Secercah Cahaya Terang di Tengah Mendung Tebal


Di tengah pemburukan berbagai indikator ekonomi yang berpotensi membuat sovereign rating Indonesia merosot, setidaknya dengan outlook berubah dari stable menjadi negatif, Pelindo II menerbitkan obligasi global (global bonds) dengan hasil yang cukup membanggakan.

Obligasi senilai 1,6 miliar dollar AS terdiri dari seri I bertenor 10 tahun senilai 1,1 miliar dollar AS dan seri II bertenor 30 tahun senilai 500 juta dollar AS.

Obligasi seri I hanya dengan bunga (coupon rate) 4,375 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga obligasi pemerintah yang diterbitkan awal tahun 2014 dengan tenor yang sama (10 tahun) sebesar 5,875 persen. Perbedaannya mencapai 162,5 basis poin. Perbedaan bunga seri II yang sama-sama bertenor 30 tahun juga lebih dari 100 basis poin.

Pencapaian Pelindo II lebh bermakna karena lazimnya obligasi pemerintah berbunga lebih rendah dari obligasi korporasi. Lebih bermakna lagi karena obligasi Peindo II diterbitkan di tengah Indonesia sedang mengalami tekanan dan investor asing melakukan net sale di pasar saham.

pelindo bonds

Sebetulnya Pelindo II ditawari suntikan dana oleh pemerintah dalam bentuk penyertaan modal pemerintah (PMP). Namun, Pelindo II menolak memperoleh alokasi PMP itu yang jumlahnya tahun ini Rp 37 triliun lebih. Ternyata Pelindo II mampu mencari dana sendiri setara dengan Rp 20,7 triliun atau 55 persen dari keseluruhan PMP.

Semoga dana ini memperlancar pembangunan kawasan pelabuhan Kalibaru, pembenahan berbagai pelabuhan, dan pembangunan pelabuhan baru.

Kisah membanggakan ini sepatutnya menjadi pembelajaran pemerintah.

 

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Maritim. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s