Mengapa Pak JK Terus Mengumbar Bohong?


Entah apa yang menjadi motif Pak JK meyampaikan berbagai pernyataan yang tidak dilandasi oleh fakta dan bahkan bertentangan dengan pengalaman nyatanya sendiri. Terlepas apa motifnya, masyarakat perlu mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Pertama: SMS

Wakil Presiden RI periode 2, 004-2008 Jusuf Kalla mengaku tidak pernah menerima pesan singkat atau short message service (SMS) dari Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani soal penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Pernyataan JK pun berbeda dari Sri Mulyani yang merasa telah melaporkan melalui pesan singkat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diteruskan ke JK. (KOMPAS.COM, Kamis, 8 Mei 2014 | 12:11 WIB: http://kom.ps/AFgHPF)

Ketika bersaksi di pengadilan Tipikor dengan terdakwa Budi Mulia, Pak JK mengaku tidak menerima sms dari Sri Mulyani. “Saya sama sekali tidak pernah menerima itu (SMS). Katanya cc (carbon copy) kepada saya. Saya tidak menerima cc itu,” kata JK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/5/2014). Kutipan ini dari KOMPAS.COM, 14 Mei 2014, 19:15 yang dapat diunduh di http://kom.ps/AFiEdV.

Apa gerangan isi SMS Sri Mulyani yang dikirimkan tak lama setelah selasai rapat pada dinihari 21 November 2008, yaitu pk. 6:31 WIB? Ini salinan lengkapnya:

“Bpk. Presiden yth, ijin melapor sbb: kamis malam (20/11) hingga jumat pagi ini (21/11), kami atas permintaan Gub BI dan jajaran deputi gubernur mengadakan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk membahas Bank Century. Gub BI menyatakan secara tertulis dan dengan presentasi bahwa Bank Century telah mengalami masalah solvency dan masuk dalam kategori Bank Gagal. Gub BI menyatakan bahwa saat ini situasi perbankan nasional dalam tekanan krisis keuangan global – sehingga masalah Bank Century sbg Bank Gagal dapat berdampak sistemik. Oleh karena itu Bank Century sesuai Perpu Jaring Pengaman Sektor Keuangan – diambil-alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan – untuk ditangani/diselamatkan dengan Penyertaan Modal Sementara dan setelah disehatkan akan dijual kepada Publik. Dg demikian mulai jumat ini management Bank Century diambil-alih LPS dengan bantuan tenaga profesional dari Bank Mandiri. LPS dan Bank Indonesia akan memonitor dan menangani masalah para deposan dll dalam masa transisi ini – agar tetap menjaga kepercayaan secara keseluruhan thd sistem perbankan. BI akan memonitor situasi dan resiko kesulitan likuiditas yang berpotensi menjadi insolvent mirip dengan Bank Century. Suasana yg kepercayaan msh rapuh dan perlu penangan yang hati2 dan komprehensif serta antisipatif thd perkembangan sektor perbankan secara menyeluruh. Kami bersama BI akan bekerja sama menjaga situasi tsb. Demikian laporan perkembangan. Salam hormat, SMI. Cc Bpk. Wapres, Gub BI.”    (http://m.katadata.co.id/mDetail.aspx?CAT=1&SUBCAT=1&SN=news&TITLE=bukti-sms-sri-mulyani-untuk-sby-dan-jk&AID=1679)

Setelah SMS di atas beredar, dalam wawancara dengan Majalah Tempo, edisi 12-18 Mei, hal. 42, Pak JK mengakui menerima SMS dari Sri Mulyani. Atas pertanyaan Tempo: “Bukankah Anda mendapat pesan pendek dari Sri Mulyani soal Bank Century?” Pak JK menjawab: “Itu hanya pesan pemberitahuan. Bukan minta izin. Sudah diputuskan, baru SMS ke Presiden, tembusan ke saya…..” Padahal, sebelumnya, Pak JK mengatakan tidak menerima SMS yang di-cc-kan kepadanya.

Dalam wawancara dengan Tempo, yang dipermasalahkan oleh Pak JK bukan lagi menerima atau tidak menerima SMS, melainkan melebar ke mana-mana. Menjawab pertanyaan Tempo “Bukankah Anda mendapat pesan pendek dari Sri Mulyani soal Bank Century,” Pak JK menjawab: “Itu hanya pesan pemberitahuan.Bukan minta izin. Sudah diputuskan, baru SMS ke Presiden, tembusan ke saya. Tapi apa pantas? Ini Rp 2,7 triliun dikeluarkan tanpa dasar, masak tidak dating? Itu uang negara. Masak dilaporkan hanya dengan SMS?”

Jelas, pernyataan Pak JK kerap berubah. Ingat, kesaksian Pak JK di pengadilan Tipikor di bawah sumpah!

Kedua: Kliring

Menurut Pak JK, tidak benar pada tanggal 13 November Bank Century kalah kliring. Dalam wawancara dengan Majalah Tempo edisi 12-18 Mei 2014, Pak JK mengatakan: “Kalah kliring itu isu.Saya mengatakan yang bikin isu harus ditangkap. Tidak ada, Tidak disampaikan ke saya.Itu cuma isu.” (hal. 42)

Nyata-nyata Bank Century pada tanggal 13 November 2008 gagal kliring.

“Pada tanggal 13 Nopember 2008, Bank Century mengalami gagal kliring. Dalam kerangka besar menjaga stabilitas sistem perbankan, kondisi Bank Century ini dapat mengancam stabilitas perbankan secara keseluruhan sehingga perlu diselamatkan. Berdasarkan poisisi CAR terakhir tanggal 30 September 2008, CAR BC ada pada angka 2,35%.” (Bank Indonesia, Krisis Global dan Penyelamatan Sistem Perbankan Indonesia, Jakarta, 2010, hal. 57).

Ketiga: Dana bailout dibayar Sabtu-Minggu.

Dalam tulisannya di Kompasiana ( (http://kom.ps/AFboQb), Pak JK mengemukakan: “Saya bingung juga, mengapa uang dikeluarkan hari Sabtu-Minggu? Mau kemana uang dikeluarkan hari Sabtu? Bukannya bank-bank tidak ada yang buka? Lari kemana uang itu?”

Padahal, kenyataannya dana yang dikucurkan ke Bank Century ditransfer pada hari Senin, 24 November 2008, pk. 7:42 sebagaimana terlihat pada bukti transfer berikut.

transfer

Bukti transfer itu sekaligus menghapuskan spekulasi bahwa uang yang dikucurkan ke bank Century berupa kas/tunai berbentuk fisik uang sebagaimana terkesankan pada tulisan Pak JK yang saya kutip di atas.

Untuk lebih jelas, silakan tengok tulisan utuh saya, juga di Kompasiana (“Sesat Pikir Bank Century,” http://kom.ps/AFeyWE).

 

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Politik, Public Policy, Salah Kaprah, Tokoh. Bookmark the permalink.

59 Responses to Mengapa Pak JK Terus Mengumbar Bohong?

  1. ovyk says:

    Sip lah, menjelang pilpres nih .. Giatkan BC nya om

  2. Priyo Matius says:

    ada yang tak benar nih, rakyat di tipu oleh jk, mulai sudah tak aman sepertinya para petinggi” negeri ini

  3. Herman wirianta says:

    Terima kasih atas tulisan ini. Terbuka mata saya jadinya.

  4. sirojudin says:

    owalaahhh..
    belum jadi capres saja sudah berdusta dipersidangan, gimana kalo jadi Wakil Presiden nanti..???
    yang ada dusta terus-menerus..

