaro, BSD, Kampung Rambutan, Lebak Bulus, dan banyak lagi. Di…
-
Gentur Putro Jati, CNN Indonesia Selasa, 25/08/2015 18:10 WIB Jakarta, CNN Indonesia — Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mempertanyakan kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang menitahkan 13 perusahaan pelat merah membeli kembali (buyback) sahamnya di pasar modal. Bagi Faisal, menggelontorkan uang sampai Rp 10 triliun untuk melakukan buyback saham sama saja…
-
Menteri BUMN memerintahkan BUMN yang melantai di bursa melakukan buyback sahamnya (lihat berita bertajuk “Pemerintah Akan “Buyback” Saham BUMN Rp 10 Triliun Besok – Kompas.com http://kom.ps/AFtKlw). Informasi yang saya peroleh dari kalangan istana, tidak ada pembicaraan resmi di antara para menteri ekonomi dan Presiden tentang langkah Menteri BUMN ini. Apakah langkah itu merupakan inisiatif Rini sendiri?…
-
Pertumbuhan ekonomi melemah, tetapi pemerintah terus menggenjot pajak. Target penerimaan pajak 2015 naik 30 persen dibandingkan penerimaan pajak 2014. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 4,7 persen dan laju inflasi 5 persen, pertumbuhan natural penerimaan pajak tahun 2015 sekitar 9,7 persen. Katakanlah dibulatkan menjadi 10 persen. Dengan target penerimaan pajak naik 30 persen, berarti pemerintah harus bekerja…
-
Senin kemarin (3/8), Presiden mencanangkan “Gerakan Peningkatan Ekspor 3X Lipat” di Makassar. Optimisme sah-sah saja. Saya juga sangat ingin perekonomian Indonesia maju dan ekspor terpacu sehingga nilai tukar rupiah tidak merosot terus menerus. Masalahnya, ini mengurus perekonomian negara, bukan obral janji seperti di masa kampanye lagi. Segala sesuatu harus akuntabel dan kredibel, berdasarkan proyeksi atau prediksi…
-
Saya mengenal Dasep sudah cukup lama. Ia sosok nasionalis sejati. Ingin melihat negerinya maju lewat akselerasi industrialisasi. Beragam komponen otomotif sudah dia hasilkan. Dengan darah dan keringat, nyaris tanpa bantuan pemerintah. Malahan, pemerintah kerap “menggangu” derap langkahnya. Dengan keterbatasan industri penunjang, Dasep berjibaku bersaing dengan komponen otomotif impor yang bebas bea masuk. Padahal, komponen yang dihasilkan Dasep…
-
Judul tulisan ini kerap menimbulkan reaksi serta merta: jual tanah air, propaganda neolib. Padahal selama ini sudah marak praktek menjual tanah dan air kepada asing. Kita mengekspor bebatuan, logam, mineral, dan pasir. Perusahaan asing mengomersialisasikan air dalam bentuk produk air kemasan. Produk-produk itu dijual ke luar negeri. Kekayaan alam kita itu terbang ke luar, bekasnya adalah bukit…