Kategori: Maritim

Tol Laut dan Nasib Pilu Petani


Pemerintah telah maju selangkah dalam merealisasikan konsep tol laut. Pada tanggal 11 Desember 2015, untuk pertama kalinya KM Camara Nusantara I, kapal khusus ternak, bersandar di pelabuhan Tanjung Priok mengangkut 353 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur. Dengan kehadiran kapal khusus ternak ini diharapkan harga daging sapi bisa ditekan karena ongkos angkut jauh lebih murah.

Lanjutkan membaca

Menyikapi Tantangan Ekonomi 2016


Perekonomian dunia tahun 2016 tampaknya akan terus menghadapi tekanan dan gejolak. Negara-negara maju masih akan mengalami fenomena yang disebut oleh Larry Summers, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, sebagai secular stagnation, yakni ketidakmampuan negara-negara maju untuk tumbuh pada tingkat yang memadai sekalipun kebijakan moneter sudah sangat longgar dengan suku bunga mendekati nol persen. Kenaikan suku bunga

Lanjutkan membaca

Secercah Cahaya Terang di Tengah Mendung Tebal: Penerbitan Obligasi Pelindo II


Di tengah pemburukan berbagai indikator ekonomi yang berpotensi membuat sovereign rating Indonesia merosot, setidaknya dengan outlook berubah dari stable menjadi negative, PT Pelindo  II (persero) menerbitkan obligasi global (global bonds) dengan hasil yang cukup membanggakan. Obligasi senilai 1,6 miliar dollar AS terdiri dari seri I bertenor 10 tahun senilai 1,1 miliar dollar AS dan seri

Lanjutkan membaca

Ironi Negara Maritim


Dua pertiga lebih wilayah Republik Indonesia berupa air (laut dan sungai). Namun, 91 persen pergerakan barang menggunakan angkutan darat. Ditambah dengan lewat angkutan penyeberangan (0,99 persen) dan angkutan kereta api (0,70 persen), keseluruhan angkutan berbasis darat mencapai 93 persen. Porsi angkutan udara hanya 0,55 persen. Selebihnya lewat angkutan laut (7,1 persen) dan angkutan sungai (0,01 persen). Tak

Lanjutkan membaca

Kembali ke Jati Diri


“Dari Barat sampai ke Timur Berjajar pulau-pulau Sambung-menyambung menjadi satu Itulah Indonesia …..” —Wage Rudolf Supratman Lautlah yang mempersatukan Indonesia, merajut gugusan 17.508 pulau membentuk untaian zamrud khatulistiwa. Dengan garis pantai 54.716 kilometer, terpanjang kedua di dunia menurut mapofworld.com, Tuhan mengaruniai bangsa Indonesia jalan bebas hambatan tak berbayar, tidak perlu diaspal atau dibeton, tidak perlu

Lanjutkan membaca

Faisal Basri: JSS Hanya Perkuat Transportasi Darat


http://www.gatra.com, created on Friday, 04 July 2014 03:32 Jakarta, GATRAnews – Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri menilai bahwa rencana pemerintah untuk membangun Jembatan Selat Sunda (JSS) hanya untuk memperkuat dominasi transportasi darat. “Orientasi awal rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda tidak tepat, karena hanya menguntungkan transportasi darat, yang selanjutnya mendorong pembengkakan biaya logistik di Indonesia,”

Lanjutkan membaca

Kembali ke Jati Diri sebagai Negara Maritim


Sekitar 17.508 pulau membentuk untaian zamrud khatulistiwa, dirajut oleh lautan yang menghampari dua pertiga wilayah Tanah Air Indonesia seluas 5,2 juta km2.  Lautlah yang mempersatukan gugusan kepulauan Nusantara, bukan memisahkan dan menjadikannya berjauhan satu sama lain. Indonesia merupakan negara kepulauan paling besar di dunia. Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 pun menyatakan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Lanjutkan membaca

Membangun Industri yang Tangguh


Sangat sedikit negara yang dapat mencapai kemajuan ekonomi dan menyejahterakan rakyatnya tanpa ditopang pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Yang sedikit itu pada umumnya adalah negara-negara kecil yang penduduknya sedikit. Negara-negara yang penduduknya besar seperti Indonesia memiliki pijakan lebih kuat untuk memajukan sektor idustri manufaktur karena faktor keekonomian skala (economies of scale). Setelah melalui tahapan awal pembangunan

Lanjutkan membaca

Menghimpun Kekuatan, Menyongsong Era Baru, Menggapai Cita-cita[1]


Pada awal Mei 2014, Bank Dunia mengumumkan hasil perhitungan Gross Domestic Product (Produk Domestik Bruto) dengan menggunakan metode yang telah diperbarui.[2] Berdasarkan metode baru ini, PDB Indonesia pada tahun 2012 sebesar 2,2 triliun dollar AS, di urutan ke-10 terbesar di dunia. Indonesia merupakan satu dari empat negara berkembang—yang dijuluki sebagai Emerging Markets—yang masuk dalam jajaran

Lanjutkan membaca