  5. herman sugiono says:

    JK ini aalah sosok yg ambisius dan licik…Tokoh sekaliber SBY saya pada pemerintahan 2004 – 2009 saja bisa ditelikung, apalagi si Gubernur DKI yg cuma modal pencitraan doang tanpa basis kepemimpinan yang bagfus, bisa habis disikat JK nanti kalo mereka maju jadi Capres – Cawapres RI di pemilu nanti…bisa habis nih indonesia…

  6. Bisa saja pak JK berbohong diwaktu persidangan, tetapi nanti di pengadilan akhirat di depan tuhan. dia tidak bisa sama sekali berbohong. tidak kah pak JK takut terhadap tuhan? apakah kalau dia bertobat karna berbohong, tuhan akan mengabulkan tobatnya? hanya tuhan yg tahu.
    kemudian, jika jokowi menjadikan JK sebagai cawapres, negara ini pasti penuh dgn kebohongan.

  7. Nuri says:

    Oooooo…aaaaaaa….heeeeeeeem ngantuk seperti negriku…

  8. Pingback: Siapa yang Paling Pas untuk Dampingi Jokowi?

  9. EKO SUSILO NURCAHYADI says:

    Kita tidak melihat semuanya dari dekat, paling banter cuma lewat wajah dan bahsa tubuh para aktor dari layar TV. Jadi semuanya tokoh wayang politik itu masih jauh dari identifikasi akurat siapakah berperan Werkudoro, siapa Sengkuni, siapa Srikandi, siapa Bima, siapa berperan sbg Durno.

  10. Niar says:

    Ada lagi bang Faisal, soal rapat tanggal 13. JK menyangkal nggak ada rapat tanggal 13 November
    “Jusuf Kalla yang dihubungi Katadata, Kamis (20/2), menyangkal ada rapat pada 13 November 2008 dan menyebut Faisal salah memperoleh informasi. Menurutnya, dia tidak pernah memimpin rapat hingga tanggal 20 November. “Yang benar saja. Tanggal 13 (November) Menteri Keuangan (Sri Mulyani, Red) ada di Amerika Serikat. Jadi tidak ada rapat,” katanya.”
    http://www.katadata.co.id/1/1/news/faisal-basri-jk-tahu-kondisi-century/1171/

    Lalu ketika sidang di Tipikor JK malah membaca notulen rapat tanggal 13. Notulen itu yang diminta jaksa karena jaksa KPK rupanya belum memiliki 🙂

  11. anita says:

    Habis ini si Joko kalau Pak JK benar maju sebagai cawapresnya, udah.. gak bisa apa2 dia. Dikendalikan Mega dan JK nanti! Apalagi naiknya Joko jd DKI-1 dapat dukungan dari dia!

  12. yuli says:

    kok bisa pernyataan beliau tidak sesuai dengan yang terjadi, kenapa dia menyembunyikan dan berbohong??!

  13. andri says:

    Jika benar dia maju sebagai cawapres, lebih baik selesaikan permasalahan ini dulu!

  14. wangsa says:

    Sebenanya apa alasan beliau terus berbohong?? masalah ini semakin rumit saja.. jangan2 dia terlibat!

  15. fabi says:

    Terus update permsalahn ini Pak Faisal.. kita ingin tahu kebenarannya.. kenapa JK terus berbohong dan menyembunyikan sesuatu!

  16. hendra alain says:

    Ini Pak JK udah baca belum ya. Memalukan. Sudah terbukti begini, kalau msh juga nekat jd cawapres ya tak tau diri namanya.

  17. ini motif demi menjadi cawapres sehingga JK menyembunyikan kebohongannya, tidak ingin masyarakat tahu dengan kebejatannya itu. jangan harap akan dipilih jika kejujuran saja tidak anda terapkan didalam diri anda pak JK

  18. Citra Putri says:

    sudah masuk penipuan besar ini, untuk orang besar membuat kesaksian palsu ingat di akhirat sana ada hukum yang salah tetap bersalah tanpa bisa berbohong

  19. untuk apa melakukan kebohongan publik jika memang akan menghambat jalannya hukum yang sedang di proses, lebih baik jujur kan, masalah jadi cepat selesai

