Memacu Wisman dengan Bebas Visa?


Tahun 2015 sampai November, wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia berjumlah 8,8 juta, naik 3,2 persen dibandingkan kurun waktu yag sama tahun lalu. Jika jumlah turis asing yang masuk  pada Desember 2015 naik 10 persen (sangat optimistik) dibandingkan bulan yang sama tahun 2014, maka untuk keseluruhan tahun 2015 jumlahnya 9,8 juta, sehingga belum menembus

Lanjutkan membaca

Desain Dana Migas dan BBM


Patut dihargai keputusan pemerintah membatalkan pengenaan Dana Ketahanan Energi (DKE) yang dikutip Rp 300 per liter untuk solar dan Rp 200 untuk premium yang rencananya diberlakukan mulai 5 Januari 2016. Menurut penjelasan pemerintah, DKE bakal digunakan untuk mengembangkan energi terbarukan atau energi nonfosil. Dana yang selama ini diperoleh dari “pajak” sebesar 50 dollar AS per

Lanjutkan membaca

Tekanan Eksternal Masih Berat


Sama seperti tahun 2015, tekanan eksternal tahun 2016 masih akan cukup berat (lihat “Menyikapi Tantangan Ekonomi 2016,” http://wp.me/p1CsPE-1h1). Ekspor diperkirakan belum dapat diharapkan naik secara berarti, bahkan mungkin masih melanjutkan trend menurun yang sudah berlangsung selama empat tahun berturut-turut. Nilai ekspor  sepanjang tahun 2015 diperkirakan tidak akan melebihi 150 miliar dollar AS, jauh lebih rendah

Lanjutkan membaca

Konsolidasi di Masa Turbulensi


Redakan dulu ambisi besar untuk sementara. Koreksi target selangit. Kocar-kacir ekonomi Indonesia belakangan ini merupakan bukti nyata bahwa fondasi kita masih lemah. Beberapa masalah structural harus segera ditangani serius. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Jangan melompat-lompat. Akui kelemahan kita dengan rendah hati. Langkah pertama adalah mengoreksi target penerimaan pajak pada APBN 2016. Belajarlah dari kesalahan

Lanjutkan membaca

Menyikapi Tantangan Ekonomi 2016


Perekonomian dunia tahun 2016 tampaknya akan terus menghadapi tekanan dan gejolak. Negara-negara maju masih akan mengalami fenomena yang disebut oleh Larry Summers, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, sebagai secular stagnation, yakni ketidakmampuan negara-negara maju untuk tumbuh pada tingkat yang memadai sekalipun kebijakan moneter sudah sangat longgar dengan suku bunga mendekati nol persen. Kenaikan suku bunga

Lanjutkan membaca

Harga Pangan (Terutama Beras) Mengancam Penduduk Miskin


Tahun 2015 ditandai oleh bencana El Niño dan kebakaran lahan terlama dan terparah. Pulau Kaliman tan dan Sumatera paling menderita akibat kebakaran lahan. Perekonomian Kalimantan pada triwulan III-2015 mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif, sedangkan pertumbuhan ekonomi Sumatera terburuk kedua. Dampak El Niño lebih merata. Berbulan-bulan tidak turun hujan menyebabkan kekeringan di seluruh Indonesia, menyebabkan gagal

Lanjutkan membaca

Dua Dunia Senantiasa Saling Bersandingan


Dua dunia, hadir berdampingan. Tuhan menciptakan keduanya: kehidupan duniawi dan kehidupan rohani. Dalam hampir segala aspek kehidupan pun selalu begitu, berpasang-pasangan: ada suka dan duka, ada baik dan buruk, ada amarah dan cinta kasih. Dalam berbisnis, ada laba-rugi, keberhasilan-kegagalan, dan kemajuan-kemunduran. Ada pula tantangan, ancaman, dan bahaya; namun senantiasa hadir pula kesempatan (opportunity). Berbekal ilmu

Lanjutkan membaca

Refleksi Akhir Tahun: Mengapa Perekonomian Indonesia Kian Loyo?


Pada 11 Desember 2015, di blog ini saya menayangkan tulisan berjudul “Jatuh-Bangun Perekonomian Indonesia” (http://wp.me/p1CsPE-1f6). Mengapa perekonomian Indonesia kerap terantuk dan mengalami stagnasi sehingga semakin tertinggal dengan negara-negara tetangga? Belum mencapai tingkat pendapatan per kapita yang cukup tinggi tetapi sudah melambat dan cenderung melandai. Banyak faktor yang memengaruhinya. Di antara yang terpenting dan bersifat mendasar, sangat boleh jadi salah satunya

Lanjutkan membaca