faisal basri
wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat
Kategori: Development
-
Malam ini saya bersyukur sambil bersantap dapat berdiskusi dengan dosen favorit saya tentang era baru, revolusi industri IV. Tanda-tanda era baru itu sudah tampak sosoknya. Industri Amerika Serikat (AS) akan bangkit. Relokasi industri ke Amerika Serikat menjadi fenomena baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Industri akan mendekat ke konsumen dan pusat desain dan R &D. Di…
-
Badan Pusat Statistik kemarin (Jumat, 5/1) mengumumkan data produk domestik bruto (PDB) terbaru. Pada tahun 2015 pertumbuhan PDB 4,8 persen, menjadikan penurunan pertumbuhan berlangsung lima tahun berturut-turut. Pertumbuhan triwulan IV-2015 memang naik menjadi 5,04% dari 4,74 persen pada triwulan sebelumnya. Penyumbang terbesar peningkatan pertumbuhan pada triwulan IV-2015 adalah pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) atau…
-
Sudah cukup banyak saya menulis di blog ini dengan tema atau judul atau kategori SESAT PIKIR. Tiada niatan untuk mengumbar energi negatif atau menyudutkan siapa pun. Tidak juga berpretensi paling benar sendiri. Yang dulu benar barangkali sekarang tidak relevan lagi. Perubahan sedemikian sangat cepat. Yang kita ketahui sangatlah sedikit, apalagi tentang masa depan. Kita dituntut untuk…
-
Harga pangan di pasaran internasional mengalami kecenderungan menurun. Namun harga pangan impor di Indonesia menunjukkan kecenderungan sebaliknya. Peraga di bawah menunjukkan perkembangan harga empat jenis pangan yang produksinya di dalam negeri lebih rendah dari konsumsi sehingga sebagian harus dipenuhi dengan mengimpor. Keempat komoditas pangan itu sekedar contoh. Banyak lagi yang menunjukkan kecenderungan serupa. Beras juga…
-
Pada 11 Desember 2015, di blog ini saya menayangkan tulisan berjudul “Jatuh-Bangun Perekonomian Indonesia” (http://wp.me/p1CsPE-1f6). Mengapa perekonomian Indonesia kerap terantuk dan mengalami stagnasi sehingga semakin tertinggal dengan negara-negara tetangga? Belum mencapai tingkat pendapatan per kapita yang cukup tinggi tetapi sudah melambat dan cenderung melandai. Banyak faktor yang memengaruhinya. Di antara yang terpenting dan bersifat mendasar, sangat boleh jadi salah satunya…
-
Setelah krisis politik dan ekonomi terdahsyat sepanjang sejarah Indonesia merdeka pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi tidak pernah lagi menyentuh 7 persen. Pemulihan pertumbuhan pasca-krisis terhenti pada 2007 sebagai imbas dari krisis finansial global yang dipicu oleh letupan subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Sempat naik kembali tahun 2010, namun setelah itu, selama lima tahun…
-
Salah satu faktor yang membuat perjalanan ekonomi Indonesia tertatih-tatih dan kerap mengalami kemerosotan adalah ketersediaan infrastruktur. Menurut kajian McKinsey, nilai stok infrastruktur yang memadai rata-rata sekitar 70 persen dari produk domestik bruto (PDB). Jika mengacu pada kajian itu, ketersediaan infrastruktur di Indonesia jauh dari memadai, yaitu hanya 30 persen. Keterbatasan infrastruktur menimbulkan konsekuensi yang serius. Pertama,…
-
Kemarin (9/9) Presiden mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap I yang berisi rencana aksi untuk lebih memacu sektor riil. Banyak yang hendak disasar. Pertama, meningkatkan daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan menjamin kepastian usaha. Serangkaian payung hukum sedang disiapkan, meliputi: 17 peraturan pemerintah, 11 peraturan presiden, 2 instruksi presiden, 63 peraturan menteri, dan…
-
Negara-negara yang sangat maju di dunia niscaya memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang atau terdepan dalam bidang tertentu. Amerika Serikat memiliki Microsoft, Apple, unggul dalam indusri pesawat terbang, dan menjadi pusat keuangan dunia. Jerman dan Jepang memiliki industri otomotif terkemuka, Korea memiliki industri elektronik kebanggaan seperti Samsung dan LG, China menguntit di berbagai bidang. Singapura mampu menyejahterakan rakyatnya dengan…