  20. jika petinggi-petinggi negara saja sudah banyak yang tidak jujur, bagaimana rakyat nanti

  21. pak JK itu adalah orang cerdas tapi jika beliau memberikan kesaksian palsu atas masalah century, apalah arti kecerdasan yang beliau miliki, dilihat dari tingkat kebohongannya saja sudah jelas ini adalah kebohongan yang dibuat oleh orang-orang cerdas

  22. chandra says:

    JK masalah menupuk malah nyapres. tidak berpikir panjang. sudah tua lupa umur dosa jalan. gimana jadinya kalau JK jd wapresnya Jokowi, ancur negara ini

  23. Chen-Cheng Jamaludin says:

    Waduch selama inih sayah percaya sajah apa yang disampakain JK di setiap kesempatan…. Eeech ternyata pembohong juga. Inilah salah satu ciri orang munafik, kalau berkata dusta.

  24. Fenny winarto says:

    Maux sy pak jokowi dipasangkan dgn yg lain aja deh jgn dgn pak jk soalx dia tdk jujur. Apa jadix negara ini kl wapresx pembohong. Ya Tuhan kapan ya Indonesia negaraku dpt bersih dr KKN. Buat bpk Jokowi tetaplah jd dirimu sendiri yg jujur, tegas, sederhana dan bersahaja. Sy suka cara bapak mendidik anak bapak, Gibran.

  25. Anggun says:

    Aku engga banget deh sama kedok koruptor, gimana mau sejahtera kalau Indonesia masih percaya sama kebohongan kaum politisi kayak begini.. 😦

  26. Kalo menerima berita, coba cek dan recek terlebih dahulu. Yang terpenting juga dimengerti apa maksud dari berita tersebut. Jangan langsung menghakimi ini itu, apalagi sebagai orang muslim.

  27. Buat pak Faisal, mohon pemberitaan yang bernada menjelek-jelekan orang lain, dimana bisa menjurus ke fitnah agar berpikir ulang lah.

  28. anatari says:

    pak tolong di update kondisi yang sebenarnya sehingga masyarakat jadi melek siapa yang benar dan siapa yang salah, sudah terlalu banyak kebohongan di negeri ini

  29. laresolong says:

    Sebagai penyeimbang, mungkin tulisan ini perlu direnungkan. Apakah pak Fasial Basri mau komentar terhadap tulisan ini :
    (copas dari status Ferizal Ramli di Facebook)
    Metamorfosis Anomali Seorang Faisal Basri

    Faisal Basri itu Ekonom yang bermertamorfisis dari Kupu-Kupu menjadi Ulat Ginuk-Ginuk!: dari Ekonom Muda Idialis menjadi Ekonom Setengah Baya Opportunis sejati!

    Ekonom Faisal Basri menulis di Kompasiana menggiring opini masyarakat seakan JK berbohong tentang SMS SMI.

    Tidakkah seorang Faisal Basri baca dengan teliti apa isi SMS SMI itu yang dikirim ke JK? Itu SMS “kosong” dari SMI yang isinya amat normatif dan bias persepsi. Mana dari isi SMS SMI itu yang mengatakan bahwa negara/publik keluarkan dana milyaran atau trilyunan rupiah? Mana laporan itu? Cuma kumpulan bait-bait kalimat normatif belaka.

    Wajar jika JK merasa tidak ada laporan dari SMI tentang penggelontoran dana ratusan milyar atau triyulnan.

    Ini adalah tulisan yang MENYESATKAN dari seorang Faisal Basri untuk KEDUA KALInya yang sesatkan masyarakat demi membela kepentingan ekonom yang segolongan dengannya. Sebelumnya beberapa tahun silam Faisal Basri juga pernah membuat tulisan sesat memuja-muja Boediono sebagai tokoh ekonom kerakyatan dan bukan seorang neolib. Semua orang juga tahu bahwa Boediono itu mbahnya neolib di Indonesia sejak jadi Menkeu dan Menko, dialah arsitek ekonomi obral habis BUMN!

