Di halaman muka website Badan Pusat Statistik (www.bps.go.id) ) tertera “ASEAN Community Progress Monitoring System 2012” (http://www.bps.go.id/download_file/Asean.pdf). Di situ banyak informasi berharga yang menunjukkan posisi Indonesia di Asean. Tidak hanya indikator ekonomi, melainkan juga indikator pembangunan manusia, sosial, budaya, dan lingkungan.

Sebagai contoh, ongkos mengekspor dari Indonesia di urutan keenam dari delapan negara. Indonesia hanya lebih murah dibandingkan dengan Kamboja dan Brunei Darussalam. Untuk mengimpor, ongkos Indonesia berada di urutan ketiga setelah Malaysia dan Singapura, lebih murah dari lima negara Asean lainnya.

Dari perbandingan itu bisa disimpulkan produk ekspor Indonesia kalah bersaing dalam hal ongkos transport, sedangkan untuk produk impor, ongkos angkut Indonesia lumayan bisa bersaing dengan kebanyakan negara Asean. Barang-barang dari luar (impor) lebih leluasa masuk ke Indonesia dibandingkan barang Indonesia yang dijual ke luar negeri (ekspor).

Posisi Inonesia relatif kedodoran untuk indikator kesehatan (penderita malaria dan tuberculosis, belanja kesehatan, balita kurang gizi, angka kematian bayi, akses untuk air minum dan fasilitas sanitasi). Juga kedodoran untuk indikator lingkungan serta research and development.