Kalau Mau Bubarkan Petral, Jangan Tanggung-tanggung


Petral memang harus segera dibubarkan karena nyaris tak punya kegiatan, kecuali yang bersifat administratif dan konsolidasi keuangan dua anak perusahaannya, Pertamina Energy Services Pte. Ltd. (PES) yang berbasis di Singapura dan Zambesi Investments Limited (Zambesi) yang berbasis di Hongkong. Zambesi tak banyak diurusi Pertamina karena tak banyak kegiatannya. Boleh dikatakan Zambesi tidak memberikan sumbangsih laba kepada Pertamina.

Pembubaran Petral sepatutnya menjadi momentum pembenahan mendasar sektor hilir Pertamina, khususnya yang berkaitan dengan perdagangan internasional.

Pandangan awam saya, kalau Petral dibubarkan, Pertamina akan beruntung. Petral sebagai induk perusahaan mencatatkan laba sehingga harus membayar pajak kepada pemerintah administratif Hongkong. Kalau Petral segera dibubarkan, dan kedua anak perusahaan Petral langsung diambil alih Pertamina, maka laba PES yang selama ini dikonsolidasikan ke Petral akan masuk sebagai penerimaan pajak pemerintah Indonesia.

Bagaimana dengan Zambesi? Karena tidak ada kegiatan usaha yang berarti, Zambesi pun seharusnya dibubarkan bersamaan dengan pembubaran Petral.

PES pun bisa dibubarkan sehingga tamat sejarah kelam kongkalikong PES dengan mafia migas. Lalu Pertamina membentuk perusahaan dagang baru yang diarahkan sebagai perusahaan dagang profesional berskala internasional berbasis di Singapura. Perusahaan dagang baru ini lebih ramping dari PES dan berkonsentrasi mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjadi international oil trading company yang mumpuni untuk menopang bisnis Pertamina.

Itulah first best solution. Opsi second best adalah mempertahankan PES tetapi seluruh manajernya diganti segera. Kalau tidak, mereka akan terus menerus berupaya memanfaatkan injury time yang berpotensi bakal merugikan Negara.

Dalam proses restrukturisasi, baik Petral, PES, dan Zambesi hanya melakukan aktivitas rutin, tidak boleh melakukan tindakan atau transaksi bisnis yang signifikan dan berjangka panjang.

Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina bisa mempercepat pengambilalihan pengadaan minyak yang masih ditangani PES. Supaya tidak digerayangi mafia migas, ISC harus diperkuat, personelnya segera diganti dan jangan dimasuki manajer dari PES, supaya putus matarantai dengan mafia migas. Buat SOP yang memperketat proses tender, yang membuka akses lebih luas kepada pelaku tender, proses tender yang transparan, dan diawasi ketat, kalau perlu oleh BPK atau KPK.

Kalau mau mengubah, lakukanlah secara menyeluruh dan secepatnya. Jangan biarkan kekuatan mafia migas mengonsolidasikan diri atau muncul mafia baru, atau mafia lama dan baru menyatu. Jangan biarkan mereka masuk kembali ke relung-relung pusat kekuasaan.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Ekonomi Politik, Migas, Oil and Gas, Political Economy and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kalau Mau Bubarkan Petral, Jangan Tanggung-tanggung

  1. Henry & Desna says:

    petral jadi nya bubar tapi urusannya di serahkan ke ISC jadi nya ya sama saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s