Pembubaran Petral Ibarat Bakar Sarang Tawon


KOMPAS.COM, Minggu, 17 Mei 2015 | 21:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Keputusan pemerintah membubarkan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dinilai layaknya membakar sarang tawon. Pasca-pembubaran itu, kata pengamat ekonomi Faisal Basri, orang-orang di Petral mulai menyebar ke berbagai lini. Bahkan, ada yang masuk ke lingkaran satu Presiden Joko Widodo.

“Ini ibarat sarang tawon kita bakar. Itu tawonnya rusuh. Ada yang kabur, marah dan lainnya. Saya pernah bilang ke temen-temen di Istana, di sana ada. Mereka bergerak,” ujar Faisal dalam diskusi Energi di Jakarta, Minggu (17/5/2015).

Faisal menegaskan bahwa mafia minyak dan gas (migas) tak mungkin menyerah, bahkan ada kemungkinkan bangkit kembali. Selain menyebut orang-orang yang bermasalah di sektor migas ada di lingkaran Presiden, Faisal juga menyoroti keberadaan pejabat-pejabat anak usaha Petral yaitu Pertamina Energy Services Pte.Ltd (PES) yang masuk ke dalam tubuh Pertamina melalui Integrated Supply Chain (ISG). Oleh karena itu, dia pun berharap agar ISC segera melakukan restrukturisasi lembaga.

“Saya akan tetap menuntut, mbok ya cepet restrukturisasi dilakukan di tubuh ISC. Malah yang di PES dipindah ke ISC. Itu (mereka) ada niatan enggak baik. Satu orang di PES yang enggak bener udah masuk ke SPI (satuan pengendali pertamina). Mereka akan terus konsolidasi,” kata Faisal.

Sayangnya, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu tak mau menyebutkan nama-nama tersebut. Kata dia, biarlah penegak hukum yang menindaklanjuti rekomendasi yang sudah dibuat oleh tim yang dia pimpin.

“Kami (Tim) kan tidak menangkap dan mengumumkan mafia. Karena apa? Karena ini di jalur hukum. Tidak boleh memfitnah. Kita kan memetakan. Saya juga sudah memberikan nama-nama itu ke penegak hukum, ternyata ada kaitannya dengan SKK Migas juga. Jadi operasinya di SKK Migas dan hilir juga,” ucap Faisal.

Penulis:  Yoga Sukmana

Editor: Hindra Liauw

Sumber: Diunduh dari http://kom.ps/AFsPKX

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Migas, News. Bookmark the permalink.

7 Responses to Pembubaran Petral Ibarat Bakar Sarang Tawon

  1. Bang, seberapa ampuh pembubaran Petral menghilangkan Mafia2 itu. Ada pepatah kuno, maling selalu selangkah lebih pintar penumpasnya,

  2. hafnhs says:

    Teruskan perjuangan sampai ke akar2nya. MaMi (Mavia Migas)
    Sampai ke production sharing. Dia sana ada istilah OEB (Operation estimate budjet)dan CEB (Capital Estimate Budjet)
    Keduanya dibayar oleh pemimerintah yg membedakan adalah cara membayarnya saja. Ini berpotensi besar terjadi penyelewengan.
    termasuk per-izinan sebagai sub contraktor Migas sangat mahal dibayar contractor juga twlusuri masuk ke Negara atsu tidak

  3. hmipalangkaraya says:

    Reblogged this on HMI Cabang Palangkaraya.

  4. Reblogged this on suargainvestments and commented:
    Bung Faisal, jurus gebrakan Anda itu mirip-mirip dgn apa yang dilakukan oleh Pak Ahok sewaktu beliau menata Pasar Tanahabang dan membongkar bobroknya penyusunan RAPBD DKI, kan ribut semua tuh tawon-tawonnya dan nyerang balik. Kembali ke soal Mafia Migas, karena episode “Membakar Sarang Tawon” sudah tayang di publik, maka saatnya sekarang rakyat Indonesia menonton episode ‘tawon-tawon’ yang menyerang balik dengan beragam komentar yang sangat negatif dan cenderung memojokkan Anda maupun Menteri ESDM. Barangkali episode selanjutnya adalah : “Metamorfosa Tawon Mafia Migas”. Saya rasa ini ada kaitannya juga dengan tidak transparannya sumber keuangan Partai Politik, jangan-jangan duit para ‘tawon’ itu telah mengalir trilyunan rupiah ke berbagai Parpol, kemudian oknum Parpol yang ada di eksekutif, legislatif dan yudikatif berkolaborasi dengan para tawon untuk memperkokoh sarang tawonnya. Begitu kayaknya ya, Bung?!

    *Salam hangat, Suarga*

  5. Muslim Indo says:

    di mana ada gula di situ ada semut .. selama semut2 itu adil dan tidak mengambil haknya saya rasa takkan ada masalah .. yaa mudah2an restrukturisasi ini bisa membawa pengaruh baik terutama pada harga dan supply bbm untuk rakyat kecil .. terima kasih sharingnya Pak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s