JK dan Faisal Basri Sambut Tantangan Nyapres

detik.com, Kamis, 13/03/2014 18:27 WIB

Indah Mutiara Kami,Ayunda W Savitri – detikNews

Jakarta – Masih ingat Komunike Bersama Peduli Indonesia (KBPI)? Gerakan masyarakat sipil yang menantang 19 tokoh untuk maju nyapres. Ternyata, dari 19 tokoh itu, hanya lima orang yang menyanggupi tantangan.

“Mereka yang terpilih ini kita kirimkan email berupa tantangan menjadi pemimpin Indonesia. Sampai batas waktu yang ditentukan, ada 14 tokoh yang mengirimkan balasan dan memberi jawaban. Sedangkan 5 nama tidak mengirimkan surat balasan, yaitu Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, Rustriningsih, Suyoto dan Chairul Tanjung,” kata salah seorang penggagas KBPI Hamdi Muluk.

Hal itu disampaikannya dalam Konferensi Pers KBPI: “Mereka Bersedia Pimpin Indonesia” di Wisma Nusantara, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014). Selain Hamdi, KBPI digawangi oleh Komaruddin Hidayat, Ikrar Nusa Bhakti, dan Jusuf Wanandi.

Dari 14 orang itu, hanya tiga nama yang menyatakan bersedia menerima tantangan maju dalam ajang seleksi kepemimpinan nasional sebagai calon presiden atau wakil presiden RI. Mereka adalah Dr Tahir, Jusuf Kalla dan Faisal Basri.

Dalam konferensi pers itu, penyelenggara juga memutarkan video ketiga tokoh yang menyatakan ketersediannya tersebut.

“Saya menghargai usaha teman-teman dan pata cendekiawan. Saya siap menerima tantangan itu apabila memungkinkan. Suatu negara tidak mungkin bisa membangun bangsa tanpa ada pemimpin yang baik. Tantangan itu bukan hanya kepada saya sebenarnya, tapi ke partai yang mempunyai hak dan legalitas endorsement untuk itu,” kata JK, sapaan akrab Jusuf Kalla dalam video tersebut.

KBPI mengirim undangan ke 19 tokoh pada pertengahan Februari 2014 lalu. 19 Tokoh yang diundang berasal dari kalangan birokrat, pengusaha, dan pegiat sosial.

5 Orang dari kalangan birokrat yaitu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Bojonegoro Suyoto dan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.

Selanjutnya, 8 nama pengusaha antara lain CEO Mayapada Group Tahir, CEO Kompas Gramedia Agung Prsetyo, CEO Trans Corp Chairul Tanjung, mantan CEO IBM Asia Pasifik Beti Alisyahbana, CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, CEO PT Kereta Api Indonesia Ignatius Johan, CEO Garuda Food Sudhamex dan Direksi World Bank Sri Mulyani.

Sementara dari kalangan pegiat sosial ada Ketua PMI Jusuf Kalla, wirausaha sosial Tri Mumpuni dan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Prawansa. Terakhir, dari kalangan akademisi juga muncul tiga nama yang terdiri dari Imam Prasodjo, Faisal Basri dan Onno Purbo.

Profil Penerima Tantangan KBPI – Faisal Basri https://www.youtube.com/watch?v=6LK5aM4NO_8

Sumber:

http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/03/13/182745/2525097/1562/jk-dan-faisal-basri-sambut-tantangan-nyapres

http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/03/13/182745/2525097/1562/2/jk-dan-faisal-basri-sambut-tantangan-nyapres

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in News, Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s