The Sound of Silence


Lirik lagu “The Sound of Silence” sangat menyentuh. Paul Simon menuliskannya beberapa bulan antara tahun 1963-1964 ketika berusia 22 tahun.

Penulis lagu dan penyanyi dengan tinggi 1,55 meter yang lahir 13 Oktober 1941 di Newark, New Jersey, boleh jadi menulis lagu yang sangat populer itu terpengaruh oleh peristiwa penembakan John F Kennedy dan masa perang Vietnam.

Tak seperti Bob Dylan yang melantunkan lagu-lagu protes sosial dan anti perang dengan lantang, Paul Simon dan Art Garfunkel berdendang dengan kelembutan dan agak melankoli. Paul Simon bertekad tidak akan mengikuti karakter dan gaya penyanyi yang dia kagumi itu.

Martin Luther King pernah berujar: “In the end, we will remember not the words of our enemies,but the silence of our friends.” Apakah Paul Simon membawa kegundahan Martin Luther King The Sound of Silence? Entahlah.

Versi asli The Sound of Silence yang tercantum dalam album perdana Simon & Garfunkel “Wednesday Morning 3AM” (dirilis Oktober 1964) bisa diunduh di https://www.youtube.com/watch?v=4zLfCnGVeL4

Lirik the Sound of Silence seolah-olah hadir di malam yang hening ini. Ketika setiap hari mendengar dan membaca pernyataan para politisi.

Bicara tetapi tidak mencerahkan

Mendengar tetapi tidak mendengarkan

Bertindak tetapi tidak memperjuangkan

Melangkah tetapi tidak jelas arah

Berjani tetapi beda pelaksanaan

Terima kasih kepada Attar yang telah menguakkan ingat-ingatan ayah kembali atas lagu-lagu Simon & Garfunkel malam tadi, yang menghadirkan cermin untuk memahami kondisi negeri dengan lebih baik.

“The Sound Of Silence”

Hello darkness, my old friend,
I’ve come to talk with you again,
Because a vision softly creeping,
Left its seeds while I was sleeping,
And the vision that was planted in my brain
Still remains
Within the sound of silence.

In restless dreams I walked alone
Narrow streets of cobblestone,
‘Neath the halo of a street lamp,
I turned my collar to the cold and damp
When my eyes were stabbed by the flash of a neon light
That split the night
And touched the sound of silence.

And in the naked light I saw
Ten thousand people, maybe more.
People talking without speaking,
People hearing without listening,
People writing songs that voices never share
And no one dared
Disturb the sound of silence.

“Fools,” said I, “You do not know –
Silence like a cancer grows.
Hear my words that I might teach you.
Take my arms that I might reach you.”
But my words like silent raindrops fell
And echoed in the wells of silence

And the people bowed and prayed
To the neon god they made.
And the sign flashed out its warning
In the words that it was forming.
And the sign said, The words of the prophets are written on the subway walls
And tenement halls
And whispered in the sound of silence.

7 respons untuk ‘The Sound of Silence

Add yours

  1. pak faisal.. kalo lirik yang ini artinya apa ya?
    “And the people bowed and prayed
    To the neon god they made.
    And the sign flashed out its warning
    In the words that it was forming.
    And the sign said, The words of the prophets are written on the subway walls
    And tenement halls
    And whispered in the sound of silence”

    1. Bunda, mungkin setiap orang memiliki interpretasi yang beda. Arti harfiahnya tentu Bunda memahaminya. Bagi saya, makna terdalam dari lirik ini adalah kita tidak boleh diam menyuarakan kebenaran.

      1. setuju pak. Saya bukan termasuk orang yang vokal yang bisa menyuarakan semua pendapat saya. saya lebih fasih dalam tulisan. ingin sekali seperti bapak yang bisa bicara didepan forum seperti waktu itu saya mendengarkan paparan bapak dalam acara di kantor saya.
        terima kasih pak faisal atas jawabannya.

  2. Ketimpangan yg selalu terjadi n makin menjadi bahkan di level terbawah di negeri ini belum bisa di berangus meski telah banyak menimbulkan luka derita trutama bagi yg tak berdaya. Mungkinkah masih lama sinar mentari menyentuh kekelaman ini 😓🤗

  3. Ketimpangan yg selalu terjadi n makin menjadi bahkan di level terbawah di negeri ini belum bisa di berangus meski telah banyak menimbulkan luka derita trutama bagi yg tak berdaya. Mungkinkah masih lama sinar mentari menyentuh kekelaman ini 😓🤗

  4. Ketimpangan yg selalu terjadi n makin menjadi bahkan di level terbawah di negeri ini belum bisa di berangus meski telah banyak menimbulkan luka derita trutama bagi yg tak berdaya. Mungkinkah masih lama sinar mentari menyentuh kekelaman ini 😓🤗

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: