Seberapa Tangguh Indonesia Menghadapi Potensi Krisis?


Di antara kelompok negara emerging market, perekonomian Indonesia relatif cukup memiliki daya tahan dalam menghadapi potensi krisis atau goncangan. Walaupun harus dicatat ketangguhan Indonesia dewasa ini lebih rendah dibandingkan tahun 2007 (sebelum tahun krisis finansial global 2008). Jadi ada pemburukan dalam daya tahan, sekalipun indikatornya masih positif.

Dua negara Asia yang mengalami pemburukan tajam adalah India dan Malaysia. Indikator untuk India pada tahun 2007 sudah negatif dan untuk 2014 angka negatifnya membesar. Sementara itu, Malaysia yang pada tahun 2007 masih memiliki indikator positif berbalik menjadi negatif pada tahun 2014. China juga mengalami pemburukan, namun angka indikatornya masih tetap positif dan relatif tinggi.

Dua Negara Asia yang menunjukkan penguatan daya tahan adalah Filipina dan Korea Selatan.

tangguh

Di Amerika Latin, yang mengalami pemburukan ekstrem adalah Argentina dengan angka minus lebih dari 2. Sementara itu Brazil berubah dari positif menjadi negatif. Peru satu-satunya negara di Amerika Latin yang menikmati perbaikan daya tahan.

Negara-negara Eropa bekas Komunis kebanyakan sangat rentan menghadapi krisis. Hanya Czech Republic yang memiliki indikator positif. Itu pun  mendekati nol.

Rojas-Suarez menyusun indikator daya tahan berdasarkan dua kelompok indikator. Pertama adalah dimensi ketahanan makroekonomi–cost and availability of external financing, yang meliputi: current account balance as percentage of GDP, the ratio of external debt to GDP, dan the ratio of short-term external debt to gross international reserves.

Dimensi kedua dari ketahanan makroekonomi–the ability to respond, meliputi: the ratio of general government fiscal balance to GDP, the ratio of government debt to GDP, the squared value of the deviation of inflation from its announced target, dan a measure of financial fragilities characterized by the presence of credit booms (excessive expansion of credit) or busts (collapse in the rate of growth of real credit).

Indonesia juga terbantu oleh arus modal masuk yang cukup deras, baik dalam bentuk investasi portofolio maupun penanaman modal asing langsung. Negara emerging markets secara keseluruhan mengalami tekanan arus modal asing keluar (capital outflows) selama paruh kedua 2014.

tangguh2

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Ekonomi Internasional, Makroekonomi. Bookmark the permalink.

5 Responses to Seberapa Tangguh Indonesia Menghadapi Potensi Krisis?

  1. Negara Maju says:

    Bagus artikelnya Pak Faisal Bashri.
    Btw, apa menurut bapak sistem ekonomi Islam yang lagi menanjak ini menjadi solusi dalam menghadapi krisis ke depannya?

  2. yayat says:

    thanks for articel, right kita harus membahu menghadapi krisis ini

  3. yayat says:

    semoga Indonesia bisa segera mengikuti, menjadi negara penuh daya saing

  4. Achoels says:

    Reblogged this on Achoels.

  5. harus bisa, hidup indonesiaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s