faisal basri
wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat
Penulis: faisal basri
-
Petani semakin sejahtera jika penghasilan dari bertani bisa membeli barang dan jasa yang dibutuhkannya lebih banyak. Itu akan terjadi jika harga hasil pertanian naik lebih tinggi dari harga barang dan jasa yang dibeli petani. Badan Pusat Statistik mengeluarkan salah satu indikator kesejahteraan petani, yaitu “nilai tukar petani” (NTP). Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, NTP cenderung…
-
Jika mengunjungi pasar swalayan atau minimarket, kita dengan mudah menemui kuaci yang diolah dari biji bunga matahari dengan kemasan berbahasa Indonesia. Susuri rak demi rak, kita akan menemukan beragam cemilan. Untuk jenis kacang-kacangan, berjejer produk Garuda dan Dua Kelinci. Keduanya merupakan unggulan di pasar. Persaingan di antara keduanya sangat tajam. Iklannya kerap muncul di televisi,…
-
Hari ini (19 Mei 2017), Standard & Poor’s (S&P) menaikkan long-term sovereign credit rating Indonesia satu notch dari BB+ menjadi BBB-. Dengan kenaikan peringkat oleh S&P itu, maka Indonesia telah lengkap menyandang status investment grade yang diberikan oleh kelima perusahaan pemeringkat internasional. Alasan kenaikan peringkat oleh S&P bisa dilihat di sini. Dalam pandangan S&P, faktor terpenting peningkatan peringkat…
-
Catatan: Hari ini (13 Mei 2017), saya diundang oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, sebagai pembicara pada seminar “Ecopreneurship Menuju Alam Lestari dan Profit Tinggi.” Pembicara lainnya ialah Prof. DR. Andreas Lako daeri Universitas Soegijapranata Semarang, sedangkan moderator adalah dr. Andri dari UNS
-
Catatan: Pada 4 Mei 2017, Tempo Institut dan Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) menggelar diskusi bertajuk “Ketimpangan Ekonomi.” Moderator (Yopie Hidayat) yang piawai merangkum diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam dengan nara sumber: Vivi Alatas, Enny Sri Hartati, Elan Satriawan, dan Faisal Basri. *** Kondisi Terakhir Kemiskinan dan Ketimpangan Data empiris menunjukkan ketimpangan kesejahteraan di Indonesia semakin…
-
Jangan pernah lelah berikhtiar untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Jangan beringsut sejengkal pun. Modal utama yang harus terus dijaga adalah kebebasan. Tentu saja kebebasan yang tidak merampas free will orang lain. Kebebasan yang dibingkai oleh keadaban publik, yang mampu mewujudkan keadilan sosial dan harmoni sosial. Bukan kebebasan yang mengumbar kebencian dan permusuhan. Kebebasanlah yang menjamin pendulum…
-
Program pengampunan pajak telah berakhir pada 31 Maret 2017. Antusiasme masyarakat tergolong luar biasa. Sampai akhir batas waktu program, tercatat satu juta lebih jumlah Surat Pernyataan Harta (SPH). Nilai harta yang dideklarasikan mencapai 4.866 triliun, sekitar 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Harta yang dideklarasikan itu setara dengan 365 miliar dollar AS atau tiga kali…
-
Pertumbuhan sektor jasa di Indonesia jauh lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor penghasil barang (pertanian, pertambangan, dan industri manufaktur), terutama sejak awal tahun 2000-an. Pada umumnya sektor jasa merupakan penopang atau derived demand dari sektor penghasil barang. Jika sektor penghasil barang loyo, sektor jasa pendukungnya pun cenderung melemah. Perlambatan pertumbuhan ekonomi sejak 2011 terutama disebabkan oleh…
-
Sentimen populisme dan nasionalisme yang melanda dunia juga menerpa Indonesia. Bedanya, di Indonesia masih berkutat pada persoalan kepemilikan negara. Kedaulatan ekonomi seolah-olah terampas jika kepemilikan tidak sepenuhnya atau 100 persen di tangan badan usaha milik negara (BUMN). Tengok saja konsep holding BUMN. Semua induk holding dipegang oleh BUMN yang kepemilikannya 100 persen oleh pemerintah. PT…