faisal basri

wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat

Kategori: News

  • KOMPAS.COM, Kamis, 15 September 2016 | 19:25 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Dari deretan bangku paling depan di auditorium Goethe-Institute Jakarta, seorang lelaki paruh baya meloncat ke atas panggung. Sekejap orang-orang yang duduk di auditorium terkesiap, membatin atas kesopanan yang dilakukan lelaki itu. “Apakah tindakan saya tadi elok?” tanya akademisi Universitas Indonesia itu. “Kan tidak. Itu…

  • Catatan: Siap dialog terbuka bagi perbaikan mendasar. *** Luthful meminta agar Faisal Basri lebih fokus menuntaskan masalah mafia migas saja JITUNEWS.COM, 15 Juli 2016 09:30 WIB JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kasubid Data Sosial, Prasarana dan Sarana, Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Dr. Luthful Hakim, menilai bahwa Faisal Basri gagal paham soal kebijakan pemerintah yang…

  • KOMPAS.COM, Sabtu, 6 Agustus 2016 | 17:47 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menilai beberapa proyek pembangunan infrastruktur tidak dipikirkan secara matang oleh pemerintah Jokowi-JK. Ia mencontohkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Dalam sebuah diskusi on air di Jakarta, Sabtu (6/8/2016) Faisal mengatakan, Jokowi terlihat sebagai…

  • Catatan: Usulan saya pemotongan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 75 triliun – Rp 100 triliun. Ternyata Pemerintah memutuskan lebih besar, Rp 134 triliun. Tentu Pemerintah memiliki hitung-hitungan yang lebih rinci dan akurat. Rencana “amputasi” ini tentu sangat pahit. Presiden harus memperoleh gambaran yang lebih membumi dari para pembantunya. Dengan argumentasi yang kuat didukung oleh data…

  • KOMPAS.COM, Senin, 1 Agustus 2016 | 20:30 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri memandang perombakan kabinet jilid II dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan soal kinerja. Menurut dia, perombakan kabinet lebih untuk menyingkirkan pihak-pihak yang dinilai bisa mengganggu program pemerintah. Hal itu dia sampaikan ketika…

  • Kompas, 27 Juni 2016 Jika rasa keadilan masyarakat terusik, jangan pernah ragu untuk bicara, sebab keadilan harus disuarakan. Demi rasa keadilan juga, jangan pernah mengambil apa pun yang bukan hak kita. Sikap menyuarakan keadilan ini diterapkan Faisal Basri tanpa pandang bulu. Siapa pun yang berbuat tidak adil dan mengusik rasa keadilan akan dilawan. Itu barangkali…

  • KOMPAS.COM, Senin, 27 Juni 2016 | 15:28 WIB KOMPAS/HERU SRI KUMORO Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama (tiga dari kiri) berfoto bersama penerima Penghargaan Cendekiawan Berdedikasi 2016 di Kantor Harian Kompas, Jakarta, Senin (27/6). Penerima penghargaan dalam rangka merayakan dan mensyukuri hari ulang tahun harian Kompas tersebut yaitu: Faisal Basri, Ignas Kleden, dan Mayling Oey-Gardiner…

  • Anton Hermansyah Reporter The Jakarta Post, Posted: Monday, April 18 2016 | 04:43 pm Current economic policies have yet to show adequate support for the development of the manufacturing industry, which may lead the country further into the middle income trap, experts have said. Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF ) director…

  • Hardani Triyoga – detikNews Sabtu 30 April 2016, 21:37 WIB Jakarta – Ekonom Faisal Basri menilai keberadaan calon independen dalam Pilkada membuat kualitas demokrasi meningkat. Faisal yang pernah maju sebagai calon Gubernur DKI lewat jalur independen ini menyebut rakyat menjadi penentu dalam Pilkada, bukan partai politik. “Jadi kita tidak mendikotomikan partai independen. Independen itu kita…

  • Agust Supriadi, CNN Indonesia Senin, 18/04/2016 20:32 WIB Jakarta, CNN Indonesia — Dalam 10 tahun ke depan Indonesia berpotensi terjebak dalam perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pernyataan tersebut merupakan kesimpulan dari hasil riset dua akademisi Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri dan Gatot Arya Putra. Faisal menyebut ada beberapa masalah struktural yang membuat Indonesia…