Waspada Tinggi Dampak Ekonomi Coronavirus


[Update 8 Februari 2020 pk.03:15: Hingga Jumar (7/2), total kematian 722 orang (termasuk 1 warga AS) dan 34.546 di China Daratan. Di luar China telah menyerang 27 negara dengan 2 meninggal dan 320 terjangkiti.]

satu kematian lagi di luar China Daratan, yaitu di Hongkong. Total kematian 427orang. Penderita di China Daratan naik menjadi 20.438 orang, dari 3.235 orang pada hari Senin. Sekitar 3.000 yang terjangkit dalam kondisi kr

Akhir Januari lalu, WHO (World Health Organization) menetapkan wabah coronavirus sebagai darurat kesehatan dunia. Risiko virus yang berasal dari China ini telah menjalar ke lebih 26 negara di empat benua.

Dari hari ke hari korban berjatuhan terus bertambah. Wabah yang bermula dari Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, sejak awal Desember 2019 sampai hari Minggu lalu telah menjangkiti 17.300 orang di seluruh dunia, merenggut 362 jiwa di seluruh wilayah China dan satu orang di Filipina. Itu data pada 2 Februari 2020. Empat hari sebelumnya jumlah kematian baru 170 jiwa dan yang terjangkit baru 7.678 orang.

Kematian akibat coronavirus baru telah melampaui korban meninggal dunia akibat wabah SARS (severe acute respiratory syndrome) tahun 2002 dan 2003 di China Daratan yang menelan 349 jiwa (The New York Times).

A man with a protective mask walked in a large empty Beijing shopping area that would usually be busy during the Lunar New Year holiday. PHOTO: KEVIN FRAYER/GETTY IMAGES
Sumber: Wall Street Journal

Lima negara ASEAN telah terjangkiti, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Negara tetangga dekat kita, Australia, pun turut terkena.

Coronavirus diperkirakan bakal memukul ekonomi dunia lebih keras ketimbang dampak epidemik SARS. Fatality rate coronavirus sangat boleh jadi jauh lebih rendah dari wabah SARS, namun karena beberapa faktor, dampak ekonominya bagi perekonomian global lebih parah.

Pertama, pada tahun 2003 perekonomian China masih di urutan keenam dunia dengan produk domestik bruto (PDB) senilai 1,7 triliun dollar AS. PDB Amerika Serikat, yang merupakan perekonomian terbesar di dunia, tujuh kali lipat dari PDB China. Sumbangan PDB China baru 4 persen terhadap PDB dunia pada 2003 dan kini melonjak menjadi 16 persen.

Kini perekonomian China telah melonjak delapan kali lipat menjadi 13,6 triliun dollar AS, menempatkannya sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia dan kian mendekati PDB AS. PDB AS tinggal 1,5 kali lipat dari China. Pada tahun 2019, PDB China (sekitar 14,55 triliun dollar AS) hampir sama dengan PDB semua negara Uni Eropa.

Sumber: Bank Dunia

Kedua, China telah menjelma sebagai pusat grafitasi perdagangan dunia. Tak ada satu pun negara yang menandingi nilai perdagangan China. Nilai ekspor dan impor China tahun 2018 mencapai 4,6 triliun dollar AS, melampaui nilai perdagangan AS sebesar 4,3 triliun dollar AS. Lima negara terbesar di dunia memiliki hubungan dagang paling erat dengan China. Amerika Serikat, Jepang, dan India mengimpor barang dari China lebih besar ketimbang dari negara mana pun di dunia. Uni Eropa dan Brazil mengekspor barang paling banyak ke China daripada ke negara-negara lainnya.

Posisi China sangat vital sebagai pemasok kompanen dan berbagai material banyak perusahaan di dunia. Gangguan produksi yang cukup lama di China sangat mengganggu sistem produksi banyak produk di dunia yang terjalin dalam sistem global supply chain.

Indonesia pun memiliki hubungan dagang paling erat dengan China. Tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah China. Asal impor terbesar Indonesia juga dari China.

Banyak lagi yang disandang China sebagai pemegang rekor dunia, di antaranya: penduduk terbesar, eksportir terbesar, produsen dan eksportir manufaktur terbesar, pasar terbesar untuk berbagai kategori barang konsumsi dan barang mewah, dan pengimpor minyak mentah terbesar.

Dampak nyatanya sudah terlihat. Dalam tiga minggu terakhir harga minyak merosot tajam. Bagi Indonesia itu berita baik, karena kita sudah menjadi negara pengimpor netto, tetapi berdampak negatif terhadap penerimaan negara. Penurunan harga terjadi pula terhadap sejumlah komoditas ekspor Indonesia sehingga bakal menekan transaksi perdagangan luar negeri dan akun lancar (current account).

Sumber: Wall Street Journal.

Berdasarkan data terbaru dari World Tourism Organization (UNWTO), sekitar 150 juta perjalanan ke luar negeri dari China membelanjakan tak kurang dari 277 miliar dollar AS, juga terbesar di dunia. Pelancong dari AS yang di urutan kedua, pengeluarannya jauh di bawah China, yaitu 144 miliar dollar AS.

Bagi Indonesia, pelancong dari China merupakan yang terbanyak kedua setelah Malaysia. Pada tahun 2018, pelancong dari China mencapai 2,1 juta orang atau 13,5 persen dari keseluruhan turis mancanegara yang datang ke Indonesia. Sebelum coronavirus merebak sebagai masalah dunia sekalipun, jumlah turis China ke Indonesia sudah turun tahun lalu. Apatah lagi tahun ini.

Sumber: Badan Pusat Statistik.

Tekanan terhadap perekonomian dunia bertambah berat karena pertumbuhan ekonomi China terus mengalami kecenderungan menurun sejak 2008. Tahun ini diperkirakan pertumbuhan ekonomi China memasuki zona lebih rendah baru: lima persenan. Tahun lalu pemerintah China masih mampu meredam perlambatan ekonomi lewat pelonggaran kebijakan moneter. Kali ini yang dihadapi jauh lebih berat, tidak sekedar faktor ekonomi teknis, melainkan juga faktor psikologis. Oleh karena itu bisa dimaklumi ada prediksi pertumbuhan China tahun ini berpotensi di bawah 5 persen.

*Prediksi IMF per Januari 2020. Prediksi IMF untuk tahun 2020 belum memperhitungkan dampak wabah coronavirus.
Sumber: Bank Dunia.

Hampir bisa dipastikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen tahun ini sebagaimana tercantum dalam APBN 2020 dan RPJM 2020-2024 tidak akan tercapai. Bisa tumbuh 5 persen saja seperti tahun 2019 sudah amat bagus.

[Diperbarui 9 Februari 2019 pk.00:34]

One thought on “Waspada Tinggi Dampak Ekonomi Coronavirus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.