Lanjut ke konten

Corona Itu Ibarat Perang Dunia, RI Butuh Lockdown (Podcast)


NEWS – Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia 20 March 2020 13:17

Jakarta, CNBC Indonesia- Ekonom senior dan pendiri INDEF Faisal Basri mengatakan dampak dari virus corona yang makin mewabah ini semakin dahsyat di dunia. Saat ini sudah 176 dari 195 negara yang ada di dunia mencatatkan kasus positif covid-19. 

“Ini artinya 90% negara di dunia ini sudah kena. Ini tidak pernah terjadi pandemi sedemikian rupa di dunia. Dulu pernah ada tapi tahun 400,” ujar Faisal Basri dalam wawancara podcast CNBC Indonesia, Kamis (19/3/2020).

Persebaran virus ini luar biasa, dan tidak ada yang bisa memprediksi kapan berakhirnya dan masih meraba-raba bagaimana cara mengatasinya. 

“Semua orang masih belajar, sampai kapan dan seberapa jauh,” kata dia.

Ia menjelaskan, semua negara kewalahan mengatasi virus satu ini bahkan untuk negara adidaya seperti AS. Negara tersebut lewat pemerintahnya sudah mengucurkan stimulus besar-besaran untuk menjaga kondisi ekonominya, sampai US$ 850 miliar. Tapi toh, tetap tidak tertolong.

“Indeks tetap turun, dan ada ketakutan akan terjadinya resesi serta angka pengangguran bisa tembus 20%. Padahal sekarang angka pengangguran di Amerika Serikat terendah sepanjang sejarah, hanya 3,5%” 

Amerika, lanjutnya, sebagai negara terbesar di dunia pun tak mempan tak berdaya dengan corona. Ia membandingkan dengan kondisi 2008 juga di mana dunia terkena krisis keuangan global, tapi itu masalah ekomomi ada obat ekonominya dan ampuh.” 

Sementara, yang dihadapi dunia saat ini bukan masalah ekonomi. “Ini adalah ketakutan, psikologi, dan bahkan nyawa. Virus ini sudah 90% menjangkiti negara di dunia, ini ibaratnya perang dunia.”

Pernyataan Faisal Basri lebih jauh bisa didengarkan di podcast “Cuap Cuap Cuan” dari CNBC Indonesia di bawah ini: 

(gus/gus)

faisal basri Lihat Semua

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development.

His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003).

He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement.

Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: