Kategori: Politik

Surat Tantangan Komunike Bersama Peduli Indonesia (KBPI)


KOMUNIKE BERSAMA PEDULI INDONESIA Jakarta, 12 Februari 2014 Nomor : 17/KBPI/II/2014 Perihal : Tantangan Calon Pemimpin Nasional 2014 Kepada Yth., Faisal Basri Ekonom/Akademisi Dengan hormat, Suksesi kepemimpinan nasional pada tahun 2014 diambang kebuntuan. Ada dua hal yang menyebabkannya. Pertama, oligarki elit dalam partai politik masih menjadi aktor utama. Sehingga proses penjaringan dan seleksi kepemimpinan nasional

Lanjutkan membaca

Surat Balasan Kepada KBPI


Jakarta, 5 Maret 2014 Kepada yang terhormat Prof. DR. Komarudin Hidayat Penggagas Komunike Bersama Peduli Indonesia (KBPI) Rumah Kebangsaan Jl. Pattimura 9 Jakarta Selatan Pertama-tama, perkenankan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penggagas KBPI yang telah memilih saya sebagai salah seorang yang ditantang mengajukan diri sebagai calon presiden/wakil presiden, sebagaimana tertera pada

Lanjutkan membaca

JK dan Faisal Basri Sambut Tantangan Nyapres


detik.com, Kamis, 13/03/2014 18:27 WIB Indah Mutiara Kami,Ayunda W Savitri – detikNews Jakarta – Masih ingat Komunike Bersama Peduli Indonesia (KBPI)? Gerakan masyarakat sipil yang menantang 19 tokoh untuk maju nyapres. Ternyata, dari 19 tokoh itu, hanya lima orang yang menyanggupi tantangan. “Mereka yang terpilih ini kita kirimkan email berupa tantangan menjadi pemimpin Indonesia. Sampai

Lanjutkan membaca

Faisal Basri: Ketua Umum Parpol Tak Lagi Raih Suara Tinggi


tribunnews.com, Kamis, 13 Maret 2014 18:03 WIB Warta Kota/Alex Suban TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ekonom yang juga mantan calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri, menilai saat ini terjadi perlawanan pada sistem oligarki yang biasa terdapat dalam sebuah parpol. Faisal menjelaskan perlawanan tersebut terlihat dari tak ada satu pun Ketua Umum parpol yang suaranya

Lanjutkan membaca

Faisal Basri: Kesalahan Boediono, Mau Jadi Wapres


TEMPO.CO, Sabtu, 08 Maret 2014 | 18:00 WIB TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom Faisal Basri menilai kesalahan Boediono yang paling jelas adalah kesediaannya menjadi Wakil Presiden untuk Susilo Bambang Yudhoyono. Karena itulah Boediono terus diserang para politikus dalam kasus penalangan dana Bank Century. “Mungkin salahnya dia bersedia jadi Wapres, sehingga partai politik tidak kebagian,” ujarnya dalam diskusi

Lanjutkan membaca

Seri Pemilu: Jumlah Turis Selalu Naik di Tahun Pemilu


Pemilihan umum di Indonesia pasca reformasi tergolong aman, tak bergejolak, dan tak menimbulkan silang sengketa berkepanjangan. Kondisi itulah barangkali yang membuat jumlah turis pada tahun penyelenggaraan pemilu yang tergolong panjang (dari masa kampanye sampai pemilihan presiden) tidak mengalami penurunan, bahkan selalu lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya. Peningkatan paling tajam terjadi pada tahun pemilu 2004. Apakah

Lanjutkan membaca

Capre$/Cawapre$ tidak Na$ionali$?


Catatan: Tulisan ini dibuat menjelang pemilihan presiden/wakil presiden 2009. Tayang di Kompasiana, 30 Mei 2009. Sejak lama penulis sudah merasa ganjil dengan perilaku penyelenggara negara yang menanamkan kekayaannya dalam mata uang asing. Tulisan ini sekedar melengkapi tulisan-tulisan sebelumnya yang terkait dengan rupiah yang sedang lunglai. Terima kasih banyak telah berkunjung di sini. ** Warganegara Indonesia

Lanjutkan membaca

Joko’s Former Rival Urges Presidential Bid


[By Jakarta Globe on 11:43 am August 3, 2013] A former competitor in the 2012 Jakarta gubernatorial race has expressed his support for Governor Joko Widodo to run for president in the 2014 election, emphasizing that next year would be the right time for him to take on the challenge. “Don’t wait for 2019, because

Lanjutkan membaca

Negarawan


Kemarin lusa, Buya Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, mengirim SMS: “Bung Faisal, mengapa rahim bumi Nusantara ini masih mandul untuk melahirkan para negarawan?” Berikut jawaban saya: “Buya, insya Allah benih-benihnya sudah bermunculan. Tapi wadahnya masih kotor dan ringkih. Tugas sejarah kita mungkin turut membuat wadah itu bersih dan bercahaya.” Saya memberanikan diri mengatakan

Lanjutkan membaca

Merangkai Negara-Bangsa Indonesia yang Maju, Demokratis, dan Berkeadilan


Ketika membaca judul tulisan R. William Liddle “Marx atau Machiavelli? Menuju Demokrasi Bermutu di Indonesia dan Amerika Serikat,” serta merta saya teringat percakapan dengan mendiang Nurcholish Madjid (Cak Nur). Beberapa kali Cak Nur mengutarakan bahwa para founding fathers, bapak-bapak pendiri negeri ini, banyak terilhami oleh sejarah pembentukan Amerika Serikat. Cak Nur memberikan contoh Pembukaan Undang-Undang

Lanjutkan membaca