faisal basri

wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat

Kategori: Makroekonomi

  • Hari ini (14/1) Bank Indonesia (BI) menurunkan BI rate hanya sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen. Judul peraga di bawah saya buat sekitar dua bulan lalu. Kala itu inflasi sudah menunjukkan kecenderungan menurun dan diperkirakan mencapai titik terendah pada Desember 2015 karena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) November 2014 terhadap inflasi sudah sirna.…

  • Redakan dulu ambisi besar untuk sementara. Koreksi target selangit. Kocar-kacir ekonomi Indonesia belakangan ini merupakan bukti nyata bahwa fondasi kita masih lemah. Beberapa masalah structural harus segera ditangani serius. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Jangan melompat-lompat. Akui kelemahan kita dengan rendah hati. Langkah pertama adalah mengoreksi target penerimaan pajak pada APBN 2016. Belajarlah dari kesalahan…

  • Perekonomian dunia tahun 2016 tampaknya akan terus menghadapi tekanan dan gejolak. Negara-negara maju masih akan mengalami fenomena yang disebut oleh Larry Summers, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, sebagai secular stagnation, yakni ketidakmampuan negara-negara maju untuk tumbuh pada tingkat yang memadai sekalipun kebijakan moneter sudah sangat longgar dengan suku bunga mendekati nol persen. Kenaikan suku bunga…

  • Setelah krisis politik dan ekonomi terdahsyat sepanjang sejarah Indonesia merdeka pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi tidak pernah lagi menyentuh 7 persen. Pemulihan pertumbuhan pasca-krisis terhenti pada 2007 sebagai imbas dari krisis finansial global yang dipicu oleh letupan subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Sempat naik kembali tahun 2010, namun setelah itu, selama lima tahun…

  • Hari Rabu (23/9/2015), nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terendah baru, Rp 14.623 per dollar AS. Sudah empat tahun lebih rupiah merana. Terlama dalam sejarah. Sejak 2 Agustus 2011, rupiah sudah terkikis nilainya terhadap dollar AS sebesar 42,14 persen. Jadi, tak benar pernyataan Gubernur Bank Indonesia bahwa pelemahan rupiah bersifat sementara. Lihat: http://www.antaranews.com/berita/511777/bi-meyakini-pelemahan-rupiah-hanya-sementara http://bisnis.tempo.co/read/news/2010/05/19/087248966/pelemahan-rupiah-dinilai-hanya-sementara http://wartaekonomi.co.id/read/2015/08/11/68018/bi-pelemahan-rupiah-bersifat-sementara.html…

  • Tampaknya daya tahan Indonesia menghadapi gejolak eksternal kian terkikis. Majalah terkemuka di dunia, The Economist, menghitung derajat kerentanan dengan menggunakan tiga indikator: kondisi akun semasa (current account), rata-rata pertumbuhan kredit selama tiga tahun terakhir, dan nisbah utang luar negeri (utang kotor jangka pendek plus pembayaran cicilan utang luar negeri) terhadap cadangan devisa. Pada tahun 20014…

  • Ekonom senior itu mengungkapkan sejumlah analisisnya. Oleh : Daurina Lestari, Fikri Halim Kamis, 17 September 2015 | 00:20 WIB VIVA.co.id – Ekonom Faisal Basri memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menunda kenaikan suku bunga. Dia menduga The Fed akan menaikkan suku bunga pada Oktober atau Desember. “Kalau saya sih sekarang 50-50, tapi lebih…

  • Thursday, 17 September 2015 14:58 WIB Jakarta (ANTARA News) – Economist Faisal Basri of the University of Indonesia has forecast that Indonesias economic growth can be accelerated to reach 5.4 percent in 2016 although global economic pressures will still exist. Speaking at a discussion organized by a private radio station on Wednesday night, Basri stated…

  • Kemarin (9/9) Presiden mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap I yang berisi rencana aksi untuk lebih memacu sektor riil. Banyak yang hendak disasar. Pertama, meningkatkan daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan menjamin kepastian usaha. Serangkaian payung hukum sedang disiapkan, meliputi: 17 peraturan pemerintah, 11 peraturan presiden, 2 instruksi presiden, 63 peraturan menteri, dan…

  • Sampai minggu ini rupiah masih mengalami tekanan. Jumat lalu (4/9) nilai tukar rupiah mencetak rekor terendah baru sejak 1998, di aras Rp 14.178 per dollar AS. Selama tahun 2015, nilai tukar rupiah hingga jumat lalu merosot sebesar 12,26 persen. Kemerosotan itu terkesan relatif kecil dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia. Namun, jika dibandingkan dengan…