Sabtu lalu (16 November 2019), saya diundang pada acara Yogyakarta Youth Strategic Forum 2019 yang mengangkat tema “Membangun citra dan kapabilitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.”
Bahan presentasi bisa dilihat di:
wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat
Sabtu lalu (16 November 2019), saya diundang pada acara Yogyakarta Youth Strategic Forum 2019 yang mengangkat tema “Membangun citra dan kapabilitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.”
Bahan presentasi bisa dilihat di:
Saya sebagai pemerhati bidang ke maritiman, dan saat ini saya mengelola bisnis pelayaran. Saya tidak melihat keseriusan dan keselarasan antara janji Dan ide presiden Jokowi (JKW) dan yang terlaksana saat ini. Saya bisa menyatakan bahwa apabila yang dilakukan saat ini oleh JKW terhadap dunia maritim hanya dengan melemparkan ide, maritim indonesia di tahun emas 2045 tidak berbeda dgn sekarang ini. Tidak ada gebrakan yang membuat bisniss maritim bisa tumbuh. Bisniss dibelenggu dengan pajak yg tinggi, bunga bank yang tinggi, sehingga semua sektor di pelayaran tidak bisa tumbuh. Belum lagi sulitnya import baja bahan pembuatan kapal, yang tidak sanggup disediakan oleh industri dalam negri. Belum lagi belenggu aturan cabotage yg idenya bagus tapi dalam pelaksanaannya men-stuntig pengusaha pelayaran kecil, dan hanya menguntungkan perusahaan pelayaran besar. Menurut saya Indonesia bukan negara maritim.
Pak Zulkifli, saya sangat sepakat dengan pandangan Bapak. Bahkan sudah lama Pak Jokowi tidak lagi bicara tentang kemaritiman. Ini diakui oleh teman saya yang bekerja di Istana.
Kita terus berjuang untuk menjadikan maritim sebagai salah satu tonggak utama kemajuan Bangsa.
Terima kasih banyak telah berbagi.
Tinggalkan komentar