Kategori: Politik

Baru Rombak Kabinet Sudah Bikin Bingung


Perombakan kabinet sudah berlangsung. Kita berharap kabinet semakin kompak, seia-sekata sesama menteri di bawah satu komando. Ibarat satu orchestra, para pemain musik yang piawai bakal menghadirkan musik yang apik dan harmoni jika sang konduktor menjalankan perannya dengan prima. Tak akan terwujud kalau ada dua konduktor, karena bakal membuat bingung para musisi. Boleh ada dua konduktor, tetapi menjalankan

Lanjutkan membaca

Dituding Faisal Basri Tak Mau Diajak Rapat oleh Menko, Ini Jawaban Jonan


Rabu, 15 Juli 2015 | 04:01 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Ignasisus Jonan mengklarifikasi tudingan pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri, soal ketidakpatuhannya dalam melaksanakan tugas. Jonan membantah pernyataan Faisal yang mengatakan dirinya selalu menolak ajakan rapat oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, apalagi membantahnya secara ketus. “Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tidak

Lanjutkan membaca

Faisal Basri: Menteri Diajak Rapat Malah Bilang, “Bapak Tidak Tahu Saya Sibuk?”


Selasa, 14 Juli 2015 | 19:01 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri, menilai, ada sejumlah menteri Kabinet Kerja yang tidak patuh dalam melakukan tugasnya. Menurut Faisal, informasi itu ia peroleh langsung dari dalam lingkaran Istana. Faisal mengungkapkan, menteri yang tidak patuh adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Menteri Pertanian Amran

Lanjutkan membaca

Jokowi Sudah Menjadi “Perusahaan Tbk”


Sebelum menjadi presiden, Jokowi bisa diibaratkan sebagai perusahaan tertutup (pemimpin lokal). Kalau tetap sebagai perusahaan tertutup, Jokowi tak bakal bisa jadi presiden, tetap sebagai pemimpin lokal. Ketika maju sebagai calon presiden, Jokowi mempersiapkan diri melakukan IPO (initial public offering) di pasar saham, pasar politik nasional. Pemilik saham mencatatkan Jokowi ke Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham

Lanjutkan membaca

Mengapa Saya Memilih Jokowi?


Setelah mencermati perjalanan panjang perekonomian Indonesia, muncul perasaan gamang. Perekonomian Indonesia kerap terantuk, bahkan terhempas. Penyebabnya lebih banyak dari dalam diri kita sendiri (internal). Faktor eksternal tentu saja juga beberapa kali jadi pemicu, namun tak seberapa dibandingkan dengan faktor internal. Saya semakin yakin penyebabnya adalah faktor institusi sebagaimana diutarakan Acemoglu dan Robinson dalam bukunya “Why Nations

Lanjutkan membaca

Faisal Basri: Kedaulatan Energi Dihalangi Kepentingan Mafia


Wibowo – 12 Juni 2014 13:36 wib Metrotvnews.com, Jakarta: Kedaulatan ekonomi pada dasarnya adalah memajukan kemandirian nasional. Dalam sektor energi, perlu ada pemahaman bahwa kedaulatan energi bukan sebagai komoditas sebagaimana terjadi saat ini. “Saya setuju bagaimana konsep kedaulatan energi bukan sebagai komoditas, karena jika menjadi komoditas akan menjadi mafia bagi beberapa orang,” kata pengamat ekonomi

Lanjutkan membaca

Faisal Basri: Kalau Rp 7.200 Triliun Bukan Bocor, Itu Tsunami…


KOMPAS.COM, Senin, 16 Juni 2014 | 13:21 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menyayangkan soal data kebocoran anggaran yang dikutip calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto, dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kalau Rp 7.200 triliun bukan kebocoran. Itu bendungan bobol atau tsunami yang membuat banjir publik Indonesia,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Lanjutkan membaca

Beda Partai Komunis Tiongkok dan Partai Gerindra


Partai Komunis Tiongkok (PKT) merupakan satu-satunya partai di negara yang pada era perang dingin dijuluki Negeri Tirai Bambu. Negara tirani besar lainnya, Uni Soviet, dijuluki Negeri Tirai Besi. Dalam “Global Democracy Ranking” yang diterbitkan oleh The Democracy Ranking Association pada tahun 2013 (lihat http://www.democracyranking.org), pada tahun 2011-2012, Tiongkok menduduki urutan ke-107 dari 115 negara, turun

Lanjutkan membaca

Ini Penyebab Negara Selamatkan Bank Century, Menurut Ekonom


PortalKBR.com Written by  Wiwik Ermawati, Mon,26 May 2014 | 16:20 KBR, Jakarta – Ekonom Faisal Basri menjelaskan ada satu hal yang membuat Negara harus menyelamatkan Bank Century di 2008. Sebab Indonesia tidak menerapkan Blanket Guarantee atau penjaminan penuh pada nasabah bank. Hal ini disampaikan Faisal Basri pada saat menjadi saksi ahli dalam sidang kasus dugaan

Lanjutkan membaca

Sidang Kasus Century: Faisal Basri Tegaskan Pentingnya Bank Century Diselamatkan


Detik.com, Senin, 26/05/2014 18:08 WIB Moksa Hutasoit – detikNews Jakarta – Sejak merger, Bank Century memang sudah memiliki segudang masalah. Namun jika di tahun 2008 bank itu tidak diselamatkan, kondisi perbankan Indonesia bisa makin kacau. Hal itu disampaikan ekonom Faisal Basri saat menjadi saksi meringankan di perkara kasus Bank Century dengan terdakwa Mantan Deputi Gubernur

Lanjutkan membaca