Bertaburan Berita Baik


Hari ini Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2016 mencapai 5,18 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,91. Walhasil, selama paruh pertama 2016 pertumbuhan ekonomi bisa menembus 5 persen, persisnya 5,04 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga kembali menembus 5 persen. Konsumsi pemerintah naik tajam dari hanya 2,94 persen pada triwulan I-2016 menjadi 6,28 pada triwulan II-2016. Sayangnya pertumbuhan investasi menurun dan ekspor masih saja berkontribusi negatif (pertumbuhan minus). Impor juga mengkerut, menandakan industri manufaktur belum mampu mengakselerasi. Dengan demikian, penguatan pertumbuhan lebih didorong oleh konsumsi. Sejauh ini 12 paket kebijakan ekonomi belum menunjukkan hasil nyata.

Indeks harga saham gabungan di bursa saham Indonesia meresponsnya dengan positif. Hari ini indeks menembus 5.400. Dengan bertengger di angka  5.420 membuat kenaikan year-to-date sebesar 18,01 persen. Persentase kenaikan dalam dollar AS lebih tinggi lagi sejalan dengan penguatan rupiah. Per Rabu, 3 Agustus 2016, peningkatan dalam dollar AS year-to-date mencapai 22,4 persen, tertinggi di Asia dan tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Pencapaian Indonesia jauh di atas rerata Emerging Market.

global_stock_markets

Hampir semua negara maju mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Pasar saham AS, Dow Jones, agak lumayan tetapi relatif jauh di bawah kinerja Emerging Markets. Bahkan disparitasnya kian melebar.

us_em-1x-1

Nilai tukar rupiah bergerak tipis selama minggu ini di kisaran Rp 13.100 per dollar AS. Ada peluang minggu depan menguat ke Rp 12.000-an per dollar AS.

Berita positif lain hari ini diumumkan oleh Bank Indonesia. Cadangan devisa pada akhir Juli bertambah 1,62 miliar dollar AS dibandingkan poses akhir Juni, menjadi 111,4 miliar dollar AS.

Pekerjaan rumah masih banyak. Pemerintah fokus membenahi sisi fiskal, dengan menempuh pilihan amputasi. Tak tanggung-tanggung, belanja negara dipotong 134 triliun, pertanda tim ekonomi baru pesimistik dengan program tax amnesty.

Tantangan ke depan adalah penajaman kebijakan yang menohok ke masalah struktural. Modal politik pemerintah lebih dari cukup, asalkan jangan justru menimbulkan praktek kroniisme dan pemburuan rente yang kian marak karena partai-partai haus menyongsong pemilu 2019.

 

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Capital Market, Fiscal Policy, Makroekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s