Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia 2018 dan Tantangan ke Depan

8 komentar

Source: marketing91.com

Pengantar

Neraca pembayaran (balance of payments) ialah ringkasan dari seluruh transaksi ekonomi suatu negara dengan pihak luar negeri. Kekuatan, intensitas, dan karakteristik hubungan ekonomi luar negeri suatu negara tercermin dalam neraca pembayaran.

Secara garis besar, neraca pembayaran terdiri dari dua kelompok transaksi, yaitu transaksi barang dan jasa yang disebut akun lancar (current account) serta transaksi finansial dan modal yang lazim disebut akun modal (capital account) atau akun finansial dan modal (financial and capital account). Jadi, dalam praktek hubungan ekonomi internasional ada arus barang dan jasa serta arus financial dan modal.

Komponen lainnya dalam tabel di bawah (IV-VII) bukan berupa transaski, sifatnya hanya sebagai pelengkap dan penggenap. Komponen total (IV) hanya merupakan penjumlahan dari I-III. Komponen V merupakan selisih perhitungan bersih (net errors & omissions), merupakan penampung kesalahan pencatatan atau selisih transaksi yang tidak bisa dilacak. Misalnya, nilai ekspor menurut catatan pabean USD100, tetapi devisa yang tercatat masuk hanya USD90. Maka selisih USD10 dimasukkan ke pos net errors & omission dengan tanda minus.

Komponen terakhir (VII) berfungsi sebagai penyeimbang yang nilainya persis sama dengan Komponen VI tetapi dengan tanda berlawanan. Dengan demikian, jika kita menjumlahkan seluruh komponen, hasilnya adalah nol. Karena itulah disebut balance of payments.

Kinerja Neraca Pembayaran 2018

Indonesia mengalami defisit akun lancar selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2012. Pada tahun 2018, nilai defisit akun lancar terbesar sepanjang sejarah, namun jika dinyatakan sebagai persentase terhadap produk domestik bruto (PDB) masih lebih rendah dibandingkan 2013 dan 2014. Defisit akun lancar terparah terjadi pada tahun 1983 sebesar 7,8 persen.

Selama tahun 2018 defisit akun lancar selalu meningkat, dari 2,1 persen PDB pada triwulan I menjadi 3.0 persen pada triwulan II, naik lagi menjadi 3.3 persen pada triwulan III, dan mencapai puncaknya 3.6 persen pada triwulan IV.

Penyebab utama meningkatnya defisit akun lancar adalah lonjakan impor barang sebesar 20,7 persen, sedangkan ekspor barang hanya meningkat 7 persen. Sedemikian kontrasnya sehingga transaksi perdagangan barang untuk pertama kalinya dalam sejarah mengalami defisit walaupun relatif kecil, yaitu sebanyak USD431. Penjelasan tentang penyebab defisit perdagangan bisa dilihat di sini.

Komponen akun lancar yang juga menonjol pada 2018 adalah peningkatan pendapatan sekunder sebesar 53 persen dibandingkan tahun 2017. Kita memperoleh arus uang masuk dalam bentuk transfer personal–yang sebagian besar bersumber dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri–senilai USD 11 miliar tahun lalu, naik dari USD8,8 miliar pada tahun sebelumnya. Para TKI sungguh merupakan pahlawan devisa.

Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, TKI sebanyak 3,65 juta, sedangkan tenaga kerja asing (TKA) sebanyak 94 ribu orang.

Komponen akun lancar lainnya tidak mengalami perubahan berarti.

Walapun pada tahun 2016 dan 2017 akun lancar mengalami defisit, masing-masing sebesar USD17 miliar dan USD16,2 miliar, namun neraca pembayaran menikmati surplus cukup besar. Penyebabnya adalah karena arus modal masuk sangat deras dan jauh melampaui defisit akun lancar. Kondisi inilah yang membuat nilai tukar rupiah relatif stabil pada 2016-2017.

Keadaan berbalik pada 2018. Neraca pembayaran mengalami tekanan berat. Di satu pihak, defisit akun lancar melonjak hampir dua kali lipat. Di lain pihak, arus modal masuk melorot hingga lebih kecil dari defisit akun lancar, sehingga menyebabkan defisit neraca pembayaran. Kemerosotan arus modal masuk terjadi baik berupa modal asing langsung maupun modal asing dalam bentuk portofolio.

Pemerintah tampaknya sangat mewaspai ancaman yang menghadang jika kecenderungan pemburukan hingga triwulan III terus berlanjut. Pada triwulan IV pemerintah genera menerbitkan surat utang dan investor asing meresponnya dengan membeli senilai USD4,75 miliar. Angka ini lebih besar dari pembelian surat utang negara oleh investor asing selama triwulan I-III sebesar USD4,70 miliar.

Pada triwulan IV-2018, investor asing gencar pula membeli surat utang swasta sehingga masuklah dana USD6,6 miliar. Angka ini lebih besar dari keseluruhan tahun 2017 yang hanya USD5,1 miliar. Kita perlu waspada atas kemungkinan dana yang masuk deras ini tiba-tiba berbalik ke luar.

Untuk mengurangi gejolak makroekonomi ke depan, pekerjaan rumah kita adalah menekan defisit akun lancar lewat serangkaian kebijakan struktural untuk meningkatkan ekspor dan daya saing industri dalam negeri agar bisa bersaing dengan produk impor. Dengan begitu, kita bisa mengurangi ketergantungan pada dana asing, terutama investasi portofolio.

8 comments on “Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia 2018 dan Tantangan ke Depan”

  1. Sedikit saya ingin menambahai tentang
    Neraca Pembayaran Indonesia (BOP) adalah catatan statistik transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dan bukan penduduk pada periode tertentu. Transaksi BOP Indonesia terdiri dari akun berjalan, akun modal, dan akun keuangan.

    Sementara itu, Posisi Investasi Internasional Indonesia (IIP) adalah pernyataan statistik yang menunjukkan nilai aset dan liabilitas keuangan asing Indonesia pada titik waktu tertentu. Aset keuangan asing bisa dalam bentuk klaim pada bukan penduduk atau emas yang dimiliki sebagai bagian dari aset cadangan.

  2. Terima kasih Pak Faisal atas blognya. Saya selalu membaca Blog Bapak.
    Saya bertanya dengan bagaimana pendapat Bapak terhadap rencana pemerintah menerapkan Tobin Tax dan reverse nya terhadap hot money yg masuk ke Indonesia?
    Apakah ini cukup efektif untuk menahan arus modal keluar Indonesia?

    Terima kasih…

    1. Terima kasih, sama-sama, Mas Heri.

      Rasanya reverse Tobin tax lebih memungkinkan karena bentuknya insentif. Bergantung berapa besar insentif yang diperoleh investor, khususnya investor kelembagaan yang lebih berorientasi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.