faisal basri
wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat
Kategori: Makroekonomi
-
Gembar gembor swasembada pangan dan peningkatan produksi sejumlah produk pertanian patut dipertanyakan. Logikanya, kalau produksi meningkat cukup signifikan, harga setidaknya tidak naik, apalagi kalau sudah swasembada. Kenyataan menunjukkan dalam empat bulan terakhir, andil kelompok bahan makanan terhadap inflasi sangat dominan, rata-rata sekitar 50 persen. Pada bulan Mei andil bahan makanan terhadap inflasi sebesar 56 persen. Bulan berikutnya naik…
-
Selasa, 25 Agustus 2015 | 11:01 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri menyarankan pemerintah melakukan tiga langkah yang dia sebut sebagai upaya “menolong” rakyat di tengah merosotnya ekonomi saat ini. Menurut dia, pemerintah harus menjaga daya beli masyakat sekaligus menjaga inflasi terkendali di level rendah. “Tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah…
-
Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah memasuki tahun keempat. kemerosotan ekspor juga sudah memasuki tahun keempat. Nilai tukar rupiah terus mengalami kecenderungan melemah pun sejak empat tahun silam setelah mencapai titik terkuatnya Rp 8.460 pada 2 Agustus 2011. Jadi tidak ada yang baru dan serba mendadak. Bedanya, belakangan ini pemburukan mengakselerasi. Tak usah menyalahkan pihak atau faktor…
-
Harga saham berguguran di seantero dunia. Dow Jones Industrial Average turun 588,4 poin atau minus 3,57 persen. Indeks harga saham di Eropa juga turun rata-rata sekitar 4 sampai 5,3 persen. Intervensi pemerintah China tak kuasa menahan laju kemerosotan indeks harga saham. Kemarin indeks Shanghai melorot 8,5 persen. China yag punya kemewahan dalam bentuk kemelimpahan likuiditas…
-
Hari ini (24/8) nilai tukar rupiah nyaris (Rp 2 rupiah lagi) menembus Rp 14.000 per dollar AS. Indeks harga saham sudah turun 20,34 persen (year-to-date) dan 19,91 persen (year-on-year) dan hari ini ditutup di aras 4.163,729, turun 3,97 persen. Kemerosotan nilai tukar dan pasar saham dialami semua emerging markets tanpa kecuali. Hari ini, indeks saham Shanghai melorot 8,49…
-
Nilai tukar rupiah terus merosot. Kemarin (19/8/2015), nilai tukar rupiah per 1 dollar AS adalah Rp 13.824. Sehari sebelumnya rupiah bertengger di titik terendah dalam 17 tahun terakhir, Rp 13.831 per dollar AS. Kemerosotan nilai tukar rupiah bukanlah fenomena baru. Pelemahan rupiah sudah berlangsung empat tahun. Sepanjang sejarah, rupiah tidak pernah melemah sedemikian lama. Jadi…
-
Pemerintah mematok penerimaan perpajakan di RAPBN 2016 sebesar Rp 1.565.8 triliun. Menteri Keuangan memandang target itu lebih realistik karena hanya naik 14,5 persen dari perkiraan realisasi penerimaan pajak 2015. Ia mengatakan penerimaan pajak tahun ini diperkirakan shortfall Rp 120 triliun sehingga hanya mencapai Rp 1.369 triliun (target APBNP 2015 adalah Rp 1.489 trliun). Mengingat prediksi pemerintah…
-
Pertumbuhan ekonomi melemah, tetapi pemerintah terus menggenjot pajak. Target penerimaan pajak 2015 naik 30 persen dibandingkan penerimaan pajak 2014. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 4,7 persen dan laju inflasi 5 persen, pertumbuhan natural penerimaan pajak tahun 2015 sekitar 9,7 persen. Katakanlah dibulatkan menjadi 10 persen. Dengan target penerimaan pajak naik 30 persen, berarti pemerintah harus bekerja…
-
Pemimpin puncak bank sentral di seluruh dunia lazimnya tidak banyak mengumbar pernyataan. Mereka sadar setiap ucapannya berdampak besar terhadap pasar. Setiap pernyataan mereka serba terukur, dipersiapkan dengan matang. Mereka pelit bicara, tidak terbiasa dengan door-stop interview. Mereka sangat menjaga kredibilitas, karena amt sadar dampak dari setiap pernyataanya. Pernyataan petinggi-petinggi bak sentral bukanlah pandangan pribadi, melainkan mewakili pandangan…
-
Judul tulisan ini kerap menimbulkan reaksi serta merta: jual tanah air, propaganda neolib. Padahal selama ini sudah marak praktek menjual tanah dan air kepada asing. Kita mengekspor bebatuan, logam, mineral, dan pasir. Perusahaan asing mengomersialisasikan air dalam bentuk produk air kemasan. Produk-produk itu dijual ke luar negeri. Kekayaan alam kita itu terbang ke luar, bekasnya adalah bukit…