Jokowi Sudah Menjadi “Perusahaan Tbk”


Sebelum menjadi presiden, Jokowi bisa diibaratkan sebagai perusahaan tertutup (pemimpin lokal). Kalau tetap sebagai perusahaan tertutup, Jokowi tak bakal bisa jadi presiden, tetap sebagai pemimpin lokal.

Ketika maju sebagai calon presiden, Jokowi mempersiapkan diri melakukan IPO (initial public offering) di pasar saham, pasar politik nasional. Pemilik saham mencatatkan Jokowi ke Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham pengendali adalah PDI-P (19%), PKB (9%), Nasdem (6,7%), dan Hanura (5,3%). Saham selebihnya dimiliki Jokowi dalam bentuk dukungan relawan dan rakyak langsung. Walaupun mayoritas, Jokowi bukan pemegang saham pengendali.

Sebagai perusahaan Tbk., Jokowi tidak bisa leluasa. Harus patuh kepada pemegang saham pengendali. Belum sempat beroperasi sekalipun, pemegang saham pengendali sudah minta bagi-bagi dividen (posisi di pemerintahan). Syukurlah Jokowi memiliki komisaris independen yang bisa mengawasi transaksi politik. Komisaris independen mewakili pemegang saham “minoritas” tetapi memiliki “hak veto”. Mereka itu adalah KPK, media sosial, media cetak, televisi, dan suara rakyat. Ada juga perusahaan Tbk yang jadi kompetitor, namanya Koalisi Merah Putih. Lumayanlah bisa mengimbangi pemegang saham mayoritas.

Sekalipun memiliki saham mayoritas, para relawan dan rakyat pemilih tidak memiliki kekuatan sebagai pengendali. Jika ingin punya daya cengkeram yang lebih kuat, para relawan harus menguasai saham pengendali. Mereka harus masuk ke struktur kekuasaan partai, merebut posisi-posisi kunci di partai, supaya bisa menentukan arah kebijakan partai ke depan.

Intinya, relawan harus bertransformasi dari organisasi tanpa bentuk menjadi organisasi berstruktur dalam bentuk partai baru atau mengambil alih kepemimpinan partai. Negosiasi tidak bisa lagi dilakukan di kakilima (informal) melainkan lewat organisasi politik formal. Jika tidak, ya siap-siap lagi kecewa, kecewa, dan kecewa.

Untuk membantu Jokowi mewujudkan mimpi kita bersama, mau tak mau harus terjadi perubahan komposisi pemegang saham mayoritas atau penambahan pemegang saham mayoritas. Bukan justru meninggalkannya.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Politics, Politik. Bookmark the permalink.

6 Responses to Jokowi Sudah Menjadi “Perusahaan Tbk”

  1. Marco says:

    Oleh karena itu kepada Relawan JOKOWI , agar bisa membantu JOKOWI langsung dari dalam (dari arena Politk Formil) DAINJURKAN AGAR ;
    1/ Either MSUK MENJADI ANGGOUTA PARTAI PDIPerjuangan yang menunjang JOKOWI dan dari situ sbg anggouta partai PDI Perjuangann turut mengukuhkan dan mempengaruhi Kekuatandan Posisi JOKOWI dalam arena percaturan POLITIK dan sekali gus memebndung Tekanan dari luar (dari KUBU KOALISI MERAH PUTIH /KPM) dan dari situasi diluar KUBU INDONESIA SEHAT (kubu Partai Penunjang Jokowi )
    2/ Atau memnggang Kesatan dan membentuk Partai Politik sendir atau paling sedkii Gerakan Organisasi Massa yang tentunya harus synchronis Program dan Idiologi Kepartaianya dng Jokiowi dan PDI P nya agar tidak bertentangansatu sama lain.
    Dan dari sini > kembali seperti dalam ad.1) tsb diatas MENUNJANG DAN BERSAMA2 PDI P DAN
    PARTAI2 POLITIK KUU JOKOWI (NASDEM, HANURA, dll , turt andil saham POLITIK secara FORMIL SEBAGAI SUATU KEKUATAN POLITIK BARU YANG TAMBAH MEMPERKUAT SUARA DAN IDEA SERTA KEINGINAN SERTA PERJUANGAN POLITIK PARA RELAWAN JOKOWI dalam bentuk yang real dan bisa mewujudkan KEKUATAN DAN ENERGI POLITIK YANG BARU SERTA MUTLAK MENDAPAT SUARA dan ADNIL POLITIK secara FORMIL dalam PARLEMEN (DPR RI ) DAN MPR RI .

    Selamat berhasil,
    Marco
    comoprima45@gmail.com

  2. interteks yg menarik sekali Mas Faisal

  3. Sekedar melengkapi, kumpulan video terkait Jokowi: http://jokowideo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s