faisal basri

wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat

Kategori: Makroekonomi

  • ,Dari berbagai penjelasan pemerintah belakangan ini muncul kesan kuat bahwa pertumbuhan ekonomi bakal lebih tinggi pada semester kedua 2015 karena penyerapan anggaran akan lebih tinggi. Proyek-proyek infrastruktur bakal mulai berjalan lancar. Belanja modal bakal terealisasi. Seberapa jauh keyakinan itu memiliki pijakan kuat? Komponen produk domestik bruto (PDB) berdasarkan pengeluaran terdiri dari (1) pengeluaran konsumsi rumah tangga, (2) pengeluaran konsumsi…

  • Beredar di media sosial rupiah bakal terperosok lebih parah ketimbang tahun 1998. Bisa terpuruk ke level Rp 25.000 per dollar AS, kata berita itu yang tak jelas siapa yang menjadi sumbernya. Banyak pertanyaan yang saya terima dari berbagai kalangan, termasuk dari sekretaris saya yang tidak biasa-biasanya bertanya soal ekonomi. Tahun 1998 betul-betul merupakan malapetaka bagi…

  • Ketentuan pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) atas sejumlah barang seperti parfum, sadel kuda, peralatan golf, dan tas Louis Vuitton menimbulkan reaksi pedas. Kebijakan itu dipandang sangat memanjakan kelas atas. Semakin miris kalau bertujuan mendongkrak daya beli kelas atas karena jauh api dari panggang. Lihat posting di blog ini yang berjudul “Benarkah Daya Beli Masyarakat…

  • Nilai tukar rupiah kembali terperosok ke tingkat terendah pada hari Rabu (17/6) lalu, yaitu Rp 13.367 per dollar AS. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menganggap pelemahan rupiah akibat kondisi penguatan dolar AS atau yang sering disebut dengan ‘super dollar’. Karena banyak mata uang di negara lain juga mengalami hal serupa. “Malaysia ringgit (depresiasi/melemah) 1,1%; won Korea 1,07%; dan…

  • Sedemikian khawatirnya pemerintah terhadap sinyalemen kemerosotan daya beli masyarakat (private consumption) sampai-sampai menghapuskan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sebesar 40 persen atas barang-barang bermerek, dari parfum, sadel kuda, peralatan golf, hingga tas Louis Vuitton. Daya beli dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat dan tingkat harga. Pendapatan nominal masyarakat umum naik. Gaji pegawai negeri selalu naik setiap tahun lebih tinggi…

  • Laju pertumbuhan ekonomi yang terus melambat harus diwaspadai. Kecenderungan perlambatan terjadi sejak empat tahun lalu atau triwulan I-2011. Kemerosotan mencapai titik terendah sebesar 4,71 persen pada triwulan I-2015. Inilah angka pertumbuhan terendah dalam lima setangah tahun terakhir. Saatnya untuk introspeksi desain kebijakan makroekonomi. Kebijakan moneter dan fiscal harus padu, jangan saling mengeliminasikan. Kedua kebijakan itu…

  • Negeri kita tak lagi bertirai. Semua kejadian dapat disaksikan oleh dunia. Segala langkah dan ucapan harus serba terukur, karena semua bisa dinilai.  Tak bisa  lagi dipoles agar dapat nilai ekstra. Sebulan terakhir indeks saham gabungan terpangkas 432 poin atau melorot 7,8 persen, dari 5.518,675 pada 31 Maret menjadi 5.086,425 pada 30 April. Tahun lalu, tepatnya 2…

  • Di antara kelompok negara emerging market, perekonomian Indonesia relatif cukup memiliki daya tahan dalam menghadapi potensi krisis atau goncangan. Walaupun harus dicatat ketangguhan Indonesia dewasa ini lebih rendah dibandingkan tahun 2007 (sebelum tahun krisis finansial global 2008). Jadi ada pemburukan dalam daya tahan, sekalipun indikatornya masih positif. Dua negara Asia yang mengalami pemburukan tajam adalah India dan Malaysia. Indikator untuk India pada…

  • Jumat, 5 Desember 2014 | 00:03 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Beragam kebijakan Bank Indonesia dinilai tak tepat. Sejumlah target indikator ekonomi dari otoritas bank sentral itu pun diniali kerap meleset. Dengan dasar itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri menilai Bank Indonesia sudah tak lagi kredibe. “BI tidak kredibel. Kenapa? (Kebijakan BI) tidak diikuti…