Ekonomi Global dan Indonesia di Tengah Kecamuk Pandemik COVID-19


Nestapa tak terperikan akibat wabah pandemik coronavirus COVID-19 sudah kian terasa. Hingga Jumat (8/5), pk.22:15, COVID-19 telah menjangkiti hampir 4 juta orang dan menewaskan 272 ribu orang di 212 negara dan teritori di setiap benua kecuali Antartika.

Ongkos ekonomi berdasarkan perhiutngan konservatif Asian Development Bank (ADB) setara dengan Depresi Besar 1929-1939 yang mencapai titik terdalam pada 1933, yaitu US$4,1 triliun atau hampir 5 persen produk domestik bruto (PDB) dunia. Angka itu tampaknya akan terus menggelembung untuk waktu yang lebih lama.

Hari in (8/5) Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan tingkat pengangguran meroket ke 14,7 persen. Bulan Maret angkanya masih 4,4 persen. Akibat lonjakan luar biasa, peraga di bawah yang menjadi berantakan. Jadi sengaja saya tampilkan hanya sampai kondisi Maret 2020.

Untuk menggambarkan kondisi terbaru sampai April, sengaja saya tampilkan khusus mulai tahun 2020. Hasilnya seperti ini:

Pada bulan Maret 2020, nonfarm payroll yang tertendang keluar dari pasar kerja masih hanya 870,000. Sebulan kemudian melonjak 23,6 kali lipat menjadi 20.500.000.

Sejak 15 Maret hingga 2 Mei 2020, tercatat sebanyak 33,5 juta orang telah mengajukan klaim asuransi kehilangan pekerjaan (initial jobless claims).

Laju pertumbuhan AS pada triwulan I-2020 mengalami kontraksi sebesar 4,8 persen. Pada triwulan II-2020 diperkirakan kontraksi akan lebih dalam.

Kondisi di Zona Eropa lebih parah dan lebih buruk dari krisis finansial global tahun 2008-2009. Uni Eropa telah mengambil ancang-ancang menggelontorkan dana penyelamatan senilai US$2,2 triliun.

Namun, tampaknya belum akan mampu untuk membuat negara-negara Eropa utama terhindar dari kontraksi terdalam tahun ini. Italia merupakan negara terparah, menyusul kemudian Spanyol. Derajat keterpurukan sangat terkait dengan keparahan akibat COVID-19.

Sekalipun sebagai asal COVID-19, perekonomian China tahun ini masih bisa tumbuh positif sebesar 1,2 persen. India juga diperkirakan masih tumbuh positif tahun ini.

IMF memperkirakan perekonomian dunia akan mengalami kontrasi 3 persen tahun ini.

Penulis memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 1,5 perssen.

Perkiraan baseline penulis lebih baik ketimbang proyeksi Bank Dunia dengan skenario rendah (lower case).

Pada triwulan I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di zona positif, yaitu 2,97 persen, merosot dari 4,97 pada triwulan sebelumnya.

Sektor yang paling dalam kemerosotan pertumbuhannya adalah sektor transportasi dan pergudangan, jasa perusahaan, dan penyediaan akomodosi dan makan minum. Sementara itu, pertumbuhan sektor industri pengolahan mengalami penurunan pertumbuhan yang relatif rendah dan lebih kecil ketimbang pertumbuhan PDB. Hal ini disebabkan karena petumbuhan industri manufaktur sudah dalam kecenderungan melambat cukup lama dan hampir selalu tumbuh lebih rendah daripada pertumbuhan PDB.

Pada triwulan I-2020 belum satu pun dari 17 sektor yang mengalami kontraksi. Puncak kemerosotan diperkirakan terjadi pada triwulan II dan triwulan III.

Sampai awal Maret 2020 sudah tiga juta lebih pekerja yang terdampak COVID-19.

4 pemikiran pada “Ekonomi Global dan Indonesia di Tengah Kecamuk Pandemik COVID-19

    • rasanya mustahil pak untuk Q2. Q3 bisa karena dari lowbased hitungnya. bukan cuman di Indo, seluruh dunia.

      Kalau dilihat, Indonesia baru heboh2 corona dan pembatasan sekitar pertengahan Maret, jadi bisa dibilang dampak corona minim di Q1 udah turun begitu. Ini dihajar di Q2 semua, otomatis nyaris terhenti kegiatan ekonomi, takutnya saya malahan mines growthnya. Tapi balik lagi tergantung seberapa cepet selesai kasusnya, Juni gak yakin saya udah beres pandemi ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.