    Sudahlah Faisal Basri, belajar menulis dengan idialisme kenapa sih seperti anda masih muda dulu yang penuh dengan dedikasi dan idialisme. Kenapa saat anda mulai memasuki usia setengah abad, kok nilai2 idialisme anda sebagai ekonom terlihat menjadi begitu kuyu dan hilang tanpa bekas.

    Ini benar-2 Metamorfosis anomali: Jika Alam itu bermertamorfosis dari Ulat Rakus menjadi Kupu-Kupu Indah”, Faisal Basri secara anomali bermertamorfosis dari Kupu-Kupu Idialis menjadi Ulat Ginuk-Ginuk Opportunis!

    http://ferizalramli.wordpress.com/2014/05/18/metamorfosis-anomali-faisal-basri/

    • nutami says:

      Ferizal Ramli ini menyangkal tapi tanpa bukti. Persepsi terhadap sms ibu SM, bisa berbeda bagi setiap individu yang membacanya, shg bukti-bukti lain yang mendukung bisa menjadi penguatan terhadap analisis yang dibuat. Tapi, bagus-bagus saja sbg kritikan, Dilihat saja nanti, apakah bp Faisal Basri bisa mengungkapkan atau menganalisis bukti2 yang dia miliki . Semoga Tuhan melindungi negeri ini dari orang-orang yang zalim..

      • faisal basri says:

        Aaamiin yra. Insya Allah nanti para hakim ketika memutuskan telah memiliki data dan informasi yang cukup. Saya turut bersaksi pada senin kemarin.

    • faisal basri says:

      Rasanya tak perlu dikomentari. Insya Allah data dan informasi yang saya miliki telah meyakinkan saya untuk bersikap.

    • faisal basri says:

      Mohon dibaca keseluruhan tulisan saya. Bukan cuma sms.

  30. sapta says:

    Kita tunggu pertunjukkan selanjutnya yakni kesaksian Dari bapak bambang susilo yudhoyono

  31. widarthana made says:

    masih ingetkah pernyataan JK waktu selesai jadi wapresnya SBY?
    kenyataannya apa?

  32. a non says:

    Jadi ingat tender lapangan tempo dulu, anak perusahaannya bawa bawa nama wapres, krn panitia ngeper, jadi diikutkan. #kata temen yg jadi temennya panitia

  33. bambang.p says:

    Trus yang masalah peraturan berubah disesuaikan dengan kondisi century gimana pak faisal basri?? peraturan FPJP

  34. mulyana says:

    Makasih atas informasinya pak

  35. i made wirjanta says:

    soal kesaksian yang tidak akurat itu pasti pengadilan menilainya. itu ada mekanismenya. Yang terpenting kemana sebenarnya uang itu sebesar 6 trilyunan larinya. Masak tidak ada yang tahu?

    • faisal basri says:

      Sudah ada semua, sebetulnya, dalam laporan audit BPK. Aneh kalau tak jadi pijakan. untuk kasus korupsi, yang paling ampuh untuk mengungkapkan adalah follow the money, lewat forensic audit.

  36. bang napi says:

    kita lihat aja hasil pemeriksaan KPK aoa yang skan terjadi nanti, hidup jokowi jk

  37. Rasidi Suyud says:

    Umur 72 th memang terjangkit penyakit PDIP (Penurunan Daya Ingat dan Pendengaran)

  38. Tipu2 lagi nih ya…

  39. ari says:

    JK Juga selalu bilang, bank century bank kecil, ga berdampak apa2 kalo di tutup…itu yg buat smi terpojok..padahal..kita hrs tau yg sebenarnya..mngapa SMI ambil kputusan bank century saat itu hrs di bantu……
    http://www.tribunnews.com/nasional/2014/05/09/perbedaan-perlakuan-sri-mulyani-jk-dan-boediono-saat-mau-minum-di-sidang

    JK SIALLLLL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s