Sebagus-bagusnya Paket Kebijakan akan Ditelan Bumi Jika Petingginya Rusuh Terus


Kemarin (9/9) Presiden mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap I yang berisi rencana aksi untuk lebih memacu sektor riil. Banyak yang hendak disasar. Pertama, meningkatkan daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan menjamin kepastian usaha. Serangkaian payung hukum sedang disiapkan, meliputi: 17 peraturan pemerintah, 11 peraturan presiden, 2 instruksi presiden, 63 peraturan menteri, dan 5 peraturan lainnya.

Kedua, menghilangkan berbagai hambatan untuk mempercepat pelaksanaan dan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional.

Ketiga, meningkatkan investasi di sektor properti.

Paket kebjakan 9 September juga berisi langkah-langkah untuk melindungi masyrakat berpendapatan rendah dan penduduk pedesaan lewat: stabilisasi harga pangan, percepatan pencairan dana desa, dan penambahan penyaluran beras untuk penduduk miskin raskin) dar 12 kali menjadi 14 kali setahun.

Selain itu, masih ada satu kelompok kebijakan yang bertujuan untuk stabilisasi makroekonomi. Pemerintah bersama BI dan OJK akan bahu membahu melakukan langkah-langkah untuk menciptakan kondisi makroekonomi yang kondusif melalui: (1) stabilisasi fiskal dan moneter, termasuk pengendalian inflasi; (2) perpepatan belanja pemerintah; (3) penguatan neraca pembayaran.

Inilah paket kebijakan paling komprehensif yang pernah dikeluarkan pemerintahan Jokowi. Sayangnya, sejauh ini kita belum dapat memperoleh rincian paket kebijakan itu yang resmi dikeluarkan pemerintah.

Saya memperoleh rincian paket dari sini: https://dl.dropboxusercontent.com/content_link/30ErQjlHUs3vQRphEt36ZdclV0kd7zfeKgR9dRrL4jW0pf5uSBY8jURysZeClcTq?dl=1. Boleh jadi ini baru rancangan. Ada baiknya pemerintah segera mengeluarkan versi resminya.

Bisa juga dilihat di sini: http://www.ekon.go.id/berita/view/paket-kebijakan-ekonomi-i.1669.html#.VfF5oWoxX2x.

Paket kebijakan menyentuh hal-hal detail seperti subsidi suku bunga untuk kredit usaha rakyat (KUR) dan penyedian converter kit untuk nelayan agar bisa beralih dari bahan bakar solar ke elpiji, sehingga ongkos melaut lebih murah.

Amat sangat disayangkan, di tengah upaya serius membenahi perekonomian, para petinggi negeri cakar-cakaran. Contoh terkini adalah penentangan Menko Kemaritiman atas pembangunan storage BBM oleh PERTAMINA. Sebelumnya tentang kereta api masuk pelabuhan.

Kedua hal itu sudah direncanakan lama lewat kajian mendalam. Betapa pentingnya kita memiliki strotage agar cadangan operasional bisa ditingkatkan dari 18 hari menjadi 30 hari untuk meningkatkan ketahanan energi. Itu pun baru cadangan operasional, belum cadangan strategis yang sampai sekarang masih belum ada sama sekali. Dewan Energi Nasional (DEN) pun mendorong pembangunan storage. Kalau tiba-tiba Menko minta dibatalkan, bakal jadi apa negeri ini?

Demikian pula dengan proyek listrik 35.000 megawatt. Presiden sudah mencanangkannya dan terakhir meminta agar diteruskan. Namun, tanpa “babibu” Menko minta kepada PLN untuk ditinjau ulang (target diturunkan).

Lalu, tindakannya yang demonstatif menghancurkan beton yang menutupi rel di pelabuhan Tanjung Priok.

Kalau ada mafia di Pertamina dan di Pelabuhan Tanjung Priok, enyahkanlah dengan cara yang beradab.

Jika praktek-praktek a la koboi terus berlangsung, betapa sia-sianya serangkaian upaya perbaikan yang sedang dilakukan.

Hari ini saja rupiah lunglai lagi ke titik terendah baru,Rp 14.322 per dollar AS. Indeks harga saham gabungan pun terkoreksi lagi.

Kompak saja belum tentu bisa lebih baik, apalagi kalau cakar-cakaran terus. Malu kita semua dan tambah sengsara.

4 Comments

  1. Justru menurut kami cara demonstatif menghancurkan beton efektif memukul mundur mafia. Daripada tim anti mafia migas, namanya doang mafia. Sampai sekarang belum tertangkap adanya mafia maupun terasa perubahan dari sektor migas.

    Melawan mafia bukan dengan rekomendasi dari secarik kertas. Lawan!

      1. sip, kami tunggu.

        mudah-mudahan ada hasil nyata dari tim anti mafia migas, bukan cuma sekedar kertas rekomendasi. kalau cuma kertas rekomendasi memang cukup jadi pengamat saja, tak perlu jadi bagian pemerintah.

        kami disini senang dengan hasil kerja menko rizal ramli, Sejak dilantik pertengahan agustus lalu, per bulan september dwelling time di tanjung priok langsung turun jadi hanya 2 hari (cek http://dwelling.indonesiaport.co.id/).
        Beda dengan tim anfi mafia migas, sampai sekarang kami cuma dapat…..kertas rekomendasi……………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s