Surat Balasan Kepada KBPI


Jakarta, 5 Maret 2014

Kepada yang terhormat

Prof. DR. Komarudin Hidayat

Penggagas Komunike Bersama Peduli Indonesia (KBPI)

Rumah Kebangsaan

Jl. Pattimura 9

Jakarta Selatan

Pertama-tama, perkenankan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penggagas KBPI yang telah memilih saya sebagai salah seorang yang ditantang mengajukan diri sebagai calon presiden/wakil presiden, sebagaimana tertera pada surat Nomor: 17/KBPI/II/2014.

Kepedulian KBPI atas kehidupan demokrasi dan suksesi kepemimpinan nasional juga merupakan kepedulian saya sejak lama. Inisiatif terakhir yang saya lakukan adalah memberanikan diri menjadi calon independen (tidak lewat jalur partai) dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada tahun 2012.  Sebelumnya, pada pilkada DKI Jakarta 2007, saya mengikuti “konvensi” calon gubernur lewat PDI-P. Pengalaman itu sangat berharga dan menumbuhkan kesadaran yang semakin kuat bahwa proses politik tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada partai politik. Sebagai bagian dari masyarakat sipil, saya dan teman-teman menyadari bahwa fungsi politik dalam suatu negara tidak bisa dibagi habis kepada partai politik. Oleh karena itu, kami terlibat aktif mengajukan yudicial review ke Mahkamah Konstitusi, dan alhamdulillah berhasil memperjuangkan calon independen bisa ikut pilkada.

Sekalipun calon independen belum dimungkinkan mengikuti pemilihan umum presiden/wakil presiden, upaya masyarakat untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan kepemimpinan nasional patut terus dilanjutkan dengan berbagai cara.

Dengan latar belakang pemikiran itu, saya menerima tantangan KBPI untuk memberanikan diri maju ke jenjang kepemimpinan nasional sebagai calon presiden/wakil presiden. Adalah harapan kita bersama, kehadiran calon-calon alternatif pemimpin nasional bisa meningkatkan kualitas kepemimpinan nasional dan memperdalam demokrasi substansial, antara lain dengan mengajukan gagasan besar bagi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan begitu, juga berdasarkan pengalaman politik saya yang terbatas, kita bisa mencapai keseimbangan politik yang lebih tinggi dan berkualitas.

Dengan sepenuh hati saya akan terus menyusun konsep bagi kejayaan Indonesia, yang menyejahterakan rakyatnya dengan mengedepankan asas keadilan. Sebagai langkah awal dan pengenalan terhadap percikan pemikiran saya, terlampir empat eksemplar buku berjudul “Menemukan Konsensus Kebangsaan Baru: Negara, Pasar, dan Cita-cita Keadilan,” yang mana saya menjadi penulis utamanya.

Saya menunggu langkah-langkah selanjutnya dari KBPI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi langkah mulia KBPI sesuai dengan yang dicita-citakan.

Salam takzim

Faisal Basri

2 Comments

  1. Saya selalu ingat bagaimana bersemangatnya Bapak ketika membicarakan masalah demokrasi, ekonomi, dan politik negeri ini dalam bangku kelas FEUI… Selalu menarik dan inspiratif. Selamat meneruskan perjuangan yaa Pak! Selamat berjuang membantu proses perbaikan kualitas demokrasi dalam negeri ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s