Kategori: Tata Niaga

Jawaban atas Pemberitaan Detikcom tentang Bisnis Gas


Tulisan saya Lezatnya Berburu Rente Bisnis Gas antara lain ditanggapi oleh Sabrun Jamil, Ketua Indonesia Natural Gas Trader Associate (INGTA), asosiasi yang menaungi para trader. Lihat Dituding Jadi Penyebab Harga Gas di RI Mahal, Ini Jawaban Trader. Alhamdulillah, pengakuannya membuat liku-liku bisnis gas semakin terang benderang. Memang, tidak semua trader sekedar calo yang semata-mata menjual gas tanpa membangun pipa,

Lanjutkan membaca

Gagal Paham atas Penjelasan Pertamina tentang Pemburuan Rente Bisnis Gas


Tulisan saya berjudul Lezatnya Berburu Rente Bisnis Gas ditanggapi oleh Pertamina yang bisa dibaca di detikFinance dengan judul: Kenapa Perusahaan Migas Memakai Jasa Trader untuk Distribusi Gas? Penjelasan Pertamina tidak apple to apple dengan tulisan saya. Fokus tulisan saya adalah niaga gas (gas trading) nasional yang dilakukan oleh Pertamina Gas (Pertagas, anak perusahaan Pertamina). Pertagas memiliki anak perusahaan

Lanjutkan membaca

Lezatnya Berburu Rente Bisnis Gas


Kementerian Perindustrian mengklaim harga gas di Indonesia sangat mahal dibandingkan dengan di negara-negara tetangga. Sebaliknya, SKK Migas memandang harga gas di dalam negeri tergolong murah. Setiap pihak punya pandangan masing-masing dan cenderung tidak memiliki pemahaman mendalam. Bertahun-tahun pemerintah tidak berhasil menuntaskan persoalan harga gas “mahal”. Tak kunjung selesai juga walaupun sudah keluar Perpres No.40/2016 pada

Lanjutkan membaca

Inflasi Turun tetapi Relatif Masih Tinggi


Kemerosotan harga minyak dunia sungguh sangat membantu penurunan inflasi di Indonesia. Walaupun seminggu terakhir harga minyak dunia naik cukup tajam (Brent menembus 50 dollar AS hari ini, 19 Agustus), namun masih jauh lebih rendah ketimbang harga tertinggi yang sempat bertengger di atas 100 dollar AS. Adalah kenaikan harga BBM di dalam negeri yang membuat pola

Lanjutkan membaca

Kementan: Faisal Basri Dinilai Gagal Paham Soal Larangan Impor Jagung


Catatan: Siap dialog terbuka bagi perbaikan mendasar. *** Luthful meminta agar Faisal Basri lebih fokus menuntaskan masalah mafia migas saja JITUNEWS.COM, 15 Juli 2016 09:30 WIB JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kasubid Data Sosial, Prasarana dan Sarana, Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Dr. Luthful Hakim, menilai bahwa Faisal Basri gagal paham soal kebijakan pemerintah yang

Lanjutkan membaca

Sesat Pikir Regulasi Gula di Indonesia


Menurut data Badan Pusat Statistik, harga eceran gula pasir pada bulan Juli 2016 adalah Rp15,745 per kg. Dibandingkan Juli tahun sebelumnya Rp13.065 per kg, berarti terjadi kenaikan sebesar 20,5 persen. Walaupun harga gula di pasar internasional pada Juli 2016 naik tajam (53,6 persen) dibandingkan bulan yang sama tahun 2015, harga eceran gula di Indonesia tetap

Lanjutkan membaca

Masih Ingat TPID? Efektifkah?


Dalam salah satu putaran debat calon presiden pada pemilihan umum 2014, calon presiden Joko Widodo bertanya kepada calon presiden Prabowo Subiyanto: “Bapak Prabowo, kami ingin bertanya bagaimana cara meningkatkan peran, ini soal rakyat, peran TPID. Terima kasih.” Sebelum menjawab, Prabowo terlebih dahulu bertanya balik kepada Jokowi: “Apa singkatan TPID, Pak Jokowi?” Hadirin mendadak sontak tertawa.

Lanjutkan membaca

Menteri yang Masih Saja Terus Bermimpi


Pada Februari 2016 terjadi deflasi 0,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, harga beras dan daging sapi terus naik sekaligus menjadi penyumbang terbesar kenaikan harga-harga umum. Harga eceran rerata daging sapi di Indonesia pada Januari 2016 adalah Rp 104.120 per kg. Pada bulan yang sama, harga daging sapi di pasaran internasional 3,50 dollar AS per kg

Lanjutkan membaca

Bisakah RI Swasembada Garam?


Dana Aditiasari – detikfinance Rabu, 02/03/2016 19:10 WIB Jakarta -Upaya Pemerintah mendorong swasembada garam dinilai belum optimal. Ekonom Faisal Basri memandang, dalam hal swasembada ini Pemerintah baru fokus pada pengurangan Impor namun hampir tak melakukan pembenahan di sisi Produksi. “Masalahnya kita mau swasembada tapi kita nggak selesaikan masalah di hulu. Main short cut (jalan pintas)

Lanjutkan membaca

Revitalisasi Garam Nasional Mendesak


Kompas Cetak | 3 Maret 2016 | Hal. 18 JAKARTA, KOMPAS — Target swasembada garam dinilai tidak efektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Ini karena target swasembada dan penutupan impor garam tidak diimbangi dengan efisiensi produksi dan peningkatan daya saing. Demikian dikemukakan pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, Rabu (2/3), di Jakarta. Swasembada garam konsumsi yang

Lanjutkan membaca