Twit Buku Piketty “Capital in Twenty-First Century”


1. Buku yg sangat disarankan untuk dibaca: Thomas Peketty, “Capital in the Twenty-First Century.”

piketty

2. Buku ini mengupas sejarah inequality di dunia berdasarkan riset mendalam dgn gunakan data yg blm pernah dipakai dlm penelitian sebelumnya.

3. Dijelaskan dengan gamblang penyebab inequality dan solusinya untuk mewujudkan dunia yg lebih egaliter.

4. AS merupakan negara maju yg paling timpang pendapatannya. 10% terkaya menikmati 45-50% pendapatan nasional. Naik tajam dr 35% thn 1970an.

5. Penelitian terbaru oleh Saez, porsi pendapatan 10% terkaya di AS naik lagi menembus 50%, tepatnya 50,4%.

6. Perkembangan ketimpangan di AS 1910-2010, juga negara maju lainnya, membentuk huruf U (U shape).

piketty-us

7. Walau tak ada dlm index, Indonesia muncul di salah satu figure (p.327). Ketimpangan kita lbh buruk dr China & India.

piketty-ina

8. Dgn data koefisien Gini, pola ketimpangan Indonesia juga membentuk huruf U.

gini

9. Dengan menggunakan top-20, Indonesia juga membentuk huruf U.

ina-20top

10. Ketimpangan di Indonesia yg pakai data pengeluaran saja kian memburuk. Akan jauh lebih memburuk kalau pakai data pendapatan.

11. Mengapa Indonesia ikut pola AS yg rajanya timpang? Karena Indonesia ikut jalur AS: financially-driven capitalism.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Development, Ekonomi Politik, Public Policy. Bookmark the permalink.

5 Responses to Twit Buku Piketty “Capital in Twenty-First Century”

  1. Iya pak, saya pernah pegang aja bukunya (buku yg bapak berikan ke temen saya Arief), mau baca gak bisa karena pake bahasa inggris. semoga ada edisi terjemahnya.

  2. nathan prayugo says:

    Pak Faisal, secara berkala saya mengikuti dan belajar pemikiran ekonomi pak Faisal, baik dari buku maupun dari blog ini. Walau banyak gak pahamnya tapi tetap sya baca. Namun, kesan sya pak, tulisan bapak terkesan target pembacanya adalah para pengambil kebijakan. sementara saya hanya rakyat biasa, yg sehari-hari jualan daging ayam kampung di Kota Malang, dan jelas2 tidak punya akses untuk berkontribusi pada desain kebijakan itu. Pak Faisal, bagaimana saya mempergunakan ilmu (pemikiran) bapak dalam konteks diri saya sebagai rakyat biasa?

    • faisal basri says:

      Pak Nathan yb.

      Salah satu harapan saya dari tulisan-tulisan selama ini adalah untuk lebih memahami kondisi perekonomian khususnya dan bernegara umumnya: apa yang sedang terjadi, mengapa terjadi, dan apa yang diperkirakan bakal terjadi. Saya mencoba untuk melihat masalah dari sisi lain dengan menggunakan berbagai data yang tersedia dan mencoba untuk menganalisisnya.

      Ada pula yang bertujuan unuk menggugah kita semua. Misalnya soal pengendalian tembakau. Semoga para pengambil keputusan ada yang mendengar dan mengubah kebijakan yang kurang baik.

      Terkadang juga sebagai masukan bagi pembaca. Misalnya kemungkinan suku bunga naik yang niscaya memengaruhi kehidupan kita semua.

      Terima kasih.

      • Terima kasih pak Faisal atas respon-nya. uraian bapak diatas menjadi introduction bagi saya pribadi untuk terus menelaah pemikiran ekonomi pak Faisal Basri. Saya berasumsi, walau rakyat biasa harus melek literasi ekonomi, agar bisa mengerti seperti yg bapak sampaikan:apa yang sedang terjadi, mengapa terjadi, dan apa yang diperkirakan bakal terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s