Sesat Pikir Bank Century


Kalau sudah sesat pikir dan salah kaprah tentang pemahaman dasar atas suatu masalah, hampir pasti seterusnya bakal semakin tersesat. Kalau sudah tersesat masih keras kepala, niscaya tak akan tahu lagi jalan keluar dari rimba kesesatan. Begitu kira-kira yang dialami segelintir anggota Timwas Century DPR.

Bayangkan, segelintir orang itu meyakini penyetoran triliunan rupiah dana dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke Bank Century dilakukan secara fisik. Padahal, setoran tunai bukan dalam bentuk tunai fisik atau cash. Dana bailout ditransfer oleh LPS secara tunai, bukan uangnya dibawa LPS ke Bank Century secara fisik. Kalau anggota Timwas sedikit berinisiatif saja, dia dengan mudah mendapatkan bukti setoran atau transfer tunai itu. Timwas punya kuasa untuk mendapatkannya bukti setoran itu.

Karena keyakinan segelintir anggota Timwas yang nyata-nyata salah itu, tak heran pikiran mereka merembet ke mana-mana. Antara lain kecurigaan uang mengalir ke berbagai pihak secara fisik.

Kecurigaan serupa juga menghinggapi Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagaimana termaktub dalam tulisannya di Kompasiana:

Saya bingung juga, mengapa uang dikeluarkan hari Sabtu-Minggu? Mau kemana uang dikeluarkan hari Sabtu? Bukannya bank-bank tidak ada yang buka? Lari kemana uang itu?” (http://kom.ps/AFboQb)

Pertanyaan “Lari kemana uang itu?” sebetulnya tak perlu disampaikan jika Pak JK mau sedikit berusaha mengetahui informasi sederhana ini. Pakai akal sehat saja. Semua bukti setoran dengan mudah bisa diminta kepada LPS atau BPK. Timwas DPR pun sudah tentu telah memilikinya.

Karena dana bailout dilakukan dengan cara transfer, maka tak mungkin terjadi pada hari libur (Sabtu-Minggu) sebagaimana diyakni Pak JK. Kenyataannya, berdasarkan bukti otentik, transfer pertama dilakukan hari Senin, 24 November 2008.

Kalau sejak awal niatan Timwas hendak mengetahui secara tuntas aliran dana Century, cara paling ampuh adalah dengan audit forensik seperti yang pernah dilakukan pada kasus Bank Bali yang menjerat Akbar Tanjung. Audit forensik yang dilakukan oleh PwC akhirnya menemukan cek (bukan uang tunai secara fisik atau cash) yang diterima oleh Akbar Tanjung. Dalam kesaksian saya di DPR di depan Timwas, saya telah mengusulkan audit forensik itu. Alih-alih melakukan audit forensik, anggota DPR langsung menelusuri dugaan kucuran dana ke sejumlah orang. Hasilnya nol besar.

Kalau masih keras kepala, tak mau mengakui kesalahan, yang tersisa adalah fantasi, cerita-cerita rekaan.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Salah Kaprah, Sesat Pikir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s