Joko’s Former Rival Urges Presidential Bid


[By Jakarta Globe on 11:43 am August 3, 2013] A former competitor in the 2012 Jakarta gubernatorial race has expressed his support for Governor Joko Widodo to run for president in the 2014 election, emphasizing that next year would be the right time for him to take on the challenge. “Don’t wait for 2019, because

Lanjutkan membaca

Menuju Negara Kesatuan Maritim


Jika kita perhatikan atlas dunia tampak kondisi geografis Indonesia sangat unik. Tak satu negara pun menyerupai Indonesia. Dengan hamparan 17.000 pulau lebih dan luas lautan yang sekitar dua kali lipat luas daratan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang paling kaya keanekaragaman kekayaan alam, sosial, budaya, suku, adat istiadat, dan bahasa daerah. Dengan garis

Lanjutkan membaca

“Fidel Castro” dan Ayah Akmal


Di tengah hingar bingar politik Jakarta, Jumat dan Sabtu kemarin saya menikmati kesejukan berdialog dengan petani. Jumat siang hingga malam kami mengunjungi “surau” pertanian organik di puncak bukit dekat pabrik Semen Padang. Desiran angin sore membuat hati saya kian teduh berdiskusi dengan para pelopor gerakan petani dan gerakan pertanian organik. Komunitas petani di sana beragam

Lanjutkan membaca

Negarawan


Kemarin lusa, Buya Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, mengirim SMS: “Bung Faisal, mengapa rahim bumi Nusantara ini masih mandul untuk melahirkan para negarawan?” Berikut jawaban saya: “Buya, insya Allah benih-benihnya sudah bermunculan. Tapi wadahnya masih kotor dan ringkih. Tugas sejarah kita mungkin turut membuat wadah itu bersih dan bercahaya.” Saya memberanikan diri mengatakan

Lanjutkan membaca

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melemah di bawah 6 Persen


Pertumbuhan ekonomi triwulanan Indonesia melemah untuk keempat kalinya berturut-turut. Bahkan pada triluwan II-2013 sudah berada di bawah 6 persen, persisnya, 5,81 persen. Pertumbuhan di bawah 6 persen pertama kali dalam 10 triwulan terakhir. Hampir separuh (47,7 persen) pertumbuhan triwulan II-2013 disumbang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh tetap cukup tinggi di atas 5 persen. Ada

Lanjutkan membaca

Defisit Perdagangan Indonesia-China Terus Membengkak


Transaksi perdagangan luar negeri Indonesia sudah mengalami defisit sejak tahun 2012. Data terbaru yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 1 Agustus lalu menunjukkan untuk nonmigas, China merupakan penyumbang defisit terbesar. Impor dari China pada Januari-Juni sebesar 14,4 miliar dollar AS (negara asal impor Indonesia terbesar), sedangkan ekspor Indonesia ke China pada kurun waktu yang sama

Lanjutkan membaca

Ekspor Masih Loyo, Defisit Perdagangan Melebar


Ekspor bulan Juni melorot sebesar 8,6 persen dibandingkan Mei dan selama Januari-Juni 2013 turun 6,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Walaupun impor total juga turun lebih cepat, namun tak mampu mengimbangi penurunan ekspor, sehingga defisit perdagangan meningkat dari $590 juta pada Mei menjadi $847 juta pada Juni. Defisit perdagangan kumulatif Januari-Juni sudah  mencapai

Lanjutkan membaca

Inflasi Melambung


Akhirnya menjadi kenyataan bahwa laju kenaikan harga-harga (inflasi) Juli jauh melampaui target pemerintah sebesar 7,2 persen dan perkiraan banyak lembaga riset. Juga jauh melampaui perkiraan Bank Indonesia sebesar 2,87 persen month to month. Inflasi bulan Juli mencapai 8,6 persen (year on year) dan 3,29 persen (month to month). yang mengenaskan, penyumbang terbesar adalah makanan (50persen)

Lanjutkan membaca

Lautlah yang Mempersatukan Indonesia


“Untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai yang merupakan National Building bagi negara Indonesia, maka negara dapat menjadi kuat jika dapat menguasai lautan. Untuk menguasai lautan kita harus menguasai armada yang seimbang.” (Ir. Soekarno dalam National Maritime Convention I (NMC), 1963) Dengan gugusan 17.000 pulau lebih dan hamparan lautan yang sekitar

Lanjutkan membaca
2 komentar

Merangkai Negara-Bangsa Indonesia yang Maju, Demokratis, dan Berkeadilan


Ketika membaca judul tulisan R. William Liddle “Marx atau Machiavelli? Menuju Demokrasi Bermutu di Indonesia dan Amerika Serikat,” serta merta saya teringat percakapan dengan mendiang Nurcholish Madjid (Cak Nur). Beberapa kali Cak Nur mengutarakan bahwa para founding fathers, bapak-bapak pendiri negeri ini, banyak terilhami oleh sejarah pembentukan Amerika Serikat. Cak Nur memberikan contoh Pembukaan Undang-Undang

Lanjutkan membaca