Mengerek Turun Suku Bunga

bunga

kontan.co.id

Desakan dari berbagai kalangan agar suku bunga turun kian menggema. Kebanyakan berharap bunga pinjaman turun ke aras satu digit alias di bawah 10 persen. Berita di Kompas.com hari ini (Suku Bunga di Indonesia Tinggi) menunjukkan suku  bunga di Indonesia paling tinggi di antara negara tetangga, baik untuk suku bunga pinjaman maupun deposit.

Berikut perbandingan beberapa indikator suku bunga tahun 2014 (data terbaru yang tersedia).

Brazil sedang mengalami tekanan ekonomi yang amat parah. Suku bunga deposit minus 15,7 persen, sehingga tidak heran dana keluar (capital flight) sangat besar sehingga membuat mata uang Brazil (Brazilian real) terpuruk.

interest_rate-asean-and brics

definition

Banyak tudingan perbankan kita tidak efisien sebagaimana terlihat dari perbedaan suku bunga pinjaman dan suku bunga deposito yang tinggi, di atas 5 persen. Data teranyar BI per Desember 2015 menunjukkan net interest margin (NIM) 5,2 persen. Posisi Desember 2014 sebetulnya sudah di bawah 5 persen, persisnya 4,1 persen.

Untuk membandingkan dengan negara lain, ada baiknya menggunakan sumber data yang sama. Peraga di atas menunjukkan selisih antara suku bunga pinjaman dan suku bunga deposit  di Indonesia bukanlah yang tertinggi, hanya 3,8 persen. Perbedaan paling tinggi adalah di Thailand, menyusul Filipina, masing-masing 4,8 persen dan 4,3 persen. Yang terendah adalah Malaysia (1,6 persen). Vietnam di posisi kedua sebesar 2,9 persen.

Jika dikoreksi dengan laju inflasi sehingga diperoleh tingkat suku bunga riil, Indonesia tertinggi baik untuk pinjaman maupun deposit.

Negara-negara ASEAN yang menikmati suku bunga rendah disebabkan setidaknya oleh dua faktor. Pertama, beberapa negara ASEAN telah berhasil melakukan konsolidasi perbankan. Yang paling berhasil adalah Singapura, lalu Malaysia. Di luar ASEAN, Korea juga dipandang cukup berhasil. Dengan konsolidasi, modal semakin kuat dan tercapai keekonomian skala (economies of scale), sehingga efisiensi meningkat.

Tak heran jika dalam hal aset maupun ekuitas, bank-bank papan atas Indonesia tercecer di bawah bank-bank Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Jika saja Bank Mandiri dan bank BNI digabung, posisi bank gabungan (katakanlah diberi nama Bank Garuda) langsung melesat ke urutan ke-7 menurut besarnya aset dan ke-5 menurut besarnya ekuitas.

asetequity

Bagaimana mau konsolidasi kalau bank-bank pemerintah saja tidak kunjung terkonsolidasikan. Padahal tidak ada perbedaan karakteristik antara Bank Mandiri dan Bank BNI. Sepatutnya kedua bank itu digabung secepatnya.

Artitektur Perbankan Indonesia (API) cuma di atas kertas. Sampai sekarang tidak ada satu pun bank yang menjelma menjadi bank internasional sebagaimana ditargetkan oleh API.

konsolidasi

Kedua, pasokan kredit relatif besar, sehingga memunculkan persaingan yang lebih ketat. Kredit domestik ke sektor swasta di Indonesia amat rendah, hanya 38 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka untuk Thailand, Singapura, dan Malaysia di atas 100 persen sedangkan Vietnam nyaris 100 persen. Di ASEAN, Indonesia hanya sedikit lebih baik ketimbang Filipina.

Untuk kredit domestik yang disalurkan oleh lembaga keuangan, posisi Indonesia hanya lebih baik dibandingkan dengan Kamboja. Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam mencapai di atas 100 persen. Filipina sekalipun lumayan jauh di atas Indonesia.

penetrasi_kredit

Penghambat lainnya yang membuat suku bunga sulit turun berasal dari pemerintah sendiri. Katakanlah suku bunga kredit ditekan ke aras 9 persen. Seandainya NIM turun dari 5,2 persen menjadi 4 persen, maka bunga deposit (katakanlah deposito berjangka) adalah 5 persen. Bagaimana mungkin perbankan bisa bersaing dengan pemerintah yang sedang menjajakan Sukuk Negara Ritel (Sukri) seri SR-003 dengan coupon rate 8,15 persen. Tentu saja jualan pemerintah laris manis, mengakibatkan pengalihan dana dari perbankan ke pemerintah.

Muncul pertanyaan: apakah tingkat suku bunga menjadi penghambat utama investasi dan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya saing? Singapura dan Malaysia dengan tingkat suku bunga jauh lebih rendah dari Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi jauh lebih rendah dari Indonesia. Suku bunga di Jepang dan Euro Zone mendekati nol tetapi pertumbuhan ekonominya juga mendekati nol.

Keberhasilan pemerintah menekan inflasi jauh lebih penting bagi penurunan suku bunga. Juga kebijakan yang membuat pasokan kredit naik tajam sehingga meningkatkan persaingan di pasar kredit sangat berarti untuk menurunkan suku bunga. Yang tak kalah penting adalah konsolidasi perbankan dimulai dari bank-bank milik negara atau bank BUMN.

Cara komando diyakini bakal menimbulkan komplikasi yang merusak dunia perbankan dalam negeri.

 

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Financial Sector, Makroekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s