Kategori: Tata Niaga

Revitalisasi Garam Nasional Mendesak


Kompas Cetak | 3 Maret 2016 | Hal. 18 JAKARTA, KOMPAS — Target swasembada garam dinilai tidak efektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Ini karena target swasembada dan penutupan impor garam tidak diimbangi dengan efisiensi produksi dan peningkatan daya saing. Demikian dikemukakan pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, Rabu (2/3), di Jakarta. Swasembada garam konsumsi yang

Lanjutkan membaca

Ini Dampaknya Jika RI Batasi Impor Pangan


Dana Aditiasari – detikfinance Rabu, 02/03/2016 20:09 WIB Jakarta -Upaya pemerintah menekan volume impor untuk mencapai swasembada pangan dinilai dapat memicu kenaikan harga bahan pangan. Bukan hanya itu, Swasembada yang dipaksakan pun dikhawatirkan dapat mengakibatkan jumlah masyarakat miskin bertambah. “Buruh itu sekitar 1/3 pengeluarannya untuk makan. Kalau impor dibatasi karena alasan swasembada, maka harga pangan

Lanjutkan membaca

Masih Soal Data Beras: Kementan Makin Aneh


Sahut-sahutan bak berbalas pantun soal data beras terus berlanjut di internal pemerintah. Kali ini antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Menteri Perdagangan mempertanyakan surplus beras 10 juta ton tahun 2015. Pasalnya, harga beras masih saja naik sampai Januari 2016. Menurut BPS, beras merupakan salah satu penyumbang utama inflasi Januari 2016. Sudah berbulan-bulan seperti itu. Kementerian

Lanjutkan membaca

Tanggapan tentang Faisal yang Gagal Paham


Tulisan Bung Ronny Noor (Gagal Paham Faisal Basri Terkait Komoditas Pertanian) atas tulisan saya (Sesat Pikir Menteri Pertanian) patut dihargai sebagai upaya mengurai akar masalah pangan di Tanah Air agar kita bisa menemukan penyelesaian terbaik. Semoga tulisan tanggapan Bung Ronny memicu kemunculan pemikiran-pemikiran yang lebih tajam, mendalam, dan multidimensional. Tanggapan saya terdiri dari dua bagian. Pertama

Lanjutkan membaca

Harga Pangan Terus Menggerogoti Daya Beli


Pada Senin, 1 Februari 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi terbaru. Inflasi bulan Januari 2016 year-on-year naik menjadi 4,14 persen, dari 3,35 persen pada bulan Desember 2015. Sedangkan tingkat inflasi month-to-month bulan Januari adalah 0,51 persen, padahal pada Januari tahun sebelumnya terjadi sebaliknya, yaitu deflasi sebesar 0,24 persen. Bahan makanan merupakan penyumbang terbesar inflasi

Lanjutkan membaca

Kisruh Jagung


Banyak kalangan berulang kali mengingatkan tentang karut marut pengelolaan pangan. Pemerintah, terutama Menteri Pertanian, cenderung hanya mengutik-utik persoalan di hilir. Padahal persoalan pangan di Indonesia sudah sedemikian sangat akut. Lihat Menohok ke Akar masalah. Kisruh soal jagung kian membuktikan konstatasi di atas. Harga rerata jagung di pasar internasional pada Desember 2015 adalah 163,35 dollar AS per

Lanjutkan membaca

Mafia di mana-mana?


Belakangan ini muncul tudingan mafia daging sapi, mafia garam, dan mafia beras. Di masa Orde Baru ada julukan “7-samurai” untuk mafia gula, lalu berganti julukan menjadi “7-ninja” di masa reformasi. Selama kampanye pilpres tahun lalu, marak perbincangan tentang mafia migas. Tudingan mafia muncul ketika harga-harga melonjak. Mafia dituding melakukan kartel atau persekongkolan. Semua kasus yang

Lanjutkan membaca

Pertalite dan Nasib Harga BBM Bersubsidi Ketika Harga Minyak Melorot


Jumat (24/7), harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) mencapai titik terendah 47,97 dollar AS per barrel. Sementara itu minyak mentah Brent nyaris mencapai titik terendah baru sejak Januari 2015. Harga rerata bulanan kedua jenis minyak mentah itu pada Juni turun dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan berlanjut pada Juli ini. Demikian juga untuk OPEC basket price yang month-to-date

Lanjutkan membaca

Penguatan Kelembagaan Hilir Migas sebagai Ujung Tombak Industrialisasi dan Peningkatan Daya Saing Nasional*


Persoalan hangat yang selama ini mendominasi diskursus dunia minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia adalah cost recovery, lifting, pro-kontra rezim kontrak yang berlaku sekarang (production sharing contract), dan model tata kelola (“dua kaki” atau “tiga kaki”). Persoalan-persoalan itu menunjukkan bias hulu, karena memang istilah-istilah itu dipakai dalam kegiatan hulu migas. Padahal, produksi minyak mengalami

Lanjutkan membaca

Matematika Beras


Berdasarkan data BPS, produksi padi tahun 2014 sebanyak 70,83 juta ton gabah kering giling (GKG), turun sebesar 0,45 juta ton (0,63%) dibandingkan tahun 2013. Program pemerintah untuk membangun bendungan, pencetakan 1 juta hektar sawah baru, dan saluran irigasi barumembutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi beras paling cepat tiga tahun ke depan.

Lanjutkan membaca
3 komentar