Lanjut ke konten

Ngobrol Santai: Vonis Utang Indonesia


Senin siang, 28 Januari 2018, saya diundang pada acara #PangeranMingguan yang diasuh oleh Bung Pangeran Siahaan. Rekaman berlangsung di Slatan Coffee Tea Chocolate di kawasan Kemang.

Perbincangan tidak seseram judulnya. Dibahas pula soal pertumbuhan ekonomi, impor, dan banyak lagi.

Silakan tengok di www.youtube.com

https://www.youtube.com/watch?v=faBHAWYx1cI&feature=youtu.be


Berikut pengantar asumsi.co:

Ekonomi, diibaratkan Faisal Basri sama dengan tubuh manusia. Setiap bagiannya memiliki manfaat masing-masing. Begitu pula dengan setiap bagian dalam perekonomian. Jadi, siapa yang menjadi “aliran darah” di perek

onomian? Siapa yang menjadi “jantung” di perekonomian? Siapa yang menjadi “racun” dalam bidang perekonomian?

Ahli ekonomi ini pun mengeluarkan pernyataan-pernyataan mengenai keadaan ekonomi Indonesia sekarang. Lagi, ia menggunakan perumpanaan untuk menggambarkan keadaan ekonomi dengan obat. Kedaan ekonomi Indonesia tidak bisa diobati dengan aspirin. “Pahit di awal,” begitu katanya.

Selamat datang di kelas ekonomi Pangeran, Mingguan kali ini!

faisal basri Lihat Semua

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development.

His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003).

He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement.

Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.

6 tanggapan untuk “Ngobrol Santai: Vonis Utang Indonesia Tinggalkan komentar

    • Mantul.
      Bang FB…senang bisa lih lagi nih..smoga ttp konsisten mencerahkn nih…baik mllui univertas yg smkin tangguh..
      NKRI kita ini jelas mengandalkan ekonom & team spt abang dkk yg kuat dlm memajukn ngara kita ini..

      Secara spesifik dlm pilpres ini..harapan msh2 team paslon kuat2 ekonomi shg bukan mngedepankn data2 yg kurang akurat..

  1. Oh..thanks utk kuliah dan medianya…
    Sdrhana mnjelaskan dan rasanya lgsung bisa dpt certifate S1..
    @pangeran maju tingkat trus ilmunya bro..biar media makin bombastis dan mencerahkn kayak Bang FB..krn apa? mnduduk sesuatu pd tempatnya…
    Btw’ rasanya walau ngomong 2 bareng ini di picu oleh pilpres skrng tapi sbaiknya sbg host bro ttp bisa independent jadi kupasan makin tajam…syukur smakin mencerahkn…atau mnyayat2 orang2 yg bengkok hati&pikiran ekonominya jadi sehat/lurus..hahahahhaii..jangan baper iy

Tinggalkan Balasan ke Jamin simatupangCancel Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: